Perubahan mood yang drastis apa pilihan terapi yang tepat dan bagaimana bila pasien menolak minum obat - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter! Mau bertanya. Seorang ibu datang berkonsultasi, mengatakan bahwa suaminya mengalami perubahan mood yang drastis yaitu kerap berubah menjadi...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Perubahan mood yang drastis apa pilihan terapi yang tepat dan bagaimana bila pasien menolak minum obat

    29 September 2019, 20:20

    Alo dokter! Mau bertanya. Seorang ibu datang berkonsultasi, mengatakan bahwa suaminya mengalami perubahan mood yang drastis yaitu kerap berubah menjadi seseorang yang sangat kasar dan tidak bisa mengendalikan diri. Ibu tersebut juga mengatakan suaminya sering sakit kepala. Pada saat2 tertentu (saat tenang khususnya) suaminya bersikap biasa dan sangat baik.  

    Yang ingin saya tanyakan, apa pilihan terapi yang tepat untuk pasien tsb? 

    Lalu, bagaimana bila pasien tidak mau atau menolak untuk meminum obat?  

29 September 2019, 20:26

Alo Dokter,

sudah ditanyakan apakah ada riwayat gangguan mood sebelumnya? sejak kapan suaminya mulai berubah-ubah moodnya?

29 September 2019, 20:30

Alo dokter..

Menurut saya harus diperjelas dulu dok anamnesa,pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang nya dok.. biar kita bisa dapatkan differensial diangnosis dan penanganan selanjutnya.. pada pasien ini apa ada riwayat penyakit sebelumnya contoh hipertensi/DM dan pada pemeriksaan apakah ditemukan defek neurologis?

29 September 2019, 21:13

Alo Dokter, 

Jadi begini ya, untuk bisa menjawab pertanyaan Dokter, banyak sekali faktor yang harus dipastikan terutama dalam anamnesisnya. 

Anamnesis yang sebaiknya ditanyakan diantaranya usia pasien, apakah perubahan mood suaminya tiba-tiba atau progresif? sebelumnya ada demam? ada riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, tumor otak? sebelumnya ada riwayat trauma atau tidak? Bagaimana dengan sakit kepalanya, apa ada pencetus? munculnya selalu tiba-tiba atau tidak? ada mual muntah atau kejang?

 

Nah jadi melihat poin-poin yang belum dicantumkan, sulit untuk menentukan kemungkinan diagnosis dan treatment yang tepat, karena diagnosis bandingnya banyak ya mulai dari skizofrenia, dementia/alzheimer, kondisi medis/neurologis tertentu misalnya lesi vaskular, SOL intrakranial, infeksi ssp (kalau ada demam). (bisa Dokter baca lebih lanjut dari https://emedicine.medscape.com/article/288689-overview#a3)

Kalau sudah digali lebih lanjut, tentunya bisa mengarahkan kepada diagnosis yang sesuai dan tentunya treatment yang sesuai juga. 

Terkait tingkat kepatuhan minum obat, harus dilihat dari kondisi pasiennya juga ya Dok, tentunya kalau tingkat kesadaran pasien baik, diharapkan tingkat kepatuhan minum obatnyapun baik.

29 September 2019, 22:09
Anamnesa tambahan.  Usia pasien 30 tahun. Riwayat DM dan pemyakit lainnya disangkal.  Riwayat trauma kepala hingga koma saat usia 17 tahun. Perubahan mood bersifat progresif.  Sakit kepala muncul tanpa faktor pencetus yang jelas,  sakit kepala dirasakan tidak terlalu berat.
29 September 2019, 22:35
dr. Novandra Abdillah, SpPD
dr. Novandra Abdillah, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Pada prinsip nya kita cari dulu kelainan organik..jika tidak kita temukan baru berpikir psikologi dan mental..

Utk obat ada baiknya simptomatis saja dulu sampai kita tahu persis penyebabnya..

Anamnesis mendalam yg penting juga kita lakukan saat ini..

Tks..
30 September 2019, 08:26
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju dok.
30 September 2019, 08:27
Terimakasih infonya Dok.
30 September 2019, 13:45
Saya setuju dgn pendapat dokter 🙏
30 September 2019, 03:20
29 September 2019, 22:35
Pada prinsip nya kita cari dulu kelainan organik..jika tidak kita temukan baru berpikir psikologi dan mental..

