Seorang laki-laki (remaja/dewasa muda) datang dengan keluhan lesi pada wajah - Diskusi Dokter

general_alomedika

Hari ke-4 sebelum pemeriksaan:* Awalnya muncul lenting berisi cairan (vesikel) di area wajah (terutama hidung dan pipi).* Tidak disertai demam, malaise, atau...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Seorang laki-laki (remaja/dewasa muda) datang dengan keluhan lesi pada wajah

    Dibalas 2 jam yang lalu
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Hari ke-4 sebelum pemeriksaan:


    * Awalnya muncul lenting berisi cairan (vesikel) di area wajah (terutama hidung dan pipi).
    * Tidak disertai demam, malaise, atau gejala sistemik sebelumnya.
    * Tidak ada riwayat nyeri hebat mendahului lesi (jika memang tidak ada, bisa ditegaskan).


    Perjalanan lesi:


    * Vesikel kemudian pecah/kolaps dan berubah menjadi lesi kehitaman (krusta/hiperpigmentasi).
    * Lesi bertambah jumlahnya dan menyebar di area wajah.
    * Tidak dilaporkan adanya sekret purulen yang jelas (sesuaikan jika ada).
    * Keluhan gatal/nyeri (tambahkan sesuai anamnesis—misalnya ringan/tidak signifikan).


    Kondisi saat ini:


    * Tampak multiple lesi pada wajah berupa:
        * Papul/krusta kehitaman
        * Beberapa tampak seperti bekas vesikel
        * Distribusi dominan di regio nasal dan perioral
    * Tidak disertai demam
    * Kondisi umum baik


    Mohon advice nya dok dengan kondisi pemuda ini

2 jam yang lalu
Halo, Dok !Memahami kondisi pasien yang lesinya bertambah banyak tentu cukup mengkhawatirkan baginya, apalagi lokasinya di wajah yang sangat terlihat.

Secara klinis, kalau kita lihat dari fotonya, memang tampak vesikel yang sudah  yang sebagian sudah mengering menjadi krusta di area hidung dan sekitar mulut. Menariknya, tidak ada demam atau gejala sistemik, yang berarti ini murni masalah kulit lokal.

Berikut adalah pendekatan diagnosis dan terapi yang bisa kita diskusikan: ​Apa Fenomena yang Terjadi ? ​Fenomena utama yang terlihat adalah Autoinokulasi. Ini sering terjadi pada pasien laki-laki, di mana bakteri atau agen penyebab berpindah dari satu titik ke titik lain melalui sentuhan tangan atau gesekan saat membersihkan wajah. Kurangnya sekret mukopurulen yang aktif mungkin menunjukkan bahwa lesi ini berada pada fase subakut atau memang infeksinya bersifat superfisial (dangkal). ​2. Diagnosis Banding (DD) ​Untuk menentukan terapi yang paling pas, kita bisa menimbang beberapa kemungkinan ini: 1. Impetigo Non-Bulosa (Krustosa): Ini kecurigaan terkuat. Meski pasien merasa tidak ada sekret, adanya krusta tipis di atas papul sering kali merupakan sisa eksudat yang mengering. 2. Dermatitis Perioral: Sangat mungkin terjadi jika pasien punya riwayat memakai salep sembarangan (terutama yang mengandung steroid) atau penggunaan masker yang lembap. 3. Folikulitis: Peradangan di akar rambut, mengingat lokasinya juga mengenai area pertumbuhan kumis. 4. Erupsi Akneiformis: Jika lesinya muncul serentak dan bentuknya hampir seragam (monomorfik), perlu ditanyakan apakah pasien sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. ​3. Rencana Terapi & Edukasi
​Agar pasien merasa nyaman dan pengobatan efektif, berikut langkah yang bisa diambil: 1. Terapi Topikal: Sebaiknya kita berikan antibiotik topikal seperti Mupirocin 2% atau Asam Fusidat. Oleskan tipis-tipis 2-3 kali sehari setelah wajah dibersihkan. 2. Kebersihan (Hygiene): Edukasi pasien untuk tidak memencet atau mengopek lesi, karena tangan adalah media penularan utama ke area wajah yang sehat. 3. Pembersih Wajah: Sarankan menggunakan sabun wajah yang lembut (gentle cleanser) dan hindari penggunaan scrub untuk sementara waktu agar tidak terjadi iritasi tambahan.​Jika dalam 5-7 hari tidak ada perbaikan dengan salep antibiotik, kita perlu curiga ke arah dermatitis perioral dan mungkin harus menghentikan semua penggunaan produk wajah yang bersifat iritan. ​Apakah ada riwayat alergi obat atau penggunaan produk skincare tertentu pada pasien ini?