Apakah CT-Value dalam tes PCR dapat menyatakan kesembuhan terhadap COVID 19 - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO Dokter,Saat ini dalam konsultasi online banyak yang menyertakan hasil tes PCR tidak hanya melampirkan hasil positif ataupun negatif, tetapi adanya...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Apakah CT-Value dalam tes PCR dapat menyatakan kesembuhan terhadap COVID 19

    01 Oktober 2020, 08:43

    ALO Dokter,

    Saat ini dalam konsultasi online banyak yang menyertakan hasil tes PCR tidak hanya melampirkan hasil positif ataupun negatif, tetapi adanya CT-Value (Cycle Threshold Value). CT-Value saat ini digunakan untuk menentukan rendah/tingginya kadar virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Dok, apakah CT-Value dapat menjadi indikator untuk kesembuhan terhadap COVID-19 dan apakah dengan hasil CT-Value lebih tinggi dari nilai ambang batas tidak diperlukan kembali untuk dilakukannya tes PCR?

    Mohon arahannya, Terima kasih

01 Oktober 2020, 08:59
Dari jurnal yang saya baca ct value memang saat ini digunakan sebagai indikator untuk menetukan kadar virus sars cov 2 rna dalam tubuh seseorang. Dan ct value jika dibawah cut offnya berarti dapat dinyatakan sebagai hasil positif sedangkan ketika di atas nilai cut off dapat dinyatakan hasil negatif. Sehingga ketika seseorang sudah mendapatkan hasil diatas cut off kemungkinan virus dalam tubuh sudah berkurang infeksiusnya. Jika sudah tidak ada gejala dan hasil tes pcr dengan ct value diatas nilai cut off maka tidak diperlukan lagi untuk mengulang tes pcrnya. 

Berikut lampiran jurnalnya

Mngkin sejawat lain ada yang mau menambahkan, CMIIW

01 Oktober 2020, 11:31

Terima kasih dr. Avissa atas sharingnya :) Bermanfaat sekali dok 

01 Oktober 2020, 10:42
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Pertanyaan klasik yg lagi viral. Perlu dipahami bahwa dalam pemeriksaan PCR ada beberapa gen spesifik sars cov 2 yg diperiksa yaitu : ORF 1a/b, E, RdRp dan N
. Pada umumnya alat PCR mendeteksi gen E, N dan RdRP. Namun ada jg yg 2 gen sj. Nahh deteski asam nukleat pada pemeriksaan PCR melalui sinyal fluoresens. Deteksi sinyal fluoresens dihitung berdasarkan nilai siklusnya untuk menghasilkan akumulasi sinyal fluoresens yang disebut CT value. Jadi CT Value Adalah jumlah siklus yang dibutuhkan untuk menghasilkan sinyal fluoresens berdasarkan nilai ambangngya (treshold). Jika Sinyal fluoresens terdeteksi berdasarkan batas tresholdnya artinya terdapat target asam nukleat yang cukup untuk dinyatakan positif. Yang artinya juga semakin rendah jumlah siklus yg dibutuhkan untuk mencapai nilai ambang/tresholdnya maka menunjukkan kadar asam nukleat dalam gen spesifik tinggi. Yg artinya tingkat kepositifannya kuat. Sehingga secara ringkas semakin rendah nilai CT artinya kadar asam nukleat virus tinggi. Seperti itu mungkin gambarannya. Semoga bisa dipahami. CMIIW yaa dok.
01 Oktober 2020, 11:07
Terimakasih banyak dokter penjelasannya. Bermanfaat sekali
01 Oktober 2020, 11:17
Terima kasih dokter penjelasan nya πŸ™
Namun mengapa di setiap negara cut off ny bisa berbeda2 ya dok?
Dan apakah ada bermacam2 jenis gen virus ny dlm 1 kategori E, N atau RdRp?
01 Oktober 2020, 11:27
Terimakasih dok. Mohon izin bertanya lebih lanjut, jika pasien dilakukan follow up RT-PCR setelah isolasi mandiri, apa dengan ct value ini dapat digunakan untuk menentukan risiko transmisi pada pasien yang persisten positif?
01 Oktober 2020, 11:35

Terima kasih atas sharingnya dr. Wirya Sp.P 

Dok saya izin bertanya lagi. Untuk gen E, N dan RdRP, benar dok banyak yang memakai biasanya dua, tetapi jika dok salah satu hasilnya misalnya gen E diatas nilai cut off sedangkan RdRp dibawah nilai cut off, apakah ini masuknya ke positif , negatif, atau perlu dilakukan pemeriksaan ulang dok? 