Utk obat ada baiknya simptomatis saja dulu sampai kita tahu persis penyebabnya..

Anamnesis mendalam yg penting juga kita lakukan saat ini..

Tks..
Terimakasih dokter..  
30 September 2019, 06:49
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Data yang kita miliki masih kurang, alloanamnesis dan sebaiknya autoanamnesis harus dilakukan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Riwayat pengobatan sebelumnya juga penting kita gali atau riwayat penyakit dahulu serta pekerjaannya. 
Pemeriksaan fisik yg juga perlu dilakukan untuk mengklarifikasi penemuan bermakna dari anamnesisnya.
Selanjutnya kita butuh pemeriksaan penunjang untuk mengkerucutkan permasalahan atau diagnosisnya.
Semoga dgn data2 itu akan memudahkan kita memberi therapi, edukasi, perlu konsultasi dsbnya.

30 September 2019, 08:36
Data yang kita miliki masih kurang, alloanamnesis dan sebaiknya autoanamnesis harus dilakukan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Riwayat pengobatan sebelumnya juga penting kita gali atau riwayat penyakit dahulu serta pekerjaannya. 
Pemeriksaan fisik yg juga perlu dilakukan untuk mengklarifikasi penemuan bermakna dari anamnesisnya.
Selanjutnya kita butuh pemeriksaan penunjang untuk mengkerucutkan permasalahan atau diagnosisnya.
Semoga dgn data2 itu akan memudahkan kita memberi therapi, edukasi, perlu konsultasi dsbnya.

Baik dokter,  terimakasih masukannya.. 
30 September 2019, 13:41
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju, perubahan mood seyogyanya dilakukan pendekatan untuk mencari kelainan organik, sedangkan menghadapi pasien seperti ini membutuhkan kesabaran dan banyak komunikasi mengingat tidak hanya pasien saja yang terkena dampaknya melainkan keluarganya juga. 
30 September 2019, 14:39
dr. Melati, Sp.KJ
dr. Melati, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
Alodok.. 
Saya setuju untuk dilakukan anamnesa lebih dalam. Sebaiknya lakukan anamnesa langsung dengan penderita, anamnesa lebih dalam untuk menyingkirkan organiknya.. bagaimana kepribadian sebelumnya, sebelumnya apakah ada trauma kepala atau ada lesi pada otak ataukah rasa sakit kepala yg dirasakan pasien membuat dirinya emosi sehingga melampiaskan emosinya ke orang terdekat.. Jadi perlu diketahui dulu, apakah Perubahan mood, impulsif, temperamen akibat suatu kondisi organik, ciri kepribadiannya (seperti borderline personality), atau suatu disorder (bipolar atau mungkin sudah psikotik).. 
psikoedukasi keluarga, terutama istri. Mungkin istri bisa membujuk pasien agar mau berobat, agar dokter lebih mudah menganamnesa tidak mengira² dari cerita istrinya.. 
Semoga bermanfaat.. 
30 September 2019, 16:36
30 September 2019, 14:39
Alodok.. 
Saya setuju untuk dilakukan anamnesa lebih dalam. Sebaiknya lakukan anamnesa langsung dengan penderita, anamnesa lebih dalam untuk menyingkirkan organiknya.. bagaimana kepribadian sebelumnya, sebelumnya apakah ada trauma kepala atau ada lesi pada otak ataukah rasa sakit kepala yg dirasakan pasien membuat dirinya emosi sehingga melampiaskan emosinya ke orang terdekat.. Jadi perlu diketahui dulu, apakah Perubahan mood, impulsif, temperamen akibat suatu kondisi organik, ciri kepribadiannya (seperti borderline personality), atau suatu disorder (bipolar atau mungkin sudah psikotik).. 
psikoedukasi keluarga, terutama istri. Mungkin istri bisa membujuk pasien agar mau berobat, agar dokter lebih mudah menganamnesa tidak mengira² dari cerita istrinya.. 
Semoga bermanfaat.. 
Terimakasih banyak dokter masukannya.  Istri pasien mengeluhkan sulitnya meminta pasien untuk memeriksakan dirinya.  Karena suaminya merasa bahwa dirinya baik2 saja.
30 September 2019, 17:20
dr. Melati, Sp.KJ
dr. Melati, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
Berarti insightnya buruk ya..  Perlu meminta bantuan anggota keluarga yg disegani pasien untuk meminta pasien berobat, setidaknya awal untuk sakit kepalanya.
Jika pasien tidak psikotik, hati² ya jika dimintakan obat penenang untuk pasien tanpa pemeriksaan langsung dengan pasien sendiri. Khawatir terjadi kesalahpahaman yg berujung ke ranah hukum.. 

