Permasalahan Idola public figure pada remaja - Kesehatan Jiwa Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat pagi, dr. Soeklola, Sp.KJizin bertanya, Dok, bagaimana memberikan intervensi anak remaja yang terlalu mengidolakan satu public figure tertentu sampai...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Permasalahan Idola public figure pada remaja - Kesehatan Jiwa Ask the Expert

    14 Januari 2021, 09:21
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Selamat pagi, dr. Soeklola, Sp.KJ

    izin bertanya, Dok, bagaimana memberikan intervensi anak remaja yang terlalu mengidolakan satu public figure tertentu sampai seperti ke tahap obsesi untuk koleksi merchandise/asesoris terkait public figure tersebut. Apakah ada cara untuk mengubah tahapan idolizing ini menjadi sesuatu yang positif, terutama edukasi yang dapat kita berikan pada layanan telekonsultasi. Terima kasih. 

14 Januari 2021, 09:43
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

Alo dok,

Tentu perlu diingat  bahwa pada remaja memang mengidolakan figur tertentu bagian dari proses menjadi dewasa. Ia mengidolakan figur tertentu bahkan mengidealkan figur tertentu sebagai harapan akan gambarannya saat dewasa kelak.

Perlu juga dicari tahu hal apa yang membuat ia mengidolakan tokoh tersebut? Apakah karena fisiknya atau karena hal lain. Bisa jadi memang ada hal positif yang dapat ditemui oleh si remaja tersebut dalam tokoh idolanya (dan kemungkinan nilai tersebut tidak ia dapatkan dari figur orang sekitarnya). Hal ini penting untuk membantu mengarahkan si remaja untuk melihat bahwa setiap orang merupakan individu yang unik, artinya memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda dengan orang lain. Ia tetap dapat menjadi "sukses" dengan cara spesifik yang sesuai dengan dirinya. Serta tetap berfokus hanya terhadap hal positif yang dimiliki oleh si idola. Hal ini akan membantunya untuk mengenali potensi diri lanjutan.

Dalam telemedicine, selain tadi membantu mengenali hal yang ia sukai dari idolanya, membantu mengenali potensi dirinya, bahkan dokter juga bisa menjadikan tokoh idola ini sebagai dorongan semangat. misalnya saat remaja tersebut mengalami kegagalan, dan tokoh idolanya merupakan tokoh yang pernah gagal, maka dokter bisa mengatakan bahwa kita bisa belajar semangat dari tokoh idolanya yang terus bangkit saat menghadapi kegagalan.

Saran lanjutan adalah mencoba memahami krisis identitas yang kerap muncul pada seorang remaja tanpa bersifat judmental, dan jika memungkinkan mencari lebih jauh hal apa yang membuat ia berusaha mengidolakan artis tersebut, apakah karena tidak terbinanya peran baik dengan orang tua di rumah, atau ada kondisi lain yang dapat memicu adanya gangguan kejiwaan lain. Tentu jika didasari adanya kondisi "depresi remaja" maka hal inipun perlu ditangani dengan baik.

 

Semoga membantu.