Anemia pada anak apakah dapat mengganggu tumbuh kembang seorang anak - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, saya beberapa kali mendapatkan kasus anemia pada anak, dengan hb <10, apakah anemia pada anak dapat mengganggu tumbuh kembang seorang anak? Lalu...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Anemia pada anak apakah dapat mengganggu tumbuh kembang seorang anak

    25 Januari 2022, 19:48
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter, saya beberapa kali mendapatkan kasus anemia pada anak, dengan hb <10, apakah anemia pada anak dapat mengganggu tumbuh kembang seorang anak? Lalu bagaimana pemberian preparat besi yang benar untuk anak? Bagaimana efek samping dan apa yang terjadi jika terdapat overdose preparat besi? Terima kasih

25 Januari 2022, 20:04
dr.Maria sardiana Arvit
dr.Maria sardiana Arvit
Dokter Spesialis Kandungan
Alo dokter .
Saya pernah berhubungan intim pada saat mensturasi.
25 Januari 2022, 20:44

Alo, Dokter! Ijin berdiskusi dok.

Pada beberapa referensi yang saya baca, untuk anemia pada anak memiliki efek jangka panjang dan efek jangka pendek. 

Untuk jangka pendek terdapat beberapa gejala, yaitu:

  • perkembangan otak terhambat
  • resiko diare meningkat
  • resiko ISPA meningkat
  • gangguan pola tidur
  • terganggunya perkembangan motorik

Untuk jangka panjang terdapat beberapa gejala, yaitu:

  • terjadi penurunan kognitif
  • imunitas menurun
  • keterbatasan aktivitas fisik

Anemia pada anak memang mempengaruhi 5 aspek tumbuh kembang anak, yaitu kognitif, fisik, emosi,bahasa dan sosial.

Untuk pemberian zat besi pada anak tentunya perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium (Fe, TIBC, Feritin).  Berikut adalah kebutuhan zat besi berdasarkan usia,

  • Usia 0-6 bulan membutuhkan 0,3 mg zat besi per hari (terpenuhi melalui ASI eksklusif).
  • Usia 7-11 bulan membutuhkan 7-11 mg zat besi per hari.
  • Usia1-3 tahun (batita) membutuhkan 7 mg zat besi per hari.

 

Untuk terapi zat besi (oral) pada anak dengan anemia  adalah besi elemental dengan dosis 3 mg/kgBB sebelum makan atau 5mg/KgBB setelah makan. Disertai dengan pemberian vitamin C 2 x 50mg untuk meningkatkan absorpsi zat besi dan pemberian asam folat 2 x 5-10 mg/hari untuk meningkatkan aktifitas eritropoiesis. Dievaluasi pemeriksaan darah rutin setelah 1 bulan terapi, bila terjadi perbaikan maka terapi besi dapat dilanjutkan selama 3 bulan untuk kemudian dievaluasi kembali. Namun bila tidak ada perbaikan sebaiknya pasien dirujuk sp.A untuk mencari kemungkinan penyebab lainnya.

Efek yang paling sering ditemukan adalah gangguan saluran pencernaan (diare,muntah,konstipasi, perubahan warna tinja). suplemen zat besi jarang menimbulkan overdosis atau efek samping berat, akan tetapi perlu diwaspadai pemberiannya pada bayi prematur. Pemberian zat besi berlebihan pada bayi prematur diduga bisa memicu atau memperburuk kondisi necrotizing enterocolitis atau retinopati.

 

 

Sekian dokter, Mungkin ada pendapat dari Ts lainnya.

Berikut beberapa referensi yang saya baca,CMIIW

https://www.alomedika.com/efektivitas-dan-keamanan-suplementasi-zat-besi-rutin-pada-bayi-usia-6-24-bulan

https://www.alomedika.com/komunitas/topic/anemia-defisiensi-besi-pada-anak

https://www.alodokter.com/penanganan-anemia-pada-anak-dan-gejala-apa-saja-yang-harus-diperhatikan

https://www.alomedika.com/penyakit/hematologi/anemia-defisiensi-besi/penatalaksanaan

https://www.idai.or.id/professional-resources/pedoman-konsensus/suplemen-zat-besi