Sukses selalu ya dok
30 September 2019, 17:21
dr. Melati, Sp.KJ
dr. Melati, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
Berarti insightnya buruk ya..  Perlu meminta bantuan anggota keluarga yg disegani pasien untuk meminta pasien berobat, setidaknya awal untuk sakit kepalanya.
Jika pasien tidak psikotik, hati² ya jika dimintakan obat penenang untuk pasien tanpa pemeriksaan langsung dengan pasien sendiri. Khawatir terjadi kesalahpahaman yg berujung ke ranah hukum.. 

Sukses selalu ya dok
30 September 2019, 17:21
dr. Melati, Sp.KJ
dr. Melati, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
Berarti insightnya buruk ya..  Perlu meminta bantuan anggota keluarga yg disegani pasien untuk meminta pasien berobat, setidaknya awal untuk sakit kepalanya.
Jika pasien tidak psikotik, hati² ya jika dimintakan obat penenang untuk pasien tanpa pemeriksaan langsung dengan pasien sendiri. Khawatir terjadi kesalahpahaman yg berujung ke ranah hukum.. 

Sukses selalu ya dok
30 September 2019, 17:21
dr. Melati, Sp.KJ
dr. Melati, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
Berarti insightnya buruk ya..  Perlu meminta bantuan anggota keluarga yg disegani pasien untuk meminta pasien berobat, setidaknya awal untuk sakit kepalanya.
Jika pasien tidak psikotik, hati² ya jika dimintakan obat penenang untuk pasien tanpa pemeriksaan langsung dengan pasien sendiri. Khawatir terjadi kesalahpahaman yg berujung ke ranah hukum.. 

Sukses selalu ya dok
30 September 2019, 17:21
dr. Melati, Sp.KJ
dr. Melati, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
Berarti insightnya buruk ya..  Perlu meminta bantuan anggota keluarga yg disegani pasien untuk meminta pasien berobat, setidaknya awal untuk sakit kepalanya.
Jika pasien tidak psikotik, hati² ya jika dimintakan obat penenang untuk pasien tanpa pemeriksaan langsung dengan pasien sendiri. Khawatir terjadi kesalahpahaman yg berujung ke ranah hukum.. 

Sukses selalu ya dok
30 September 2019, 16:37
30 September 2019, 13:41
Setuju, perubahan mood seyogyanya dilakukan pendekatan untuk mencari kelainan organik, sedangkan menghadapi pasien seperti ini membutuhkan kesabaran dan banyak komunikasi mengingat tidak hanya pasien saja yang terkena dampaknya melainkan keluarganya juga. 
Siap dokter,  terimakasih sharingnya. 
30 September 2019, 16:37
30 September 2019, 13:41
Setuju, perubahan mood seyogyanya dilakukan pendekatan untuk mencari kelainan organik, sedangkan menghadapi pasien seperti ini membutuhkan kesabaran dan banyak komunikasi mengingat tidak hanya pasien saja yang terkena dampaknya melainkan keluarganya juga. 
Siap dokter,  terimakasih sharingnya. 
30 September 2019, 17:25
30 September 2019, 17:21
Berarti insightnya buruk ya..  Perlu meminta bantuan anggota keluarga yg disegani pasien untuk meminta pasien berobat, setidaknya awal untuk sakit kepalanya.
Jika pasien tidak psikotik, hati² ya jika dimintakan obat penenang untuk pasien tanpa pemeriksaan langsung dengan pasien sendiri. Khawatir terjadi kesalahpahaman yg berujung ke ranah hukum.. 

Sukses selalu ya dok
Bermanfaat sekali dokter sharing nya..tks