Panduan Klinis Diet untuk Orang dengan Sindrom Nefrotik

Oleh dr. Hunied Kautsar

Orang dengan sindrom nefrotik harus mengatur diet akibat terjadinya kerusakan pada ginjal. Kerusakan ini menyebabkan protein yang biasanya disimpan dalam plasma darah terlepas ke dalam urin. Protein membantu meregulasi jumlah cairan di dalam aliran darah. Banyaknya protein yang terbuang melalui urin menyebabkan cairan keluar dari aliran darah dan masuk ke jaringan sehingga menyebabkan bengkak (edema).[1]

Selain mengalami proteinuria, penderita sindrom nefrotik juga mengalami hipoalbuminemia dan hiperlipidemia, Oleh karena itu, penderita sindrom nefrotik, disarankan untuk mengikuti pola makan rendah sodium, rendah lemak dan rendah kolesterol.

Sumber: Esbenklinker, Depositphotos. Sumber: Esbenklinker, Depositphotos.

Asupan protein bagi penderita sindrom nefrotik tidak perlu dibatasi. Asupan protein yang disarankan adalah 1,5-2 gram/kg per hari. Asupan kalori dari lemak tidak boleh melebihi 30% dan konsumsi lemak jenuh harus dihindari.

Jenis Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari atau Dapat Dikonsumsi

Diet rendah sodium membatasi asupan sodium per hari antara 1500-2000 mg per hari[2-4]

Jenis Makanan Harus Dihindari Dapat Dikonsumsi
Keju Keju yang sudah diproses seperti saus keju keju keras
Susu - Susu rendah lemak

Puding / pai susu

Es krim

Yogurt

Daging Daging olahan seperti sosis, bakso, smoked beef, kornet. Daging segar atau beku yang belum diolah
Daging ayam

Chicken nuggetChicken wings siap saji

Ikan Ikan dalam kemasan seperti sarden siap saji

Ikan asin

Ikan segar
Roti Roti kering yang sudah diproses Roti tawar putih atau roti tawar gandum

Pancake

Waffle

Biskuit

Nasi Nasi siap saji dalam kemasan Nasi putih atau nasi merah
Sereal - Sereal gandum polos
Kentang Keripik kentang dalam kemasan Kentang rebusKentang goreng tanpa garam
Mi Mi Instan

Mi telur atau mi pabrikan lainnya

Homemade pasta
Buah - Buah segar

Buah dalam kaleng

Buah beku

Sayuran Asinan sayur/acar

Sayuran yang sudah diasinkan

Jus sayuran dalam kemasan

Sayuran segar

Sayuran beku

Sayuran dalam kaleng yang rendah sodium

Makanan ringan Makanan ringan dalam kemasan

Potato chips

Popcorn

Sup dalam kaleng

Coklat

Sup yang dimasak sendiri tanpa garam

Bumbu Garam

Monosodium Glutamate (MSG)

Olives (zaitun)

Barbeque sauce

Saus dan sambal botol/dalam kemasan

Kecap

Mustard

Salad Dressing seperti saus Thousand Island

Cabe bubuk

Bubuk kari

Cengkeh

Pala

Lada hitam dan putih

Cuka

Bawang putih dan bawang putih bubuk

Bawang bombay

Paprika

Daun salam

Daun kemangi

Lemak Lemak dari daging Mentega

Margarin

Minyak sayur

Mayonnaise

Minuman Minuman ringan berkarbonasi (soft drink)

Jus buah dalam kemasan

Minuman penambah energi (energy drink)

Air mineral

Definisi dari Klaim Rendah Sodium Pada Kemasan Makanan

Tulisan Pada Kemasan Makanan Definisi
Bebas sodium (sodium-free)

Kurang dari 5 mg sodium per takaran saji
Bebas garam (salt-free)

Sama dengan bebas sodium
Rendah sodium (low sodium)

Sama dengan atau kurang dari 140 mg sodium per takaran saji
Sangat rendah sodium (very low sodium)

