Pasien wanita usia 51 tahun dengan keluhan seluruh badan terasa terbakar saat tengah malam dan kedua kaki terasa lemas serta merasa seperti melepuh ketika digunakan berjalan - Diskusi Dokter

general_alomedika

alo dokter, mohon pencerahannyasaya mendapatkan kasus pasien wanita 51 th, selalu dtg dg keluhan kedua kaki terasa lemas, tidak dpt makan sehingga BB...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien wanita usia 51 tahun dengan keluhan seluruh badan terasa terbakar saat tengah malam dan kedua kaki terasa lemas serta merasa seperti melepuh ketika digunakan berjalan

    03 Juli 2020, 11:02

    alo dokter, mohon pencerahannya

    saya mendapatkan kasus pasien wanita 51 th, selalu dtg dg keluhan kedua kaki terasa lemas, tidak dpt makan sehingga BB berkurang, terasa kedua kaki melepuh tiap digunakan untuk berjalan, sulit tertidur lg bila terbangun tengah malam karena merasa seluruh badan panas terbakar oleh api, merasa tidak nyaman dirumah sendiri, saat ini OS tgl bersama suami. setelah dilakukan pemeriksaan semua hasil dbn. saya sudah menyarankan untuk dirujuk ke poli kejiwaan, namun pasien masih ragu dan selalu mengatakan sepertinya pasien mengidap penyakit lain (diganggu mahluk halus).

    yang ingin sy tanyakan apakah psien ini termasuk gangguan somatoform? dan apakah bisa diberikan alprazolam 1x0.25mg untuk gangguan tidurnya?

    mohon pencerahannya, terima kasih.

03 Juli 2020, 11:35

Alo dokter,

Apakah pemeriksaan dbn sudah termasuk pemeriksaan penunjang untuk benar2 menyingkirkan penyebab organik, misalnya neuropati dengan etiologinya? Bila saya memiliki pasien seperti ini, yang menolak ke psikiatri, biasanya saya anjurkan pasien untuk ke spesialis lain yang terkait, misalnya pada pasien ini ke spesialis saraf. CMIIW

03 Juli 2020, 11:57

baik dok, terima kasih sarannya dok 

03 Juli 2020, 12:14
Hai dok, izin membantu.

Pada DSM V, Somatoform disorder diganti menjadi somatic symptom and related disorders. untuk kasus diatas dokter bisa lihat pada tabel di buku panduan tersebut pada bagian bawah untuk mengarahkan pasien ke arah gangguan tersebut. 

tetapi memang harus disingkarkan dulu kemungkinan lainnya seperti infeksi, Neurologis, riwayat trauma, dll. bisa dibantu pada tahap awal dengan pemeriksaan fisik yang menunjang dan lab yang menunjang. Jika memang sudah dilakukan dan tidak ditemukan apa apa memang dianjurkan untuk ke bagian kejiwaan, tetapi biasanya jika pasien menolak bisa dikonsulkan dulu ke bagian syaraf jika tidak ditemukan masalah dibagian penyakit lainnya. 

Maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan, terima kasih ๐Ÿ™

Sumber : 
โœ“ DSM V from somatoform disorders to.. : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24643828/

โœ“ DSM V and update : DSM V update
03 Juli 2020, 12:34

Baik dok..terima kasih

03 Juli 2020, 12:55
dr.Muhadir
dr.Muhadir
Dokter Umum
Salam sejawat,
Izinkan berpendapat,karena OS umur 51 thn lemas ,tdk ada nafsu makan,BB turun,kedua tungkai lemas,kemungkinan VS di bawah normal ya dok ?,
kalau di fktp sebaiknya di Obsevasi dulu dok,kasi th/ banal yaitu Ivfd RL sesuai kebutuha cairan,Roborantia ,Oksygen k/p,Antibiotik kalau ada indikasi,Bisa saja Hypoglikemic dan atau Dehidrasi ..... sambil  anjuran penunjang Lab...dan lain lain termasuk  konsul ke TS  SpS atau Sp Pd sesuai indikasi yang ditemukan dok selama observasi, maaf dok mungkin dari sejawat ada yang lebih sempurnah lagi,Tks
03 Juli 2020, 13:27

terima kasih dok

03 Juli 2020, 17:24
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Psikiater
Halo dok,

Saya setuju dengan TS lain dan sepakat untuk sebelumnya dilakukan pemeriksaan dahulu yang lebih menyeluruh ke dokter spesialis saraf. Bagaimana kondisi elektrolit pasien? Jika memang semuanya tetap dalam batas normal maka yang tetap dapat dirujuk ke poli jiwa.

Beberapa gangguan organik pun bisa saja bertumpang tindih dengan gejala gangguan jiwa... Demikian sebaliknya, namun akan berbahaya jika gangguan organik ini terlewat untuk ditangani.

Untuk gangguan tidur sebaiknya tidak dengan mudah memberikan alprazolam (selain saat ini penggunaan nya juga sudah dibatasi untuk diresepkan oleh dokter umum, dan dampak ketergantungan yang besar dikemudian hari jika penggunaan lebih dari 2 minggu).

Saran saya, coba tanyakan dulu bentuk gangguan tidur yg dialami, apakah kesulitan memulai atau kesulitan mempertahankan. Selain itu apakah berdiri terpisah atau akibat nyerinya atau akibat apa. Jika akibat nyerinya maka lebih disarankan memberikan analgetik dengan efek kantuk. 

Jika gangguan tidur sifatnya terpisah maka dapat diedukasi melakukan sleep hygine terlebih dahulu dan jika memang perlu obat dapat di berikan obat bersifat kantuk lainnya misalnya golongan antihistamin.

Jika hendak memberikan benzodiazepin maka edukasi bahwa resep tidak bisa iter, penggunaan tidak lebih dari 2 minggu. Untuk kesulitan memulai tidur lebih disarankan lorazepam sementara mempertahankan tidur lebih disarankan diazepam (namun jangan pernah mengulang resep setelah 2 minggu).

Pemberian resep benzodiazepin juga harus menyertakan cap berisi sip dan tanda tangan basah serta nomor hp (harap diperhatikan peraturan di masing2 faskes tentang siapa yang boleh meresepkan dan berapa jumlah dosis dan tablet peresepan per pasien tiap bulan atau tiap 2 minggu).

Semoga membantu๐Ÿ™




03 Juli 2020, 17:25
Terima kasih dokter ๐Ÿ™
03 Juli 2020, 18:02

Baik dok, untuk elektrolit kebetulan d klinik kami belum bisa dilakukan..terima kasih sarannya dok.. ๐Ÿ™

03 Juli 2020, 21:42
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf
Setuju dengan pendapat sejawat yang lain. Sebaiknya dirujuk ke dokter spesialis saraf terlebih dahulu atau eksplorasi ke arah neuropati perifer. 
04 Juli 2020, 04:39

Baik dok, terima kasih dok