Efikasi Diet rendah garam pada pasien gagal jantung - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo sejawat!Banyak pedoman tata laksana merekomendasikan diet rendah garam pada pasien gagal jantung, namun bukti ilmiah yang ada belum cukup untuk mendukung...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Efikasi Diet rendah garam pada pasien gagal jantung

    03 Mei 2019, 13:39

    Alo sejawat!

    Banyak pedoman tata laksana merekomendasikan diet rendah garam pada pasien gagal jantung, namun bukti ilmiah yang ada belum cukup untuk mendukung ataupun menyangkal penerapannya. Oleh karena itu, diet rendah garam masih menjadi kontroversi. 

    https://www.alomedika.com/kontroversi-diet-rendah-garam-pada-pasien-gagal-jantung

    Beberapa studi tahun 2018 menunjukkan bahwa diet rendah garam dan restriksi cairan tidak menghasilkan keuntungan prognostik dan simtomatik pada pasien gagal jantung. Diet rendah garam juga berkaitan dengan rasa haus yang berlebihan, mempengaruhi konsumsi makanan pasien, dan tidak memiliki efek neurohormonal signifikan.

    Kalo sejawat bagaimana? Apakah masih menyarankan diet rendah natrium pada pasien gagal jantung? Apakah dari observasi sejawat, pasien mengalami perbaikan klinis?

03 Mei 2019, 13:48

selamat siang dokter Bedry terima kasih untuk sharing artikelnya, selama ini untuk pembatasan diet rendah garam tetap diberikan sebagai edukasi untuk pasien dengan gagal jantung Dokter , namun memang yang utama pembatasannya adalah dari makanan yang tidak dapat ditakar garam atau kandungan natriumnya seperti makanan cepat saji, makanan ringan dsb Dokter, mungkin ada TS lain yang ingin menambahkan atau sharing pengalamannya

03 Mei 2019, 15:27
Alo dokter

Artikel menarik dok.
Untuk menanggapinya, kembali pada tujuan utama pembatasan diet rendah garam ditujukan untuk mengurangi retensi cairan yang terjadi karena konsumsi sodium.
Rekomendasi Heart Failure Society menganjurkan di angka 2-3g/hari (low-moderate), dan seperti kita ketahui memang untuk tiap masing-masing pasien kebutuhannya berbeda-beda "one size does not fit all".
Disesuaikan dengan kebutuhan pasien penderita gagal jantung yang akan diatur oleh dokter gizi klinis.
Mungkin dari dokter spesialis gizi klinis bisa menambahkan.
Salam.
circulationaha.117.030211.pdf
03 Mei 2019, 15:35
Alo dokter

Artikel menarik dok.
Untuk menanggapinya, kembali pada tujuan utama pembatasan diet rendah garam ditujukan untuk mengurangi retensi cairan yang terjadi karena konsumsi sodium.
Rekomendasi Heart Failure Society menganjurkan di angka 2-3g/hari (low-moderate), dan seperti kita ketahui memang untuk tiap masing-masing pasien kebutuhannya berbeda-beda "one size does not fit all".
Disesuaikan dengan kebutuhan pasien penderita gagal jantung yang akan diatur oleh dokter gizi klinis.
Mungkin dari dokter spesialis gizi klinis bisa menambahkan.
Salam.
circulationaha.117.030211.pdf
Menarik Dokter artikelnya, Terima kasih
03 Mei 2019, 15:35
03 Mei 2019, 13:39

Alo sejawat!

Banyak pedoman tata laksana merekomendasikan diet rendah garam pada pasien gagal jantung, namun bukti ilmiah yang ada belum cukup untuk mendukung ataupun menyangkal penerapannya. Oleh karena itu, diet rendah garam masih menjadi kontroversi. 

https://www.alomedika.com/kontroversi-diet-rendah-garam-pada-pasien-gagal-jantung

Beberapa studi tahun 2018 menunjukkan bahwa diet rendah garam dan restriksi cairan tidak menghasilkan keuntungan prognostik dan simtomatik pada pasien gagal jantung. Diet rendah garam juga berkaitan dengan rasa haus yang berlebihan, mempengaruhi konsumsi makanan pasien, dan tidak memiliki efek neurohormonal signifikan.

Kalo sejawat bagaimana? Apakah masih menyarankan diet rendah natrium pada pasien gagal jantung? Apakah dari observasi sejawat, pasien mengalami perbaikan klinis?

Menarik Dokter Bedry Qintha, terima kasih
03 Mei 2019, 15:51
03 Mei 2019, 13:48

selamat siang dokter Bedry terima kasih untuk sharing artikelnya, selama ini untuk pembatasan diet rendah garam tetap diberikan sebagai edukasi untuk pasien dengan gagal jantung Dokter , namun memang yang utama pembatasannya adalah dari makanan yang tidak dapat ditakar garam atau kandungan natriumnya seperti makanan cepat saji, makanan ringan dsb Dokter, mungkin ada TS lain yang ingin menambahkan atau sharing pengalamannya

Setuju dokter.
03 Mei 2019, 15:51
Menarik Dokter artikelnya, Terima kasih
Terimakasih kembali dokter Maya. Sekedar sharing.
03 Mei 2019, 16:55
03 Mei 2019, 13:39

Alo sejawat!

Banyak pedoman tata laksana merekomendasikan diet rendah garam pada pasien gagal jantung, namun bukti ilmiah yang ada belum cukup untuk mendukung ataupun menyangkal penerapannya. Oleh karena itu, diet rendah garam masih menjadi kontroversi. 

https://www.alomedika.com/kontroversi-diet-rendah-garam-pada-pasien-gagal-jantung

Beberapa studi tahun 2018 menunjukkan bahwa diet rendah garam dan restriksi cairan tidak menghasilkan keuntungan prognostik dan simtomatik pada pasien gagal jantung. Diet rendah garam juga berkaitan dengan rasa haus yang berlebihan, mempengaruhi konsumsi makanan pasien, dan tidak memiliki efek neurohormonal signifikan.

Kalo sejawat bagaimana? Apakah masih menyarankan diet rendah natrium pada pasien gagal jantung? Apakah dari observasi sejawat, pasien mengalami perbaikan klinis?

Artikel yg menarik dokter. Sampai saat ini jika sy mendapat pasien dgn ggn jantung msh sy sarankan utk diet rendah garam. 
03 Mei 2019, 16:56
Alo dokter

Artikel menarik dok.
Untuk menanggapinya, kembali pada tujuan utama pembatasan diet rendah garam ditujukan untuk mengurangi retensi cairan yang terjadi karena konsumsi sodium.
Rekomendasi Heart Failure Society menganjurkan di angka 2-3g/hari (low-moderate), dan seperti kita ketahui memang untuk tiap masing-masing pasien kebutuhannya berbeda-beda "one size does not fit all".
Disesuaikan dengan kebutuhan pasien penderita gagal jantung yang akan diatur oleh dokter gizi klinis.
Mungkin dari dokter spesialis gizi klinis bisa menambahkan.
Salam.
circulationaha.117.030211.pdf
Trima kasih dokter sharingnya. 
05 Mei 2019, 22:53
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Terima kasih sharing artikelnya