ALO Dokter. Menurut dokter, manakah yang merupakan indikasi pemberian salbutamol oral (tablet/sirup)?
Pasien Apa yang bisa Diberi Salbutamol Oral - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Pasien Apa yang bisa Diberi Salbutamol Oral
ALO Dokter.
Menurut dokter, manakah yang merupakan indikasi pemberian salbutamol oral (tablet/sirup)?
ALO Dokter.
Jawabannya D.
Salbutamol oral jarang diberikan, karena
- Onset lambat (30-60 menit vs 5 menit untuk inhalasi)
- Efek samping sistemik yang tinggi: takikardi, tremor, hiperaktivitas, hipokalemia, gangguan tidur
- Efek bronkodilator yang buruk daripada sediaan inhalasi
- Guideline terkini (GINA dan PDPI Indonesia) rekomendasi SABA inhalasi via Metered Dose Inhaler (MDI) + spacer sebagai standar
Indikasi yang dapat diterima:
- Ketika terapi inhalasi tidak tersedia. Salbutamol oral diberikan sementara sampai inhalasi (MDI+ spacer/nebulisasi) didapatkan.
- Hiperkalemia - salbutamol IV atau nebulisasi lebih disarankan; pemberian oral sangat lambat dan tidak dapat diandalkan
Salbutamol Oral TIDAK digunakan pada:
- Tata laksana asma rutin
- Eksaserbasi asma akut
- Bronkiolitis ( tidak efektif menurut pedoman)
- Penyakit kardio yang mana takikardia dapat menjadi dekompensasi
Kesimpulan:
Salbutamol oral TIDAK direkomendasikan karena efek samping lebih banyak daripada manfaatnya dan lebih inferior dari inhalasi (berikan penjelasan kepada keluarga terkait hal ini). Lebih disarankan MDI salbutamol + spacer, jika tidak tersedia spacer, botol spacer buatan lebih baik dari SABA oral. Salbutamol nebulisasi untuk mereka yang punya akses nebulisasi. Pembalikan ke terapi oralnya hanya sementara dan segera berikan salbutamol inhalasi atau nebulisasi.
Kita simak video Alomedika tentang salbutamol oral disini: https://www.youtube.com/watch?v=w4nAU2JW08g