DLBS2411 sebagai Gastroprotektor dan Terapi Ulkus Peptikum Tanpa Perdarahan

Oleh :
dr.Eva Naomi Oretla

DLBS2411 merupakan salah satu fitofarmaka yang telah diteliti penggunaannya sebagai gastroprotektor dan terapi ulkus peptikum tanpa perdarahan (non bleeding peptic ulcer). Dalam beberapa tahun terakhir ini, memang telah terdapat banyak penelitian untuk mengembangkan potensi penggunaan ekstrak herbal untuk pengobatan .[1,3]

DLBS2411 merupakan fraksi bioaktif yang mengandung Cinnamomum burmannii (kayu manis), yang kaya akan molekul fitokimia bioaktif dan banyak tersedia di Indonesia. Melalui beberapa studi uji klinis sebelumnya, C. burmannii telah terbukti dapat memengaruhi aktivitas hidrogen kalium adenosin trifosfat (H+/K+ ATPase) dan menurunkan regulasi ekspresi gen.[1-3]

DLBS2411terapiUlkusPeptikum

Selain berperan dalam supresi ekspresi gen yang memproduksi pompa proton sehingga produksi asam lambung menurun, DLBS2411 juga bertindak sebagai mukoprotektor gaster.[1-3]

Mekanisme kerja DLBS2411 sebagai gastroprotektor

DLBS2411 berperan sebagai antiulserasi dengan mekanisme down-regulating proton pump H+/K+ ATPase, sehingga akan menghambat sekresi asam lambung dan menurunkan produksi asam lambung. Selain itu, DLBS2411 dapat meningkatkan produksi mukus gaster sehingga  meningkatkan faktor defensif pada mukosa gaster (gastroprotektor).[1,3,4]

DLBS2411 menginhibisi pompa proton

Secara fisiologis, ekspresi pompa proton akan menstimulasi ekspresi mRNA yang berperan dalam produksi protein pompa proton, serta meningkatkan aktivitas H+/K+ ATPase. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ion H+, sehingga produksi asam lambung meningkat.[1,3,4]

DLBS2411 memiliki mekanisme kerja sebagai inhibitor pompa proton natural, yang bekerja dengan cara mereduksi ekspresi gen mRNA  H+/K+ ATPase pada sel parietal gaster. Kemudian, produksi asam lambung pompa proton akan menurun.[3,4]

DLBS2411 meningkatkan sekresi mukus gaster

Mukus gaster merupakan salah satu faktor defensif fisiologis yang berperan dalam homeostasis proteksi dari gaster. Studi oleh Tjandrawinata et al (2020) melaporkan bahwa DLBS2411, dengan dosis 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB, secara signifikan memberikan efek antiulseratif dan gastroprotektif.  Studi ini membuktikan adanya pengurangan luas area ulkus pada hewan uji tikus.[1]

Pada studi tersebut, tingkat ulserasi sel epitel gaster berdasarkan data histopatologis pada kelompok kontrol negatif dilaporkan lebih buruk daripada kelompok terapi DLBS2411 dan kelompok kontrol positif. Selain itu, kelompok terapi DLBS2411 dengan dosis 50 mg/kgBB memiliki efek gastroprotektif yang lebih signifikan daripada kelompok dosis 25 mg/kgBB.[1]

Signifikansi gastroprotektif kelompok terapi DLBS2411 dosis 50 mg/kgBB hampir menyerupai sukralfat dosis 100 mg/KgBB dalam beberapa parameter histopatologis, seperti indeks lesi ulseratif, persentase rasio kesembuhan, persentase luas area lesi, jumlah ulkus, dan permukaan ulkus. Berdasarkan studi hewan uji ini, dapat disimpulkan bahwa DLBS2411 memiliki efek gastroprotektif melalui peningkatan sintesis dan sekresi gaster.[1]

Efek gastroprotektif juga terjadi karena aktivitas antioksidatif pada DLBS2411,  sehingga terjadi pembentukan nitric oxide (NO) endothelial dan stimulasi siklooksigenase-2 (COX-2). Kondisi ini akan meningkatkan sekresi mukus dan bikarbonat sel epitel lambung.[1,4,5]

Studi efikasi dan profil keamanan DLBS2411 pada ulkus peptikum tanpa perdarahan

Wibawa et al (2021) melakukan studi prospektif acak tersamar ganda, yang belum dipublikasikan, dengan melibatkan 32 pasien penderita ulkus peptikum tanpa perdarahan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efikasi DLBS2411 dalam penyembuhan dan perbaikan klinis ulkus peptikum bila dibandingkan dengan omeprazole.[6]

Omeprazole dosis 40 mg sekali sehari digunakan pada kelompok kontrol, sedangkan DLBS2411 dosis 250 mg diberikan 2 kali sehari pada kelompok uji.[6]

