Musik dan kejiwaan apakah berhubungan - Kesehatan Jiwa Ask The Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO, Dokter Soeklola, izin bertanya dokter, mengenai musik dan kejiwaan, apakah musik jenis tertentu dapat mempengaruhi otak dan afek ya dok? Misal nya musik...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Musik dan kejiwaan apakah berhubungan - Kesehatan Jiwa Ask The Expert

    Dibalas 15 Januari 2021, 09:57

    ALO, Dokter Soeklola, izin bertanya dokter, mengenai musik dan kejiwaan, apakah musik jenis tertentu dapat mempengaruhi otak dan afek ya dok? Misal nya musik klasik dengan tingkat kecerdasan dan musik aliran keras dengan derajat depresi pendengar nya, terima kasih

14 Januari 2021, 09:01
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Alo dr. Reren,

 

Sangat benar bahwa musik (dan perlu disesuaikan dengan tingkat kesukaan dari pendengarnya) dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan, mood dan bahkan kecerdasan seseorang.

Terdapat terapi yang dikenal sebagai terapi musik maupun terapi suara (untuk terapi musik sendiri tidak hanya berupa mendengarkan musik, bahkan terlibat langsung dalam musik tersebut seperti ikut memainkan dan bahkan bernyanyi). Kedua terapi ini sama-sama terbukti efektif dalam meningkatkan beberapa kondisi mulai dari perubahan mood hingga kecerdasan seseorang. Perlu diingat bahwa saat seseorang memainkan atau terlibat secara langsung dengan suatu musik maka ada banyak bagian otak yang ikut teraktivasi, misalnya saat memainkan drum maka suara drum tersebut juga akan meningkatkan aliran darah ke sirkulasi darah dan memberikan masukan oksigen yang lebih baik di otak. Aktivitas drum ini juga akan mengaktivasi sistem limbik selain dengan aktivitas di bagian motorik  dan korteks prefrontal yang berguna menghasilkan gerakan yang sesuai. Selanjutnya aktivasi bagian-bagian otak ini dipercaya juga akan merangsang terjadinya neuroplastisitas.

Untuk terapi suara sendiri, ini sifatnya membantu pengaturan gelombang otak tertentu. misalnya gelombang delta yang lebih bertujuan untuk releksasi dan peningkatan growth factor. Pada kasus hilangnya kemampuan konsentrasi misalnya skizofrenia beberapa penelitian juga menunjukkan hilangnya gelombang beta pada pasien sehingga terapi suara yang bertujuan menstimulus gelombang ini juga dikatakan mampu mempengaruhi perbaikan gejala.

Mungkin artikel ini dapat membantu:

https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fnins.2019.00182/full

https://www.worldscientific.com/doi/abs/10.1142/S0218348X18500809

 

Semoga membantu

 

 

14 Januari 2021, 18:30
Terima kasih banyak dokter,  sangat membantu dan sangat lengkap
15 Januari 2021, 09:57
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Sama-sama dr.  Reren.