Perbedaan nasal kanul dan facemask untuk COVID-19 yang isoman - Anestesi Ask The Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO dr. Aripandi SpAn, untuk pasien COVID-19 gejala ringan-sedang dan membutuhkan suplemen oksigen karena saturasi 97-98, apakah harus menggunakan facemask?...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Perbedaan nasal kanul dan facemask untuk COVID-19 yang isoman - Anestesi Ask The Expert

    25 Agustus 2021, 13:17

    ALO dr. Aripandi SpAn, untuk pasien COVID-19 gejala ringan-sedang dan membutuhkan suplemen oksigen karena saturasi 97-98, apakah harus menggunakan facemask? karena kemarin saat secondwave facemask sulit dicari.

    Apakah nasal kanul tidak baik digunakan? bagaimana dengan nonbreatheble facemask? terimakasih

25 Agustus 2021, 14:34

Alo Dok,

Pada pasien dengan gejala ringan dengan saturasi oksigen 97-98% pada room air harus diperhatikan terlebih dahulu apakah ada peningkatan RR (Respiratory Rate) atau tidak, jika tidak pasien belum membutuhkan pemberian terapi oksigen. Jika terdapat peningkatan RR > 20 x/i maka pilihannya dapat diberikan nasal kanul 2-4L/i

Target pemberian terapi oksigen yaitu jika SpO2 < 94% atau pun PaO2 < 60%, atau pada pasien dengan keadaan work of breathing yang meningkat (peningkatan Respiratory Rate dengan penggunaan otot otot nafas tambahan)

 

media pemberian oksigen yang dapat dipilih pada pasien dengan gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri dengan gejala sesak yaitu:

Low flow nasal kanul dengan aliran 2-5 L/i yang dapat memberikan FiO2 sebesar 25-40%.

ataupun dapat menggunakan simple mask tanpa reservoir dengan aliran 6-8L/i yang dapat memberikan FiO2 sebesar 45-55%

untuk perbedaan non rebreathing dan rebreathing mask yaitu terletak pada katup (valve) yang terdapat pada non rebretahing mask, dimana CO2 yang dikeluarkan tidak akan masuk kedalam reservoir bag, sementara pada rebreathing mask tidak terdapat katup sehingga CO2 yang dikeluarkan pasien dapat kembali masuk kedalam reservoir bag.

selebihnya jika Saturasi oksigen masih tidak naik >94%, RR tetap meningkat, pasien berkeringat, maka harus dirawat di Rumah sakit untuk tatalaksana lebih lanjut.

Sumber: Marino The ICU Book 4th Edition