Pasien laki-laki usia 35 tahun post Covid 19 hari ke 20 dengan bengkak pada leher - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo Dokter. Saya memiliki pasien laki2 usia 35 th. Gejala awal adalah demam dan nyeri telan, dengan PCR positif pada hari ke 3 demam. Demam sudah reda di...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien laki-laki usia 35 tahun post Covid 19 hari ke 20 dengan bengkak pada leher

    08 Juli 2021, 13:14

    Alo Dokter. Saya memiliki pasien laki2 usia 35 th. Gejala awal adalah demam dan nyeri telan, dengan PCR positif pada hari ke 3 demam. Demam sudah reda di hari ke 5. Pada pemeriksaan faring, tampak hiperemis dan tonjolan2 (granulae) disertai gambaran inflamasi mukosa seperti stomatitis yg luas di orofaring. Sudah mendapat terapi Oseltamivir 2x75 mg, Azithromycin 1x500 mg selama 5 hari, simtomatis dan roborantia.

    Saat ini pasien kontrol ulang, memasuki hari ke 20 sejak awal demam. Keluhan sistemik sudah tidak ada. Nyeri telan juga tidak. Tapi masih merasa bengkak di dalam leher, dan rasa mengganjal. Pemeriksaan fisik : faring masih tampak granulae multipel, hanya tidak sebesar fase akut di awal infeksi. Hiperemis di beberapa bagian saja.

    Pertanyaan saya, terapi apa yg sebaiknya diberikan untuk kondisi saat ini? Bolehkah diberikan steroid oral seperti Dexamethason atau Methyl Prednisolone? Krn kondisi post covid, dan masih belum diketahui apakah saat ini PCR sudah negatif (pasien sempat PCR ulang hari ke 10 setelah positif, hasilnya positif dg CT 34 (out of 35 cycle)

08 Juli 2021, 14:08

Alo dr. Intan, izin ikut berdiskusi ya Dok, jika berdasarkan guidelines yg ada dan menurut rekomendasi WHO sendiri, terkait penggunaan steroid pada tatalaksana Covid-19, pemberian steroid hanya boleh diberikan pada pasien Covid-19 dengan gejala berat ataupun kondisi kristis. Jika dilihat dari perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik lanjutan, sudah menunjukkan perbaikan, mungkin bisa dilanjutkan untuk pemberian terapi sebelumnya ditambah dengan terapi simptomatis, dengan tetap melakukan pemantauan. Mungkin ada pendapat dari TS lainnya? Terima kasih. CMIIW. 

https://www.who.int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-dexamethason