tata laksana fraktur cervical post KLL - Diskusi Dokter

general_alomedika

sharing kasus dok.laki2 37th datang dengan keluhan nyeri pada leher setelah KLL.MOI tidak jelas.VS batas normal GCS E4V5M6pada pemeriksaan tampak jejas pada...

Diskusi Dokter

  • tata laksana fraktur cervical post KLL

  • sharing kasus dok.

    laki2 37th datang dengan keluhan nyeri pada leher setelah KLL.

    MOI tidak jelas.

    VS batas normal GCS E4V5M6

    pada pemeriksaan tampak jejas pada leher belakang.

    motorik 5555/5555

    dilakukan xray terlampir. didapatkan kesan faktur C6+kompresi C7. kesan fraktur jg interaeticularis.

    tatalaksana untuk pasien ini bagaimana? apakah perlu pemeriksaan penunjang lain?


    trimakasih.

    Alo Dok,

    kalau dari yang Saya baca, untuk kasus-kasus kecurigaan trauma spinal maka akan lebih baik dilakukan CT scan dan atau MRI cervical (jika tersedia) untuk memastikan cedera-cedera primer dan sekunder apa saja yang didapat oleh pasien.

    Untuk tatalaksana selama di rumah sakit, perlu diperiksa dulu apakah memang frakturnya stabil atau tidak, (biasanya dinilai dari GCS, ada tidaknya defisit neurologis fokal, keluhan nyeri menetap dan memberat, dan juga ada tidaknya tenderness di cervical posterior. apabila termasuk yang stabil dan ringan.  Pada fraktur yang ringan dan stabil dapat diberikan cervical brace yang dipasang selama 6-8 minggu.  Pada kondisi fraktur yang tidak stabil dapat dipertimbangkan untuk operasi. Medikamentosa yang dianjurkan dari Medscape adalah steroid terutama untuk pasien-pasien dengan trauma cervical dan defisit neurologis yang teramati 8 jam sejak kejadian. Mungkin rekan-rekan dokter lainnya dapat menambahkan, terima kasih...

     

     

    Alo Dok, 

    maaf ingin menambahkan sedikit mengenai guidelines yang saya temukan, mungkin dapat membantu, Dok....

    https://evidencebasedpractice.osumc.edu/Documents/Guidelines/CervicalSpineTrauma.pdf  

    saya belum menemukan untuk tatalaksana dari ATLS atau pun dari kolegium dokter bedah/trauma center lainnya...mungkin dapat dibantu dari rekan lainnya... terima kasih

      Willy
    Anggota

    Alo Dokter Jeffry,

    Setuju dengan dokter Ranti, cuma untuk penggunaan steroid pada spinal cord injury menjadi kontroversi karena beberapa efek sampingnya seperti infeksi dan avascular nekrosis, tidak sebanding dengan benefitnya. (Walaupun benefit sekecil apapun sangat berarti buat pasien yang mengalami defisit neurologis). Karena steroid yang diberikan dosis besar.

    Jadi untuk steroid tetap boleh diberikan, tetap dalam jangka waktu 8 jam setelah kejadian, dan si dokter sudah siap bila terjadi efek samping.

    Terima kasih.

    sumber: https://emedicine.medscape.com/article/793582-treatment#d11

     

      dr. Andre
    Moderator

    Kasus yang dr Jeffry share semuanya menarik yah.. Semoga bisa menambah ilmu kita semua yang membacanya.

    Sedikit menambahkan jawaban dr. Ranti dan dr. Willy, kalau melihat gambar rontgennya, sepertinya ini adalah clay-shoveler's fracture, fraktur avulsi pada prosesus spinosus yang umum terjadi pada C7 tapi dapat terjadi antara C6-T3. Fraktur ini sendiri stabil dan dapat ditata laksana secara konservatif menggunakan analgesik saja.

    Walau demikian, dokter harus mewaspadai kemungkinan dislokasi sendi Facet dan kompresi korpus vertebra. Mengingat pada kasus ini terdapat kompresi C7 dan sendi facet C6-7 tidak terlihat, sebaiknya dilakukan CT tulang belakang untuk memastikan ada tidaknya cedera tidak stabil pada sendi facet.

    dr. Ranti Phussa
    Oct 03, 2018 at 08:00 am

    Alo Dok, 


    maaf ingin menambahkan sedikit mengenai guidelines yang saya temukan, mungkin dapat membantu, Dok....


    https://evidencebasedpractice.osumc.edu/Documents/Guidelines/CervicalSpineTrauma.pdf  


    saya belum menemukan untuk tatalaksana dari ATLS atau pun dari kolegium dokter bedah/trauma center lainnya...mungkin dapat dibantu dari rekan lainnya... terima kasih

    trimakasih dokter analisa nya..

    Willy
    Oct 03, 2018 at 08:12 am

    Alo Dokter Jeffry,


    Setuju dengan dokter Ranti, cuma untuk penggunaan steroid pada spinal cord injury menjadi kontroversi karena beberapa efek sampingnya seperti infeksi dan avascular nekrosis, tidak sebanding dengan benefitnya. (Walaupun benefit sekecil apapun sangat berarti buat pasien yang mengalami defisit neurologis). Karena steroid yang diberikan dosis besar.


    Jadi untuk steroid tetap boleh diberikan, tetap dalam jangka waktu 8 jam setelah kejadian, dan si dokter sudah siap bila terjadi efek samping.


    Terima kasih.


    sumber: https://emedicine.medscape.com/article/793582-treatment#d11


     

    trimakasih dok untuk informasinya

    dr. Andre
    Oct 03, 2018 at 14:40 pm

    Kasus yang dr Jeffry share semuanya menarik yah.. Semoga bisa menambah ilmu kita semua yang membacanya.


    Sedikit menambahkan jawaban dr. Ranti dan dr. Willy, kalau melihat gambar rontgennya, sepertinya ini adalah clay-shoveler's fracture, fraktur avulsi pada prosesus spinosus yang umum terjadi pada C7 tapi dapat terjadi antara C6-T3. Fraktur ini sendiri stabil dan dapat ditata laksana secara konservatif menggunakan analgesik saja.


    Walau demikian, dokter harus mewaspadai kemungkinan dislokasi sendi Facet dan kompresi korpus vertebra. Mengingat pada kasus ini terdapat kompresi C7 dan sendi facet C6-7 tidak terlihat, sebaiknya dilakukan CT tulang belakang untuk memastikan ada tidaknya cedera tidak stabil pada sendi facet.

    sama2 dan trimakasih dok. semoga bermanfaat untuk kita semua.

    trimakasih juga untuk responnya. informatif.