Sama dengan atau kurang dari 35 mg sodium per takaran saji
Reduced sodium Paling tidak mengandung 25% sodium yang lebih rendah jika dibandingkan dengan produk yang tidak berlabel "reduced sodium"
Light in sodium Mengandung 50% sodium yang lebih rendah jika dibandingkan dengan makanan yang memiliki lebih dari 40 kalori per takaran saji atau makanan yang mengandung lemak lebih dari 3 gram per takaran saji.
Tanpa garam (Unsalted, no added salt, without added salt) Garam tidak ditambahkan selama proses pembuatan makanan

Kesalahpahaman Mengenai Sodium

  • Kontributor terbesar dari asupan sodium bukanlah garam meja atau garam dapur. Hampir 75% dari sodium yang dikonsumsi berasal dari sodium yang ditambahkan ke dalam makanan olahan (processed food) dan makanan yang dibeli dari restoran. Hal ini mempersulit pasien untuk membatasi asupan sodium karena sodium tersebut sudah ditambahkan ke dalam makanan bahkan sebelum mereka membelinya.
  • Sodium tidak identik dengan rasa asin. Makanan dan minuman olahan yang manis juga banyak mengandung sodium.
  • Minuman ringan dalam kemasan (soft drink, energy drink dan jus buah dalam kemasan) walaupun rasanya manis juga banyak mengandung sodium.
  • Pasien dengan sindrom nefrotik tidak disarankan untuk berhenti mengkonsumsi garam, melainkan mengkonsumsi garam dalam jumlah yang tepat. Sodium adalah nutrisi yang penting untuk mengontrol tekanan darah dan memastikan saraf dan otot bekerja sebagaimana mestinya.
  • Sea salt tidak mengandung sodium yang lebih rendah dari table salt.

  • Sodium dosis tinggi tidak hanya ditemukan dalam makanan. Beberapa obat yang dijual bebas juga mengandung sodium dosis tinggi. Oleh karena itu disarankan untuk selalu membaca keterangan pada kemasan obat.[3]

Cara Mengontrol Asupan Lemak dan Kolesterol

  • Batasi konsumsi telur yakni maksimal 2 telur per minggu, atau konsumsi hanya putih telurnya saja
  • Konsumsi daging tanpa lemak, daging ayam saja tanpa kulitnya, perbanyak konsumsi ikan dan kacang-kacangan.
  • Gunakan minyak yang lebih sehat seperti olive oil, canola oil, dan minyak kelapa (bukan minyak kelapa sawit).
  • Hindari konsumsi lemak jenuh (produk yang mengandung susu dan lemak hewani) dan hentikan konsumsi trans fat (banyak terkandung di dalam makanan olahan dan makanan siap saji)[5]

Bergantung pada kondisi klinis, beberapa penderita sindrom nefrotik harus membatasi konsumsi air, terutama bagi yang mengalami edema yang persisten. Semua makanan atau minuman yang berbentuk cair dalam suhu ruangan terhitung sebagai asupan air. Asupan air dapat dibatasi sesuai dengan Insensible Water Loss (IWL) ditambah jumlah urin hari sebelumnya. [6]

 Cara Untuk Membatasi Konsumsi Air Per Hari

  • Hitung asupan air setiap hari dengan mengukur volume gelas atau botol minum favorit pasien dan gunakan selalu gelas atau botol minum tersebut untuk minum.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang asin karena lebih cepat menyebabkan haus.
  • Es teh atau lemonade lebih bisa menghilangkan haus daripada minuman berkarbonasi (soda).
  • Mengunyah permen karet atau permen yang keras dapat membantu menghilangkan haus.
  • Berkumur dengan air dingin dapat membantu mengurangi rasa haus.
  • Menghisap lemon dapat merangsang saliva dan melembabkan rongga mulut.
  • Menghindari panas matahari dapat membantu mengurangi rasa haus selama siang hari

Referensi