Perbedaan Hipokondriasis dengan Gangguan Somatoform - Kesehatan Jiwa Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Soeklola, Sp. KJ, bagaimana cara membedakan antara Hipokondriasis dengan gangguan somatoform?Tatalaksana apa yang dapat diberikan dokter umum di...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Perbedaan Hipokondriasis dengan Gangguan Somatoform - Kesehatan Jiwa Ask the Expert

    Dibalas 14 Januari 2021, 10:07

    Alo dr. Soeklola, Sp. KJ, bagaimana cara membedakan antara Hipokondriasis dengan gangguan somatoform?

    Tatalaksana apa yang dapat diberikan dokter umum di praktek pada pasien dengan kecurigaan Hipokondriasis?

    Terimakasih dokter. 🙏

14 Januari 2021, 10:00
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

ALo dr. Nurul,

Hipokondriasis memiliki ciri khas bahwa pasien menganggap dirinya memiliki sakit tertentu (biasanya sakit berat, seperti kanker) walaupun telah ditunjukkan berbagai hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tidak memiliki sakit tersebut.

sementara somatoform memiliki ciri terdapat gangguan fisik yang dilandaskan oleh gangguan psikis. Jika diperiksa fungsi fisik yang mengalami gangguan tersebut tidak menunjukkan abnormalitas tertentu.

Kedua kondisi ini bisa jadi merupakan bagian dari kondisi gangguan kejiwaan tertentu seperti depresi, gangguan cemas, ataupun terkait gangguan kepribadian tertentu. Untuk tatalaksana yang disarankan adalah dokter mencari tahu terlebih dahulu yang melandaskan gangguan ini dan apakah gangguan ini bagian dari gangguan kejiwaan lain.

Pengobatan yang dapat diberikan bisa berupa antidepresan, antipsikotika dan beberapa kasus dapat membutuhkan keduanya. Tentu perlu melihat gangguan apa yang mendasari misalnya keyakinan tersebut sudah masuk ke ranah waham maka kemungkinan besar memerlukan antipsikotika.

Dalam praktek umum, dokter dapat bersifat suportif, non judmental dan memahami bahwa tidak mudah bagi pasien dalam menjalani kondisi yang dideritanya. Langsung mengkonfrontasi pasien bahwa gangguan yang ia alami adalah sesuatu yang tidak nyata tidak disarankan khususnya bila aliansi terapeutik belum terbentuk. Secara bertahap jika pasien mulai terbuka mengenai kondisi atau adanya kejadian tertentu sebelum gejala tersebut dialami, dapat dokter gunakan untuk mulai memberikan pemahaman bahwa adalah lumrah bagi seseorang untuk memiliki luapan perasaan tertentu. Biasanya dengan diberikan kesempatan mencurahkan perasaannya, kondisi pasien dapat perlahan mengalami perbaikan.

Semoga membantu.

14 Januari 2021, 10:02
Baik dokter Soeklola, informasi nya sangat bermanfaat, terimakasih dokter 🙏🙏
14 Januari 2021, 10:07
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

sama-sama dr. Nurul semoga terbantu.