Menghadapi anak yang haus akan perhatian - Jiwa Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Soeklola Muliady, Sp. KJ, izin bertanya dokter.Apakah secara medis terdapat istilah Cinderella Complex Syndrome? Apakah perempuan yang tidak mandiri...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Menghadapi anak yang haus akan perhatian - Jiwa Ask the Expert

    28 April 2021, 11:05

    Alo dr. Soeklola Muliady, Sp. KJ, izin bertanya dokter.

    Apakah secara medis terdapat istilah Cinderella Complex Syndrome? Apakah perempuan yang tidak mandiri atau tergolong suka mencari perhatian termasuk mengalami syndrome ini? Bagaimana edukasi yang tepat untuk orang tua pasien dalam menghadapi anak yang haus akan perhatian?

    Terimakasih sebelumnya dokter.

28 April 2021, 11:16
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

Alo dr. Nurul,

 

Saat ini Cinderella Complex Syndrome (CC) belum termasuk dalam golongan gangguan psikis dan masih merupakan istilah yang lebih populer saja. Adapun yang dimaksud merupakan bagian dari kepribadian dependen.

Sejak lahirpun seseorang sudah memiliki tamperamen bawaan dan dikuatkan dengan pola kebiasaan di lingkungan. Selama orang tersebut mampu berfungsi dengan baik dalam aktivitas harian, dalam pekerjaan dan dalam relasi maka masih dapat dianggap belum mengalami gangguan (hanya dapat kita sebutkan orang tersebut memiliki ciri kepribadian dependen).

Untuk anak perempuan yang ditanyakan perlu ditanyakan juga berapa usianya? apakah memang masih dalam usia yang cenderung mencari perhatian lebih seperti usia toodler, preschool, atau usia dibawah 10 tahun dan apakah seperti apa bentuk perhatian yang diminta? (karena memang pada dasarnya sebelum seseorang masuk ke usia remaja maka ia masih membutuhkan perhatian dari orang terdekatnya yaitu orang tua atau sosok guru setelah berusia sekolah dasar dan kondisi School From Home saat ini juga akan mempengaruhi hal ini).

Saran yang dapat diberikan ke orang tua berupa:

1. Menentukan tanggung jawab tertentu pada anak misalnya: seperti membersihkan sendiri kamarnya (pada usia diatas 7 tahun), mencuci sendiri perabotnya jika memungkinkan dan  tanggung jawab lain di rumah. Tujuannya dengan adanya tanggung jawab ini anak dibiarkan memiliki kemandirian di dalam lingkungan rumah.

2. Untuk kegiatan yang dilakukan bersama maka ditanyakan: pendapat atau saran dari si anak. Pola didikkan yang keras dan otoriter akan membuat anak semakin tidak memiliki kemampuan untuk lepas dari orang tua.

3. Memberikan apresiasi seperlunya dan menerapkan waktu berkualitas yang disepakati bersama, hal ini dapat mendorong anak mengerti kapan waktunya orang tua bekerja dan kapan waktunya dapat bermain dengannya.

Semoga membantu

28 April 2021, 11:21
Baik dokter, terimakasih atas informasinya yang sangat bermanfaat ☺🙏
28 April 2021, 20:08
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa
28 April 2021, 11:21
Baik dokter, terimakasih atas informasinya yang sangat bermanfaat ☺🙏

sama-sama dr. Nurul