Allopurinol pada Tatalaksana Acute Gout - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo docs.. Ini sebenarnya pertanyaan yg sudah lama saya pikir2kan hehe..Jadi kalau di FK dan saat mau UKDI dulu kan kita diajari bahwa Allopurinol tidak...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Allopurinol pada Tatalaksana Acute Gout

    Dibalas 23 Desember 2022, 08:01

    Alo docs.. Ini sebenarnya pertanyaan yg sudah lama saya pikir2kan hehe..

    Jadi kalau di FK dan saat mau UKDI dulu kan kita diajari bahwa Allopurinol tidak boleh diberikan pd acute gout krn bisa induce flare dan prolong pain. Terapi yg disarankan adalah NSAID atau colchicine.. Namun pada praktek sehari2, saya sendiri merasa bahwa pasien jarang membaik kalau hanya NSAID saja.. Dan konsekuensinya pasien bisa tdk kontrol akibat tdk merasa perbaikan, selain itu jg masalah utamanya yaitu hiperuricaemia jadi tdk teratasi.. Sehingga di praktek sehari2 saya sering memberikan NSAID+allopurinol pada acute gout dan perasaan saya sih pasien2 improvementnya lebih baik..

    Saat saya baca jurnal2 terbaru, ternyata ada jg yg sepakat bahwa allopurinol tidak memberikan efek negatif spt itu pada acute gout.. Berikut saya lampirkan bbrp artikel:

    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/25807090/

    https://www.medpagetoday.com/rheumatology/generalrheumatology/50902

    Kalau TS sekalian bagaimana pengalamannya dalam treatment acute gout ini? di praktek sehari2? Krn mungkin pendapat saya ini subjektif ya (mungkin saja hanya kebetulan bahwa pasien2 yg saya treat allopurinol di fase akut mengalami perbaikan dibandingkan tanpa allopurinol).. Mohon sharingnya ^^

    Thanks..

09 Oktober 2018, 09:23

Alo dokter Sherly!

Menurut artikel alomedika (https://www.alomedika.com/peran-injeksi-asam-hyaluronat-dalam-osteoarthritis) allopurinol tidak disarankan pada fase akut.

Memang menurut AAFP, penelitian-penelitian terbaru menyebutkan bahwa allopurinol tidak memperburuk akut gout APABILA diberikan bersama dengan NSAID dan Kolkisin. (https://www.aafp.org/afp/2014/1215/p831.html)

Pada studi yang dokter cantumkan, dapat dilihat bahwa kolkisin tetap diberikan kepada pasien, sehingga hasil yang didapatkan menjadi bias. Jumlah akhir pasien yang mendapat perlakuan juga kecil dok, yaitu hanya 31 subjek studi. Kemudian, kriteria inklusi subjek studinya sangat spesifik (harus punya tofus, atau >1 gout akut dalam setahun atau punya nefrolithiasis), sehingga sulit untuk mengetahui apakah hasil studi ini dapat diterapkan pada pasien serangan gout secara general.

Kalo saya sendiri, masih tetap menggunakan kolkisin pada fase akut dok. Hal ini karena efektifitasnya sudah terbukti cukup baik. Kolkisin mampu meredakan peradangan dalam 18-48 jam dengan mencegah fagositosis kristal urat. sehingga relieve gejala pada pasien cepat tercapai dok. Nah setelah itu baru saya pakai allopurinol. Untuk allopurinol sendiri kerjanya dengan menghambat pembentukan asam urat. 

09 Oktober 2018, 11:22
Menurut, 2012 American College of Rheumatology Guidelines for Management of Gout Arthritis, untuk tatalaksana akut difokuskan pada terapi akutnya sehingga untuk tatalaksana radang sendi akut biasa diberikan NSAID/steroid/kolkisin. Untuk terapi allopurinol dapat ditunda dahulu sampai masa akutnya terlewati, karena pemberian allopurinol juga tidak dapat menurunkan kadar asam urat secara cepat sehingga tidak berpengaruh signifikan pada terapi fase akut.. Semoga bermanfaat ya dok 😊

22 Desember 2022, 20:57
Namun di tempat tugas saya kolsiklin tidak karna daerah terpencil. Yang ada hanya dexa atau m.prednisolon. saya biasa memberikan NSAID dan Steroid saja dok.
Saya jarang memberikan Allupurinol, karna efek samping nya sering terjadi tofi dok.
Apa kah boleh dikasi terus menerus dok NSAID dengan M.prednisolon dan cyanocobalt aja?
23 Desember 2022, 08:01

ALO dr. Debut, penggunaan prednisolon jangka panjang memiliki risiko efek samping berat, seperti glaukoma, hipertensi, mudah terkena infeksi, dan ulkus peptikum. Sebaiknya hanya diberikan saat fase akut saja.

Efek samping metilprednisolon: https://www.alomedika.com/obat/obat-endokrin/kortikosteroid/methylprednisolone/efek-samping-dan-interaksi-obat

Tata laksana hiperurisemia: https://www.alomedika.com/penyakit/nefrologi/hiperurisemia/penatalaksanaan

09 Oktober 2018, 09:57
terima kasih untuk ilmunya dr.Bedry! 😁
Permasalahan yg saya hadapi, terkadang d klinik tdk ada colchicine, dok.. 😞lalu seingat saya kl waktu mau UKDI dl diajari bahwa untuk akut bs diberi NSAID dl, sampai asimtomatik, baru ditambah/diganti allopurinol.. namun bbrp kasus yg saya temui, dgn NSAID saja tidak asimtomatik2.. ^^' maka kadang langsung saja saya kombinasi.. Menurut pengalaman dokter, seandainya tdk ada colchicine, kira2 manakah yg lebi efektif dan empiris.. apakah langsung NSAID+allopurinol, atau NSAID baru stelah asimtomatik diberi allopurinol? Ataukah NSAID perlu ditambah steroid agar asimtomatiknya lebih cepat (mengingat pasien sering tidak sabaran)?
09 Oktober 2018, 10:08

Bisa dok diberikan tambahan steroid pada fase akut asalkan tidak ada komorbiditas seperti TB atau DM, lengkapnya ada di link alomedika yang saya berikan sebelumnya.

Allopurinol boleh saja diberikan dok, tapi tidak sebagai penatalaksanaan tunggal. Jadi tetap dibarengi NSAID atau Kolkisin atau Steroid.

Edukasi pasien juga penting dok untuk modifikasi gaya hidup. Karena,, percuma kita obati kalo pasien masih terus konsumsi diet tinggi purin.

09 Oktober 2018, 11:16
terima kasih banyak infonya dok.. bermanfaat sekali πŸ˜€
09 Oktober 2018, 13:02
terima kasih ilmunya,dr.Aldy πŸ˜€