Program Rehabilitasi Pasien Penyakit Jantung - Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Budiati, izin bertanya. Pada program rehabilitasi jantung, apakah ada perbedaan untuk memulai fase II, misalnya pada pasien pasca stent karena infark...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Program Rehabilitasi Pasien Penyakit Jantung - Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Ask the Expert

    09 Februari 2021, 09:14
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dr. Budiati, izin bertanya. Pada program rehabilitasi jantung, apakah ada perbedaan untuk memulai fase II, misalnya pada pasien pasca stent karena infark miokard, dengan pasien yang post CABG ataupun operasi katup jantung? . Bagaimana cara penilaian pasca fase II tersebut, dok sehingga kita bisa mengetahui bahwa pasien sudah bisa layak untuk menjalani fase III atau maintenance?

    Terima kasih.

09 Februari 2021, 11:34

Alo dokter. Terimakasih pertanyaannya.

 

Rehabilitasi jantung terdiri dari fase 1 (saat pasien masih dalam perawatan di RS), fase 2 (setelah lepas rawat dengan tujuan kembali ke aktivitas, biasanya dilakukan hingga 3-6 bulan), dan fase 3 (bertujuan untuk mempertahankan/meningkatkan physical fitness).

Kapan memulai rehabilitasi jantung fase 2 memang berbeda dari tiap kasus. Secara umum, rehabilitasi jantung fase 2 dimulai sesegera mungkin setelah pasien pulang dari RS. Sebelum melakukan rehabilitasi fase 2, sebaiknya dilakukan penilaian stratifikasi risiko untuk menentukan level risiko pasien melakukan latihan. Peresepan latihan bergantung pada hasil stress test yang dilakukan, salah satu yang dapat dilakukan antara lain uji jalan 6 menit.  Selain itu juga perlu dinilai adanya kondisi medis penyerta yang dapat menjadi penyulit saat dilakukan latihan, antara lain penyembuhan luka pasca operasi, kelainan metabolik, atau penyakit kronis lain.

 

Sedangkan rehabilitasi jantung fase 3 dapat dilakukan setelah evaluasi di akhir rehabilitasi fase 2, biasanya dengan treadmill test. Jika level kebugaran pasien atau level METS pasien sudah memenuhi kriteria untuk dapat melakukan latihan tanpa supervisi, maka pasien diperbolehkan masuk ke fase 3.

 

Terimakasih

 

Sumber: AACVPR Guidelines