Tindakan awal yang dapat dilakukan di rumah pada kasus kelebihan dosis obat - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodok!Izin bertanya terkait dengan penggunaan obat yg melebihi dosis. Kebetulan saya sering dapat pertanyaan user yg kelebihan dosis obat, baik karena lupa,...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Tindakan awal yang dapat dilakukan di rumah pada kasus kelebihan dosis obat

    05 November 2019, 12:27

    Alodok!


    Izin bertanya terkait dengan penggunaan obat yg melebihi dosis. Kebetulan saya sering dapat pertanyaan user yg kelebihan dosis obat, baik karena lupa, kelalaian, ataupun diminum anak user tanpa sepengetahuan user. 


    Biasanya saya anjurkan segera periksakan ke IGD utk melihat tanda2 keracunan (apabila setelah dihitung) memang melebihi dosis.


    Namun, secara umum, apa ada home remedy yg dapat disarankan secara umum? Seperti memberikan air banyak hingga muntah, dan apakah ini bijak disarankan? Atau mmg sebaiknya diperiksakan ke dokter langsung?


    Mohon asupan dok. Terima kasih 🙏😊

05 November 2019, 13:10

Selamat siang Dokter, untuk kelebihan dosis obat, harus dipastikan dulu jenis obatnya apa? kelebihan dosisnya seperti apa? karena kan ada obat yang rentang dosisnya cukup luas dan ada yang kecil, kemudian apakah ada keluhan dan gejala setelah konsumsi obatnya Dokter, kalo saya terlebih kan kita hanya anamnesis dan tidak melakukan pemeriksaan langsung, prefer lakukan pemeriksaan langsung ke dokter Dok. CMIIW

05 November 2019, 13:35
Utk ini, obat secara umum dokter, dan pada kasus, setelah kita hitung dosis nya, mmg berlebih.

Pertanyaannya lebih kepada, adakah home remedy yg secara umum dapat dianjurkan, atau mmg perlu diperiksakan ke dokter langsung tanpa ditunda pada kasus kelebihan dosis ini. 
09 November 2019, 08:17
Nice sharing dok
05 November 2019, 15:48
05 November 2019, 13:35
Utk ini, obat secara umum dokter, dan pada kasus, setelah kita hitung dosis nya, mmg berlebih.

Pertanyaannya lebih kepada, adakah home remedy yg secara umum dapat dianjurkan, atau mmg perlu diperiksakan ke dokter langsung tanpa ditunda pada kasus kelebihan dosis ini. 

Baik Dokter, iya Dokter IMHO tetap ga bisa disamaratakan untuk semua obat Dokter,  misalnya untuk kasus kelebihan dosis parasetamol, kan kalo parasetamol rentang dosisnya terapinya sampai 15mg/kgbb dengan dosis yang bisa menyebabkan efek toxic ada di 150mg/kg bb hal ini akan berbeda dengan obat misalnya diltiazem yang memiliki efek toxic pada dosis yang berbeda, inilah mengapa penting untuk mengetahui jenis obat apa yang berlebihan dosisnya Dokter, jadi ga bisa kita bilang secara umum Dokter.

Nah untuk home remedy pun demikian menginduksi muntah tentu memiliki risiko aspirasi, demikian juga pemberian arang aktif (tanpa kita ketahui subtansi atau bahan obat) tentunya tidak aman juga, yang sering juga adalah pemberian susupun belum ada penelitian yang benar-benar menyarankannya Dokter.

Sehingga jika memang kelebihan dosis kalo saya tetap ketahui apa jenis obatnya, berapa kelebihan dosis yang diseberikan apakah memang mencapai dosis toxic bahan atau obat tersebut dan jika memang obat yang rentang dosis terapi ke toxicnya kecil prefer anjurkan ke rumah sakit untuk observasi lebih lanjut. 

05 November 2019, 15:57
Baik dokter, terima kasih atas asupan nya dokter 
05 November 2019, 16:06
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Benar sekali dokter Mery. Kita harus bisa membedakan antara dosis terapi dan dosis toksik. Dosis obat melebihi dosis terapi belum tentu artinya mencapai dosis toksik. Untuk sebagian obat, terutama obat yang tersedia secara bebas, batas antara dosis terapi maksimal dan dosis toksik ini jauh sehingga belum tentu membutuhkan terapi.

05 November 2019, 16:07
Mantap kali sharingnya dok 👌
05 November 2019, 16:10
05 November 2019, 16:06

Benar sekali dokter Mery. Kita harus bisa membedakan antara dosis terapi dan dosis toksik. Dosis obat melebihi dosis terapi belum tentu artinya mencapai dosis toksik. Untuk sebagian obat, terutama obat yang tersedia secara bebas, batas antara dosis terapi maksimal dan dosis toksik ini jauh sehingga belum tentu membutuhkan terapi.

Intinya berarti jika belum sampai dosis toksik, boleh dipantau dulu ya dokter. Jika sudah sampai dosis toksik, bisa sampaikan gejala toksisitas sembari menganjurkan pasien segera ke dokter, tanpa home remedy? Begitu dokter? 🙏
05 November 2019, 18:55
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Izin menjawab, untuk kelebihan dosis, pastikan obat yang dikonsumsi dan rentang dosis toksik dari obat tersebut tidak terlampaui. Bila ditemukan gejala toksisitas, dapat dilakukan penanganan umum seperti keracunan pada umumnya, seperti rehidrasi, pemasangan nasogastric tube, maupun forced diuresis. Perlu diingat bahwa tidak semua obat memiliki antidotum, sehingga penanganan paling awal adalah primary survey. Semoga membantu ya
05 November 2019, 19:47
Terima kasih dokter 🙏
08 November 2019, 16:22
Sangat membantu infonya Dok.
08 November 2019, 22:47
Terima kasih dok masukannya
09 November 2019, 18:05
dr.Mega Nilam Sari, M.Biomed, SpKJ
dr.Mega Nilam Sari, M.Biomed, SpKJ
Dokter Specialis Psikiater
Ijin ikut menyimak dok.. setelah pasien stabil jangan lupa mencari tahu adakah indikasi kesengajaan di dalamnya.. apalagi pada pasien2 sakit kronis sangat rentan mengalami masalah kejiwaan.. termasuk dari pihak caregiver.. 😊🙏
09 November 2019, 19:44
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Specialis Psikiater
Izin menambahkan dok, jika yang dikonsumsi merupakan obat antipsikotika, antidepresan, atau benzodiazepin maka perlu memperhatikan beberapa hal. Ketiganya rata-rata dapat membaik dengan penanganan simptomatik dan tanpa melakukan bilas lambung. Overdosis benzodiazepin berisiko menyebabkan depresi pernafasan, maupun tidur yang panjang. Untuk obat antipsikotika berisiko tinggi timbul gejala ekstrapiramidal yang ditandai oleh parkinson like syndrome (bradikinesia, tremor, rigiditas, sialore, muka topeng dan instabilitas postural) dan dalam kondisi berat dapat menyebabkan SNM (ditandai demam tinggi, rabdomiolisis akut ditandai dengan naik CK-MB, hipertensi, takikardi). SNM sendiri merupakan kegawatdaruratan yang memerlukan ICU dan dapat menyebabkan kematian (beberapa kasus membutuhkan plasma exchange). Sementara antidepresan sendiri berisiko timbul sindrom serotonin (gejala hipertensi, penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian). 
Perlu diingat pula apakah selain penggunaan obat digunakan juga zat lain yang berinteraksi (seperti alkohol, kopi dan lainnya).