Pasien wanita usia 66 tahun dengan keluhan terdapat memar yang semakin membesar pada femur sejak 2 minggu yang lalu - Diskusi Dokter

general_alomedika

Assalamu'alaikum dok, mohon Konsul dok, Perempuan,/ 66 tahun, dengan keluhan memar pada bagian femur kurang lebih 2 Minggu yg lalu, terasa nyeri, keluhan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien wanita usia 66 tahun dengan keluhan terdapat memar yang semakin membesar pada femur sejak 2 minggu yang lalu

    11 Juli 2020, 10:52
    dr.Haryati
    dr.Haryati
    Dokter Umum

    Assalamu'alaikum dok, mohon Konsul dok, 

    Perempuan,/ 66 tahun, dengan keluhan memar pada bagian femur kurang lebih 2 Minggu yg lalu, terasa nyeri, keluhan awalnya muncul bintik-bintik kecil sprti petechie, lama'' makin membesar sprti digambar, setiap malam merasa hangat pada seluruh anggota badan smenjak timbul memar, tidak ada riwayat trauma,tidak ada riwayat alergi, riwayat DM disangkal, BAB: sudah 2 Minggu tidak BAB, pada saat os masih bisa BAB warna kotoran hitam, 

    Hb : 8 , Gds : 146, fasilitas pmriksaan darah rutin lainnya di pkm tidak tersedia dok, BAK : Biasa 

    Riwayat pengobatan : Paracetamol tablet dirumah. 


    Ku sedang, BP: 120/80 mmHg, HR : 80x/i, RR :20x/i, T : 36.6, 


    Apa mungkin ini ITP / DIC dok ? 

    ,mohon advicenya dok ? Terima kasih dokter

13 Juli 2020, 08:25

Alo dokter,

Sebaiknya harus pemeriksaan hematologi lengkap dan pemeriksaan penunjang lainnya. Karena ada anemia juga selain tanda gangguan koagulasi. 

14 Juli 2020, 12:39
dr.Haryati
dr.Haryati
Dokter Umum
Baik terima kasih dokter 
14 Juli 2020, 08:03
Alodokter mungkin sebaiknya dilakukan pemeriksaan Darah Tepi
14 Juli 2020, 12:38
Alo dokter. Izin bergabung dalam diskusi ini ya dok. 

Dari klinis yang dipaparkan oleh dokter pada pasien ini bisa kita berikan differential diagnosis anemia dengan kausa yang belum jelas, dan suspect gangguan koagulasi. Untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini dibutuhkan pemeriksaan hematologi lengkap. 

Untuk menegakkan diagnosis ITP (Immune Thrombocytopenia) diperlukan pemeriksaan darah tepi dan ditemukan trombositopenia, morfologi trombosit biasanya normal namun dapat ditemukan morfologi trombosit yang berukuran besar mendekati diameter sel darah merah, atau dapat juga ditemukan morfologi trombosit yang tidak memiliki butiran atau memiliki warna abnormal. Bila ditemukan kelaianan morfologi seperti itu dapat dipertimbangkan sebagai kelainan trombosit yang diturunkan. Tidak ada hasil laboratorium tunggal atau temuan klinis yang dapat menegakkan diagnosis ITP.



ITP dan DIC adalah dua kondisi penyakit yang berbeda. DIC (Disseminated Intravascular Coagulation) adalah suatu sindrom yang ditandai dengan terjadinya aktivasi jalur koagulasi sistemik yang menyebabkan peningkatan aktivitas platelet, faktor koagulasi, serta deposisi fibrin intravaskular, yang nantinya dapat membentuk trombus mikrovaskular yang dapat menyebkan iskemik jaringan dan kegagalan multi organ. DIC dapat menyebabkan perdarahan dan penurunan jumlah platelet serta faktor koagulasi. Diagnosis DIC dapat ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium darah, di mana akan didapatkan penurunan platelet dan inhibitor protease, pemanjangan waktu prothrombin dan activated partial thromboplastin time (APTT), serta peningkatan produk degradasi fibrin.



Berikut saya sertakan bahan refrensi yang menjadi pertimbangan saya dalam menjawab diskusi ini. Semoga membantu ya dok 🙏



https://emedicine.medscape.com/article/202158-overview

https://emedicine.medscape.com/article/199627-overview




14 Juli 2020, 12:40
dr.Haryati
dr.Haryati
Dokter Umum
Terima kasih dokter