Pemberian nebulisasi untuk bronkiektasis - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter. Selamat pagi. Izin konsul dok, pasien saya memiliki riwayat penyakit bronkiektasis. Tadi malam, pasien saya mengeluh sesak nafas disertai batuk...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pemberian nebulisasi untuk bronkiektasis

    Dibalas 07 Maret 2024, 08:25
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter. Selamat pagi. Izin konsul dok, pasien saya memiliki riwayat penyakit bronkiektasis. Tadi malam, pasien saya mengeluh sesak nafas disertai batuk berdahak yang semakin memberat dgn frekuensi 3-4x/menit, terdengar suara mengi minimal dari luar, TTV RR 28x/menit, SpO2 88-89% room air, ketika diauskultasi didapatkan suara wheezing dan ronkhi ada. Lalu sy kasih nebu ventolin 1x dan antibiotik Cefixime, gejala batuk berkurang setelah 1 jam kemudian. Tiba-tiba jam 3 malam tadi, pasien saya kembali mengeluh batuk yang sama. Lalu dibawa ke IGD, dilakukan nebulisasi ventolin + budesma. Riwayat obat symbicort, n-asetylsistein, methylprednisolon, paraflu, dan cefixime (diminum 1x tadi malam). Riwayat alergi obat tidak ada.

    Izin bertanya dok, apakah pemberian nebulisasi combivent atau pulmicort boleh diberikan pada pasien bronkiektasis? Terima kasih πŸ™πŸ»

07 Maret 2024, 08:25

ALO Dokter, tata laksana awal bronkiektasi adalah klirens saluran pernapasan untuk menyingkirkan sekresi purulen dari saluran pernapasan, sehingga dapat menurunkan inflamasi dan gejala. Klirens saluran napas bisa dengan nebulisasi cairan salin hipertonik, sementara nebulisasi dengan agen mukolitik sampai sekarang belum didukung oleh bukti ilmiah. 

Nebulasi disertai fisioterapi disarankan untuk dilakukan selama 15–40 menit sebanyak 2–3 kali sehari. Referensi: https://www.alomedika.com/penyakit/pulmonologi/bronkiektasis/penatalaksanaan