Efikasi DLBS2411 vs Omeprazole pada studi prospektif oleh Wibawa et al

Hasil primer dari studi prospektif ini menunjukkan bahwa terdapat perbaikan yang signifikan pada penyembuhan ulkus peptikum berdasarkan evaluasi gastroskopi, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok uji. DLBS2411 memiliki efikasi yang setara dengan omeprazole pada ulkus peptikum tanpa perdarahan dengan perbaikan ulkus menyeluruh 86,7% vs 78,6%.[6]

DLBS2411UlkusPeptikum

Sementara, hasil sekunder studi ini menunjukkan DLBS2411 secara signifikan memperkecil ukuran ulcer berturut-turut 79,29% dan 90,45% dari nilai baseline setelah 4 dan 8 minggu terapi.[6]

DLBS2411UlkusPeptikum2

Pada kedua kelompok, dilaporkan DLBS2411 menunjukkan tren perbaikan gejala mual, muntah, dan kembung lebih besar dibandingkan omeprazole.[6]

DLBS2411UlkusPeptikum3

Selain itu, hasil sekunder dalam uji prospektif ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan baseline yang signifikan hingga minggu ke-8 dari DLBS2411 dan omeprazole, dalam kualitas penyembuhan ulkus yang dinilai berdasarkan kadar bFGF (basic Fibroblast Growth Factor), COX-2, dan kadar MUC-5AC untuk menilai ketebalan mukosa gaster.[6]

Profil keamanan DLBS2411 vs Omeprazole pada studi prospektif oleh Wibawa et al

Selama masa studi prospektif berlangsung, yaitu 8 minggu, tidak terdapat perubahan tanda vital pasien (nadi, tekanan darah, dan laju respirasi) pada kedua kelompok. Hasil parameter laboratorium, yaitu fungsi hati dan fungsi ginjal, juga tidak mengalami perubahan pada kedua kelompok, baik sebelum maupun sesudah intervensi. Berdasarkan studi jangka pendek ini, dapat disimpulkan bahwa DLBS2411 dapat ditoleransi dengan baik.[6]

Manfaat DLBS2411 sebagai antioksidan

DLBS2411 dapat menjadi salah satu pilihan fitofarmaka untuk kondisi ulkus peptikum tanpa perdarahan, karena manfaatnya sebagai gastroprotektor. DLBS2411 sebagai inhibitor alami pompa proton dan juga antioksidan, sehingga dapat menurunkan hiperasiditas pada gaster.[1,4,5]

Efek antioksidan akan menekan ROS

Beberapa studi penelitian melaporkan bahwa sebagian besar faktor yang memicu hiperasiditas dimediasi oleh ROS (reactive oxygen species). ROS dapat didefinisikan sebagai molekul kimia reaktif yang elektron bebas pada outer orbital. Salah satu efek negatif ROS pada gaster adalah menyebabkan hiperasiditas dan kerusakan oksidatif pada mukosa gaster, yang dapat mengakibatkan ulkus peptikum.[5,7,8]

Fitofarmaka DLBS2411 dapat menekan ROS melalui efek antioksidan  yang terkandung pada fraksi bioaktif C. burmannii, yaitu senyawa polifenol dan sinamaldehid.[5-8]

Efek antioksidan akan memperbaiki aliran darah mukosa

Efek antioksidan pada DLBS2411 dapat meningkatkan fosforilasi IKKα serta mengaktifkan faktor NF-κB, yang kemudian akan menstimulasi sintesis mukus dan memperbaiki aliran darah mukosa (mucosal blood flow) melalui peningkatan produksi nitric oxide (NO).[5,9,10]

Peningkatan kadar faktor NF-κB berperan dalam peningkatan mucus synthesis pathway, dengan meningkatkan COX-2 dan ekspresi PGE2. Kondisi ini kemudian akan meningkatkan gen MUC5AC, sehingga terjadi peningkatan produksi mukus gaster yang akan memproteksi gaster dari faktor agresif.[5,9,10]

Kesimpulan

DLBS2411 merupakan fitofarmaka dengan fraksi bioaktif Cinnamomum burmannii (kayu manis), yaitu Obat Modern Asli Indonesia. Uji preklinis telah membuktikan bahwa DLBS2411 memiliki farmakodinamik antiulserasi melalui mekanisme supresi produksi asam lambung, proteksi mukosa gaster, serta efek antioksidan.

DLBS2411 memiliki peran ganda sebagai penghambat pompa proton dan down-regulator proton pump H+/K+ ATPase. Studi prospektif jangka pendek menunjukkan bahwa pemberian DLBS2411 dosis 250 mg dua kali sehari untuk terapi ulkus peptikum tanpa perdarahan terbukti dapat memperbaiki gejala klinis dan menyembuhkan ulkus peptikum, di mana signifikansinya sama dengan pemberian omeprazole. Selain itu, DLBS2411 juga terbukti memiliki profil keamanan yang baik serta dapat ditoleransi dengan baik.

Namun, tetap diperlukan studi klinis dengan populasi yang lebih besar dan jangka waktu lebih lama, terutama double-blind randomized controlled trial (RCT), untuk membuktikan efikasi, efektivitas, dan keamanan dari DLBS2411 untuk gastroprotektor dan terapi ulkus peptikum tanpa perdarahan.

Referensi