bagaimana solusi balita yang selalu menangis setiap terapi wicara - Diskusi Dokter

general_alomedika

siang dok, mohon info dok, apakah membiarkan anak menangis hingga berjam-jam dapat menyebabkan gangguan medis bagi anak? situasinya saat ini, anak berusia...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • bagaimana solusi balita yang selalu menangis setiap terapi wicara

    17 September 2018, 14:26

    siang dok, mohon info dok, apakah membiarkan anak menangis hingga berjam-jam dapat menyebabkan gangguan medis bagi anak?

    situasinya saat ini, anak berusia 22 bulan sedang menjalani terapi tumbuh kembang karena telat bicara, 2 jam setiap terapi 3 kali seminggu. dan sepanjang sesi terapi anak sama sekali tidak berhenti menangis. terapi sudah berjalan 2 minggu, dan selama ini anak masih terus menangis tiap kali sesi terapi.

    saat ini, anak mulai antisosial.

    mohon masukan dok. 🙏

17 September 2018, 14:46

Alo dr. Asma,

Apakah di luar sesi terapi anak memang sering menangis dok? bagaimana riwayat sebelumnya?

Kalau dari jurnal yang saya baca, jika ada menangis berlebihan/terlalu sering pada 3 bulan pertama kehidupan, memang dapat berhubungan dengan gangguan emosi dan perilaku dibanding anak yang tidak mengalami excessive crying.

Jika memang saat terapi saja ia menangis berlebihan, bisa jadi merupakan salah satu cara bagi anak untuk menghindari situasi tersebut. 

Secara tidak langsung dapat saja berpengaruh ke keberhasilan terapinya karena berarti anak tidak sepenuhnya mengikuti program terapi. Namun setahu saya untuk speech therapy kan tidak hanya di tempat terapi ya dok, tapi bisa juga dilakukan di rumah dengan latihan-latihan yang sederhana bersama orangtua.

Mungkin dapat dikonsultasikan kembali ke dokter anak khususnya subspesialis tumbuh kembang dok..

17 September 2018, 15:18

dr. winda agustina
Sep 17, 2018 at 14:46 PM

Alo dr. Asma,


Apakah di luar sesi terapi anak memang sering menangis dok? bagaimana riwayat sebelumnya?


Kalau dari jurnal yang saya baca, jika ada menangis berlebihan/terlalu sering pada 3 bulan pertama kehidupan, memang dapat berhubungan dengan gangguan emosi dan perilaku dibanding anak yang tidak mengalami excessive crying.


Jika memang saat terapi saja ia menangis berlebihan, bisa jadi merupakan salah satu cara bagi anak untuk menghindari situasi tersebut. 


Secara tidak langsung dapat saja berpengaruh ke keberhasilan terapinya karena berarti anak tidak sepenuhnya mengikuti program terapi. Namun setahu saya untuk speech therapy kan tidak hanya di tempat terapi ya dok, tapi bisa juga dilakukan di rumah dengan latihan-latihan yang sederhana bersama orangtua.


Mungkin dapat dikonsultasikan kembali ke dokter anak khususnya subspesialis tumbuh kembang dok..

sebelumnya anak cukup koperatif. bahkan pada 3 bulan pertama sama sekali tidak rewel. menangis hanya selama sesi terapi, tapi setelah terapi justru bertemu orang baru, lingkungan baru langsung menangis.
saat ini, belum ada dokter anak subspesialis tumbuh kembang di kota saya, dan dokter yg melayani di klinik hanya datang 2 bulan bahkan 3 bulan sekali. jd belum ketemu juga.
terkait sarannya terimakasih dok, sy akan coba cari dokter tumbuh kembang di kota lain 🙏

17 September 2018, 16:33
Alo dokter Asma!
Mohon maaf, pada saat terapi biasanya apa yang dilakukan oleh terapisnya dok?
Dokter bisa ngobrol dengan terapis mengenai hal-hal yang disukai anak. Setau saya untuk usia 22 bulan terapi bentuknya kan masih play-based, dan anak bisa lebih menikmati kalau "bermain"-nya sesuatu yang dia senang.
Orangtua juga sangat penting perannya dok.. Di rumah anak sebisa mungkin selalu dirangsang untuk bicara. Beri waktu sekitar 10 detik untuk anak menjawab pertanyaan, kalau memang belum bisa baru kita bantu jawab sambil tunjukkan pelafalannya. Ortu juga diminta untuk sering-sering mengajak anak bermain bersama. Bentuknya bisa dengan bernyanyi ataupun membaca.
Di youtube ada beberapa video yang bisa bermanfaat untuk edukasi ortu apa yang harus dilakukan saat bermain bersama anak.
Semoga membantu.. Best of luck!
17 September 2018, 18:21

dr.Bedry Qintha
Sep 17, 2018 at 16:33 PM

Alo dokter Asma!
Mohon maaf, pada saat terapi biasanya apa yang dilakukan oleh terapisnya dok?
Dokter bisa ngobrol dengan terapis mengenai hal-hal yang disukai anak. Setau saya untuk usia 22 bulan terapi bentuknya kan masih play-based, dan anak bisa lebih menikmati kalau "bermain"-nya sesuatu yang dia senang.
Orangtua juga sangat penting perannya dok.. Di rumah anak sebisa mungkin selalu dirangsang untuk bicara. Beri waktu sekitar 10 detik untuk anak menjawab pertanyaan, kalau memang belum bisa baru kita bantu jawab sambil tunjukkan pelafalannya. Ortu juga diminta untuk sering-sering mengajak anak bermain bersama. Bentuknya bisa dengan bernyanyi ataupun membaca.
Di youtube ada beberapa video yang bisa bermanfaat untuk edukasi ortu apa yang harus dilakukan saat bermain bersama anak.
Semoga membantu.. Best of luck!

iya dok, masih play based, tapi karena dia nangis terus jadi belum bisa diterapi juga kata terapisnya. yg dilakukan utk SI permainan yg biasa dia seneng, tp mungkin karena takut jd gamau juga main. .
baik dok, skrg saya galau apakah lanjut terapi di klinik atau terapi dirumah saja ya dok. ?

17 September 2018, 21:10
dr. Alvina, SpKJ
dr. Alvina, SpKJ
Dokter Specialis Psikiater
selamat malam.mungkin baik bila pasien disarankan untuk membawa anaknya berkonsultasi dengan psikiater anak dan remaja. terlambat bicara bisa disebabkan berbagai hal dan apakah disertai dengan gejala- gejala lainnya.sebaiknya diagnosis ditegakkan terlebih dahulu,apa penyebab terlambat bicaranya sehingga terapinya bisa tepat.
21 September 2018, 06:58

Alo dokter Asma!

Kalo boleh tahu, apakah bayinya sebelum speech therapy sudah dibawa ke dokter spesialis tumbuh kembang? Diagnosisnya apa dok??

Memang kalo untuk anak kita malah jadi galau ya dok... semangat yaa.. all the best wishes for your little one