Bagaimana menegakkan diagnosis epilepsi pada pasien dewasa? - Diskusi Dokter

general_alomedika

maaf mau berkonsultasi tentang diagnosis epilepsi apakah pasien dengan usia 25 tahun mengalami kejang tonik klonik dan tidak ada riwayat kejang sebelum...

Diskusi Dokter

01 Mei 2019, 20:34
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf

Epilepsi adalah suatu penyakit otak yang ditandai dengan kondisi atau gejala berikut:

1. Minimal terdapat 2 bangkitan tanpa provokasi atau dua bangkitan refleks dengan jangka waktu antarbangkitan pertama dan kedua lebih dari 24 jam.

2. Satu bangkitan tanpa provokasi atau 1 bangkitan refleks dengan kemungkinan terjadinya bangkitan berulang dalam 1o tahun kedepan minimal 60%. (dikatakan resiko lebih tinggi dari 60 % adalah antara lain apabila terdapat lesi struktural di otak seperti tumor atau malformasi vaskular) 

3. Sudah ditegakkan diagnosis sindrom epilepsi.

 

Untuk kasus dimana bangkitan baru terjadi satu kali, harus dipastikan terlebih dahulu apakah bangkitan tersebut adalah bangkitan epilepsi atau "non epileptic paroxysmal event" yang sering menyerupai bangkitan epilepsi. Hal ini dapat dibedakan dengan anamnesis yang cermat dan dibantu EEG. Kemudian perlu juga dinilai apakah bangkitan tersebut merupakan bagian dari bangkitan epilepsi ataukah sebenarnya merupakan bangkitan simtomatik / provoked misalnya pada kondisi hiponatremia atau hipoglikemia, atau hipoksia. 

Demikian. semoga cukup jelas dan dapat membantu. 

 

01 Mei 2019, 21:49
Nice sharing. 
03 Mei 2019, 08:26
Terima kasih untuk informasinya dok.. 
01 Mei 2019, 20:58
siap dokter terima kasih, jika untuknelektrolit dan laboratorium lainnya normal bisa kt arah ke sindrom epilepsi karena menurut spesialis saraf di rs kami mengacu ke arah epilepsi..🙏🙏
01 Mei 2019, 21:40
01 Mei 2019, 20:34

Epilepsi adalah suatu penyakit otak yang ditandai dengan kondisi atau gejala berikut:

1. Minimal terdapat 2 bangkitan tanpa provokasi atau dua bangkitan refleks dengan jangka waktu antarbangkitan pertama dan kedua lebih dari 24 jam.

2. Satu bangkitan tanpa provokasi atau 1 bangkitan refleks dengan kemungkinan terjadinya bangkitan berulang dalam 1o tahun kedepan minimal 60%. (dikatakan resiko lebih tinggi dari 60 % adalah antara lain apabila terdapat lesi struktural di otak seperti tumor atau malformasi vaskular) 

3. Sudah ditegakkan diagnosis sindrom epilepsi.

 

Untuk kasus dimana bangkitan baru terjadi satu kali, harus dipastikan terlebih dahulu apakah bangkitan tersebut adalah bangkitan epilepsi atau "non epileptic paroxysmal event" yang sering menyerupai bangkitan epilepsi. Hal ini dapat dibedakan dengan anamnesis yang cermat dan dibantu EEG. Kemudian perlu juga dinilai apakah bangkitan tersebut merupakan bagian dari bangkitan epilepsi ataukah sebenarnya merupakan bangkitan simtomatik / provoked misalnya pada kondisi hiponatremia atau hipoglikemia, atau hipoksia. 

Demikian. semoga cukup jelas dan dapat membantu. 

 

Setuju dok.
Kadang disebabkan karena gangguan elektrolit.
02 Mei 2019, 20:49
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf
01 Mei 2019, 20:58
siap dokter terima kasih, jika untuknelektrolit dan laboratorium lainnya normal bisa kt arah ke sindrom epilepsi karena menurut spesialis saraf di rs kami mengacu ke arah epilepsi..🙏🙏

Jika bangkitan baru 1 kali, dan penyebab lain seperti elektrolit dan lesi struktural otak tidak ditemukan, maka pendekatan diagnosis yang kita gunakan adalah poin ke.3 yaitu sindrom epilepsi.

Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua EEG abnormal adalah epilepsi. Apabila bangkitan pertama tersebut berupa bangkitan absans / lena tipikal dan gambaran EEG sesuai dengan absans tipikal berupa 3hz spike and wave complexes maka pasien terseput dapat kita diagnosis sebagai epilepsi. Namun, apabila abnormalitas EEG tidak sesuai dengan semiologi / jenis bangkitan atau abnormalitas EEG tersebut tidak spesifik untuk sindrom epilepsi tertentu, maka pasien tersebut belum dapat kita diagnosis sebagai epilepsi. 

02 Mei 2019, 22:55
terima kasih dokter untuk pembahasannya sungguh dapat menjadi pembelajaran yang baik
02 Mei 2019, 21:46
02 Mei 2019, 20:49

Jika bangkitan baru 1 kali, dan penyebab lain seperti elektrolit dan lesi struktural otak tidak ditemukan, maka pendekatan diagnosis yang kita gunakan adalah poin ke.3 yaitu sindrom epilepsi.

Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua EEG abnormal adalah epilepsi. Apabila bangkitan pertama tersebut berupa bangkitan absans / lena tipikal dan gambaran EEG sesuai dengan absans tipikal berupa 3hz spike and wave complexes maka pasien terseput dapat kita diagnosis sebagai epilepsi. Namun, apabila abnormalitas EEG tidak sesuai dengan semiologi / jenis bangkitan atau abnormalitas EEG tersebut tidak spesifik untuk sindrom epilepsi tertentu, maka pasien tersebut belum dapat kita diagnosis sebagai epilepsi. 

Terima kasih dok ilmunya, krn pernah mendapat pasien konsul dr sejawat neuro dgn epilepsi yang curiga depresi krn pasien merasa tidak menyangka didiagnosis epilepsi pdhl bru 1x kejang dan EEG normal.