Ruptur V Femoralis + Trombus A Femoralis post KLL - Diskusi Dokter

general_alomedika

mau share pengalaman semalam. pasien laki2 57th Mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor dan inguinal (S) terbentur setang motor. lalu dibawa ke RS terdekat...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Ruptur V Femoralis + Trombus A Femoralis post KLL

    05 Mei 2018, 12:35

    mau share pengalaman semalam. pasien laki2 57th Mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor dan inguinal (S) terbentur setang motor. lalu dibawa ke RS terdekat dan dilakukan penanganan primary survey, secondary survey selanjutnya dilakukan operasi, durante operasi didapatkan perdarahan disekitar inguinal (S), namun sumber perdarahan tsb sulit ditemukan Dan dilanjutkan penjahitan diluka operasi lalu dirujuk ke RS dengan fasilitas yg lebih lengkap, dan Setelah kami nilai primary survey sudah aman termasuk circulation tidak didapatkan tanda hipovolemi lalu dilakukan secondary survey didapatkan ada hematom pada inguinal (S) berukuran kurang lebih 20x25 cm dengan perabaan A. femoralis (S), poplitea (S), tibialis posterior (S) dan dorsalis pedis (S) yang menurun disertai perabaan femur-pedis (S) teraba dingin, dengan saturasi dibawah 50% pada kelima digiti pedis (S). lalu kami lanjutkan dengan explore segera untuk mengejar golden periode Dan mencegah naiknya MESS (score). durante operasi didapatkan adanya ruptur pada v femoralis (S) dan trombus pada A. femoralis (S). dilakukan penjahitan primer pada vena femoralis Dan trombektomy pada sisi proksimal Dan distal dari A. femoralis (S). setelahnya didapatkan kontraksi mulai teraba pada A. femoralis - dorsalis pedis (S), saturasi sudah mulai naik diatas 90%.

05 Mei 2018, 12:58
dikerjakan bedah vaskular ya dok? wah ini bagus juga case nya.

mungkin ada TS bedah / bedah vaskular/ortopedi di sini yg bisa mengarahkan?

nice post dok. 👍👍👍
05 Mei 2018, 16:57
keren dok, terimakasih atas share nya
05 Mei 2018, 19:51
dr. David, Sp.B, FINACS
dr. David, Sp.B, FINACS
Dokter Spesialis Bedah
Mohon ijin untuk memberikan masukkan.
Apa yang sudah dikerjakan sudah baik, namun mohon agar tidak berhenti pada tindakan trombektomi saja. Mengingat mekanisme cedera nya berupa trauma tumpul, trauma dengan energi tinggi patut dipertimbangkan yang dapat berakibat pada delay thrombosis dikemudian hari. Penilaian vaskular pre dan post op dengan bantuan USG Doppler sangat membantu, dan pencegahan delay thrombosis dapat dicegah dengan heparinisasi disertai pemantauan nilai aPTT dan kontrol nya.
Semoga bermanfaat!
06 Mei 2018, 14:20

dr. David Sirait, Sp.B
May 05, 2018 at 19:51 PM

Mohon ijin untuk memberikan masukkan.
Apa yang sudah dikerjakan sudah baik, namun mohon agar tidak berhenti pada tindakan trombektomi saja. Mengingat mekanisme cedera nya berupa trauma tumpul, trauma dengan energi tinggi patut dipertimbangkan yang dapat berakibat pada delay thrombosis dikemudian hari. Penilaian vaskular pre dan post op dengan bantuan USG Doppler sangat membantu, dan pencegahan delay thrombosis dapat dicegah dengan heparinisasi disertai pemantauan nilai aPTT dan kontrol nya.
Semoga bermanfaat!

siap dokter untuk heparin tetap kami berikan serta evaluasi pt, aptt Dan INR per 24 jam. kemarin ikut pelantikan SpB di Palembang juga dokter?

07 Mei 2018, 08:01
dr. David, Sp.B, FINACS
dr. David, Sp.B, FINACS
Dokter Spesialis Bedah

dr. Dian Ibnu Wahid
May 06, 2018 at 14:20 PM

siap dokter untuk heparin tetap kami berikan serta evaluasi pt, aptt Dan INR per 24 jam. kemarin ikut pelantikan SpB di Palembang juga dokter?

Ikut. Untuk pemberian UFH, parameter pemantauan yang digunakan adalah pemeriksaan cukup aPTT dan kontrol saja tiap 6 jam dalam 24 jam pertama pemberian, dan selanjutnya diperiksa tiap 24 jam, namun bila rencana switch ke oral LWMH (warfarin), maka parameter yang digunakan yaitu INR. Terima kasih

07 Mei 2018, 20:20
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
Dokter Spesialis Jantung
Selamat Malam sejawat yg Baik.. mantap kasusnya. Sekedar memberi input, Mohon diperhatikan indikasi prosedur thrombectomy pada Kasus Trauma Vaskular. Umumnya tidak disarankan, karena potensi terjadi pemberatan intimal tear akibat trauma sblmnya. Idealnya Explorasi & Bypass.