Lebih baik antijamur sistemik atau topikal untuk mengatasi onychomycosis - Diskusi Dokter

general_alomedika

Pada onicomycosis.. Kapan diobati antijamur topikal? Kapan antijamur sistemik?

Diskusi Dokter

11 September 2019, 22:26
Malam dr. Hudiyati,

Izin kasi pendapat ya dok, untuk penentuan terapi pada onikomikosis, beberapa hal yang bisa menjadi patokannya seperti berikut:
1. Terapi topikal ditujukan jika ada:
- Superficial Onychomycosis
- Distal Lateral Subungual Onychomycosis, yang terbatas < 2/3 bagian distal, terbaik kurang 1/3 bagian distal dan yang terkena tidak lebih dari 3 kuku
- Pencegahan kambuh sesudah sembuh
 
2. Terapi sistemik diindikasikan pada:
- Distal Lateral Subungual Onychomycosis, > 2/3 distal atau lebih 3 kuku yang terkena
- Onikomikosis yang mengenai lunula 
- Oleh karena kapang (mold)

Pada prinsipnya dalam pemilihan terapi onikomikosis, perlu diperhatikan yaitu tipe onikomikosis, keterlibatan matrik kuku, lokasi kuku (jari tangan atau jari kaki), jumlah kuku yang terlibat, agen penyebab, derajat keparahan, efek samping obat, interaksi obat, dan kemudahan penggunaan obat.

Pada beberapa studi melaporkan bahwa banyak kasus onikomikosis gagal dengan monoterapi, karena disebabkan oleh pertumbuhan kuku yang lambat dan konsentrasi obat yang suboptimal di kuku. Sedangkan terapi kombinasi obat antijamur sistemik dan topikal menunjukkan angka kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan hanya pemberian monoterapi, karena terapi kombinasi ini dapat meningkatkan aktifitas fungisidal, mengurangi resistensi obat, mencegah kekambuhan, meningkatkan toleransi dan keamanan obat. Cmiiw 🙏


https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/49d9e9c108b2e5826d3fdc83b6954de3.pdf
11 September 2019, 22:45
Thanks sharingnya, dok😊
12 September 2019, 05:15
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
OK
12 September 2019, 08:23

trims dokter

12 September 2019, 11:34

Nice sharing dok. 

12 September 2019, 13:25
Nice info Dok.
16 September 2019, 15:06
Terima kasih dok infonya
17 September 2019, 08:50
11 September 2019, 22:26
Malam dr. Hudiyati,

Izin kasi pendapat ya dok, untuk penentuan terapi pada onikomikosis, beberapa hal yang bisa menjadi patokannya seperti berikut:
1. Terapi topikal ditujukan jika ada:
- Superficial Onychomycosis
- Distal Lateral Subungual Onychomycosis, yang terbatas < 2/3 bagian distal, terbaik kurang 1/3 bagian distal dan yang terkena tidak lebih dari 3 kuku
- Pencegahan kambuh sesudah sembuh
 
2. Terapi sistemik diindikasikan pada:
- Distal Lateral Subungual Onychomycosis, > 2/3 distal atau lebih 3 kuku yang terkena
- Onikomikosis yang mengenai lunula 
- Oleh karena kapang (mold)

Pada prinsipnya dalam pemilihan terapi onikomikosis, perlu diperhatikan yaitu tipe onikomikosis, keterlibatan matrik kuku, lokasi kuku (jari tangan atau jari kaki), jumlah kuku yang terlibat, agen penyebab, derajat keparahan, efek samping obat, interaksi obat, dan kemudahan penggunaan obat.

Pada beberapa studi melaporkan bahwa banyak kasus onikomikosis gagal dengan monoterapi, karena disebabkan oleh pertumbuhan kuku yang lambat dan konsentrasi obat yang suboptimal di kuku. Sedangkan terapi kombinasi obat antijamur sistemik dan topikal menunjukkan angka kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan hanya pemberian monoterapi, karena terapi kombinasi ini dapat meningkatkan aktifitas fungisidal, mengurangi resistensi obat, mencegah kekambuhan, meningkatkan toleransi dan keamanan obat. Cmiiw 🙏


https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/49d9e9c108b2e5826d3fdc83b6954de3.pdf
Jika sudah mengenai seluruh lempeng kuku, namun pada 1 jari saja, apakah boleh dilakukan ekstraksi kuku dok? Mengingat terapi yang cukup lama dok, 🙏
20 September 2019, 10:30
Pagi dok,

Sebenarnya dari obat-obatan yang ada sudah efektif untuk terapi, jadi kadang sudah tidak diperlukan lagi tindakan ekstraksi kuku. Ekstraksi kuku sendiri bisa dilakukan jika ada kontra indikasi terhadap obat sistemik, kuku yang terkena 1-2, dan telah resisten terhadap obat.
Tujuannya sendiri juga untuk mengurangi massa jamur dan meningkatkan penetrasi terapi antijamur. Tindakan bedah ini sebaiknya tetap dikombinasi dengan obat antijamur sistemik. Tindakan invasif yang minimal spt mengikis/ kuret dulu lapisan jamur atau debris pada kuku sehingga bisa mengurangi beban kuku yang harus diobati, juga bisa dipikirkan. Pada akhirnya, untuk pilihan terapinya jangan lupa untuk pertimbangan dari segi kenyamanan dari pasiennya juga. cmiiw. Terima kasih