07 Oktober 2020, 21:13
dr.Suyanti, Sp THT-KL
dr.Suyanti, Sp THT-KL
Dokter Spesialis THT
Ikut menyimak doc
01 Oktober 2020, 11:38
terima kasih untuk penjelasamnya dok,
ijin bertanya untuk di Indonesia cut off nya apakah 30 dok? biasany tertulos IC, apakah ini hanya sebuah metode atau ini menggambarkam suatu nilai apa y dok?
01 Oktober 2020, 12:41
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
01 Oktober 2020, 11:17
Terima kasih dokter penjelasan nya πŸ™
Namun mengapa di setiap negara cut off ny bisa berbeda2 ya dok?
Dan apakah ada bermacam2 jenis gen virus ny dlm 1 kategori E, N atau RdRp?
Yaa karena sebenarnya nilai Ct ditentukan oleh reagen kit yg digunakan yaa Dok. Setau sy reagin kit yg digunakan di Indonesia cut offnya 40. Namun pada beberapa alat PCR dengan reagen kit cut off 35-41. Sehingga interpretasi berdasarkan/disesuaikan dengan cut off reagen kit yg digunakan. Kemudian terkait gen  sy kurang paham apa pertanyaannya yaa Dok. Namun perlu dipahami gen E N dan RdRp merupakan bagian struktur virus yaitu E : Envelope, N : Nucleosid, RdRP : RNA depend Rna polimerase
01 Oktober 2020, 12:44
Terimakasih dok utk balasan nya πŸ™πŸ˜Š
Maksudnya Kode RNA virus dri E, N, dan RdRp ny apakah banyak macam ny dok?
01 Oktober 2020, 12:47
dr. Rano Aditomo, Sp.THT-KL
dr. Rano Aditomo, Sp.THT-KL
Dokter Spesialis THT
Ikut nyimak
01 Oktober 2020, 12:47
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
01 Oktober 2020, 12:44
Terimakasih dok utk balasan nya πŸ™πŸ˜Š
Maksudnya Kode RNA virus dri E, N, dan RdRp ny apakah banyak macam ny dok?
Ohh yaa tentunya. Karena jika kita berbicara tentang RNA ato material genetik kita akan membahas lebih lanjut susunan asam amino spesifik yang tentu jumlahnya dalam satu RNA sangat bnyak kodon atau triplet susunannya yaa dok
01 Oktober 2020, 12:49
Lalu bagaimana cara mngetahui itu kode genetik Virus ny atau bukan dok?πŸ™πŸ™
01 Oktober 2020, 12:54
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
01 Oktober 2020, 11:27
Terimakasih dok. Mohon izin bertanya lebih lanjut, jika pasien dilakukan follow up RT-PCR setelah isolasi mandiri, apa dengan ct value ini dapat digunakan untuk menentukan risiko transmisi pada pasien yang persisten positif?
Setau saya Sampai saat ini tidak disarankan untuk menggunakan CT value untuk menentukan resiko penularan ataupun evaluasi klinis yaa dok. Karena itu tadi..nilai CT salah satunya bisa dipengaruhi oleh reagen kit yg digunakan dan selain itu juga dipengaruhi oleh metode ekstrak rna yg digunakan oleh teman analisis dan juga proses lama penyimpanan sampel. Jadi sekali lgi pentingnya pemahaman preanalitik - analitik dan post analitik dalam mengevaluasi hasil lab. Jadi untuk kasus covid ini berdasarkan pedoman terbaru tetap yg penting adalah evaluasi gejala klinis Px selama isman yaa dok. Mungkin seperti itu dok. CMIIW
01 Oktober 2020, 12:58
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
01 Oktober 2020, 11:38
terima kasih untuk penjelasamnya dok,
ijin bertanya untuk di Indonesia cut off nya apakah 30 dok? biasany tertulos IC, apakah ini hanya sebuah metode atau ini menggambarkam suatu nilai apa y dok?
Ohh IC itu artinya Inconclusive yaa dok. Jika gen yg terdeteksi pada alat PCR hnya sebagian sj. Misalnya alat PCRnya mendeteksi Gen N dan E. Namun hsil CT value yg positif hanya pada gen N maka hasilnya akn IC. Pada kondisi  disarankan untuk swab evaluasi ulang
01 Oktober 2020, 13:01
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
01 Oktober 2020, 12:49
Lalu bagaimana cara mngetahui itu kode genetik Virus ny atau bukan dok?πŸ™πŸ™
Karena Gen yg terdeteksi pada alat PCR tersebut sudah dilakukan penelitian dari hasil kultur virus sars cov sebelumnya yaa Mbak. 
01 Oktober 2020, 13:10
Baik dok, terimakasih 😁
01 Oktober 2020, 13:03
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
01 Oktober 2020, 11:35

Terima kasih atas sharingnya dr. Wirya Sp.P 

Dok saya izin bertanya lagi. Untuk gen E, N dan RdRP, benar dok banyak yang memakai biasanya dua, tetapi jika dok salah satu hasilnya misalnya gen E diatas nilai cut off sedangkan RdRp dibawah nilai cut off, apakah ini masuknya ke positif , negatif, atau perlu dilakukan pemeriksaan ulang dok? 

Nahh ini salah contoh kasus seperti yang ditanyakan. Sudah terjawab yaa dok. CMIIW
01 Oktober 2020, 13:06

Baik dok, terima kasih banyak atas sharingnya jadi sudah dapat semua jawabannya πŸ˜ŠπŸ™πŸ» 

03 Oktober 2020, 16:16
Alo Dok,

Sekedar sharing saja, pada pemeriksaan PCR terkadang ada yg hasilnya presumptive/inkonklusive dgn gen E positif dan Rdrp negatif. Pada kasus seperti ini analoginya sama seperti hasil rapid test samar, artinya kecenderungan positifnya lebih besar sehingga harus difollow up PCR lagi dok. Bila hasil follow uo PCR-nya positif kemungkinan baru saja terinfeksi namun bila hasil follow up PCR-nya negatif kemungkinan mulai terjadi penyembuhan. CMIIW
07 Oktober 2020, 14:03

Terima kasih dr. Pika atas sharingnya :)