pengaruh kecanduan pornografi pada otak - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat malam dokter semuanya saya mau bertanya ada user yang menanyakan apakah akan ada kerusakan otak jika mengalami kecanduan pornografi krn skg pasien...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • pengaruh kecanduan pornografi pada otak

    Dibalas 19 Oktober 2018, 08:32

    Selamat malam dokter semuanya saya mau bertanya ada user yang menanyakan apakah akan ada kerusakan otak jika mengalami kecanduan pornografi krn skg pasien kurang fokus dan tidak semangat padahal dia sendiri sudah lepas dari.hal2 tersebut selama 2 bulan. Mohon petunjuknya ya Dokter. terima kasih sebelumnya

18 Oktober 2018, 20:01
dr. Abi Noya
dr. Abi Noya
Dokter Umum

Alo dok, 

mengenai hubungan adiksi pornografi dengan kerusakan otak hal ini sudah menjadi perdebatan sejak dulu ya, dari yang saya tau memang ada penelitian yang menghubungkan "penikmat" pornografi memiliki struktur otak yang berbeda. Yakni volume yang lebih kecil pada striatum kanan, dan aktivitas yang lebih rendah pada striatum kiri, hal ini berkaitan dengan reward system. Artinya kondisi ini memengaruhi kepuasan seseorang dalam menikmati pornografi atau seks.

Individu dengan volume striatum yang lebih rendah mungkin memerlukan lebih banyak rangsangan eksternal untuk mendapatkan kenikmatan seksual, dan mungkin karena itu membutuhkan konsumsi pornografi terus-menerus, selain itu juga dengan ambang toleransi yang kemungkinan dapat meningkat. 

Namun kondisi ini masih terus diteliti, apakah menonton pornografi berlebihan yang menyebabkan hal ini, atau justru kondisi ini tergolong kondisi pre-existing yang menyebabkan seseorang cenderung lebih mudah kecanduan pornografi. 

untuk lebih jelasnnya, bisa juga dibaca di sini:

https://jamanetwork.com/journals/jamapsychiatry/fullarticle/1874574

 

Sementara ini,  bila keluhan sudah tergolong mengganggu aktivitas sehari-hari, maka dapat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapat psikoterapi lebih lanjut. 

 

 

 

18 Oktober 2018, 20:04

dr. Allert Noya
Oct 18, 2018 at 20:01 PM

Alo dok, 


mengenai hubungan adiksi pornografi dengan kerusakan otak hal ini sudah menjadi perdebatan sejak dulu ya, dari yang saya tau memang ada penelitian yang menghubungkan "penikmat" pornografi memiliki struktur otak yang berbeda. Yakni volume yang lebih kecil pada striatum kanan, dan aktivitas yang lebih rendah pada striatum kiri, hal ini berkaitan dengan reward system. Artinya kondisi ini memengaruhi kepuasan seseorang dalam menikmati pornografi atau seks.


Individu dengan volume striatum yang lebih rendah mungkin memerlukan lebih banyak rangsangan eksternal untuk mendapatkan kenikmatan seksual, dan mungkin karena itu membutuhkan konsumsi pornografi terus-menerus, selain itu juga dengan ambang toleransi yang kemungkinan dapat meningkat. 


Namun kondisi ini masih terus diteliti, apakah menonton pornografi berlebihan yang menyebabkan hal ini, atau justru kondisi ini tergolong kondisi pre-existing yang menyebabkan seseorang cenderung lebih mudah kecanduan pornografi. 


untuk lebih jelasnnya, bisa juga dibaca di sini:


https://jamanetwork.com/journals/jamapsychiatry/fullarticle/1874574


 


Sementara ini,  bila keluhan sudah tergolong mengganggu aktivitas sehari-hari, maka dapat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapat psikoterapi lebih lanjut. 


 


 


 

terimakasih banyak ya Dok infonya

18 Oktober 2018, 22:04
baik dokter,
kalau ngomongin otak mungkin sangat panjang pembahasannya ya. dulu kita kalau bahas neuroanatomy saja bisa sampai stase Saraf berakhir blm selesai baca bukunya. belum masalah fisiologis dan biokimianya. sewaktu residen, saya baca masalah cedera kepala saja beratnya minta ampun.
Akan saya coba bahas bertahap biar bisa diupload di thread ini...

pertama kita akan evaluasi adiksi yang ditimbulkan dari pornografi dahulu
jika Kita mau mencari jurnal banyak yang menyebutkan kalau addict pada pornography tidak beda jauh dengan obat2an menyangkut neurosciencenya

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4600144/

saya rasa jurnal tsb cukup lengkap membahas neuroscience nya dari adiksi pornografi...
18 Oktober 2018, 22:04
selanjutnya dari sisi perubahan yang terjadi pada otak it sendiri...

https://www.cam.ac.uk/research/news/brain-activity-in-sex-addiction-mirrors-that-of-drug-addiction

pada jurnal tsb menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI), Dan blood oxygen level dependent (BOLD) signal untuk mengevaluasi aktivitas otak.

selanjutnya pada jurnal tsb didapatkan perubahan pada orang addicted pornography Dan orang sehat terdapat pada ventral striatum, dorsal anterior cingulate and amygdala.
18 Oktober 2018, 22:05
perubahan yang bisa terjadi akibatnya diantaranya
mood Dan gairah seksual
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5800558/

selanjutnya bisa terjadi gangguan disfungsi ereksi. Kinsey Institute researchers yang pertama kali melaporkan PIED (pornography-induced erectile-dysfunction)

selain itu Chowdhury, pada studynya dengan melibatkan 299 orang menyebutkan terdapat kaitan antara kebiasaan Dan konsumsi pornografi.

kesemuanya itu akhirnya menimbulkan banyak masalah baru, apakah fokus dalam mengerjakan sesuatu termasuk? bisa Saja mengingat banyak Hal yang terjadi sebelumnya
18 Oktober 2018, 22:19
Ada penelitian lain yang menyebutkan bahwa pornography pada beberapa orang hanya menimbulkan sedikit perubahan Dan hanya memerlukan sedikit terapi.
Tapi perlu diketahui penelitian ini dilakukan pada orang Barat yang tidak tabu membicarakan seks Dan kebanyakan seks bebas bisa terjadi dilingkungan hidup mereka sehari2. terapi yang dilakukan pada mereka pun perlu waktu bisa sampai berbulan2. sex rehab yg dilakukan dibarat, bisa berlangsung selama 2 minggu sampai 6 minggu itupun dengan terapi intens.
bagaimana dengan pasien yang konsul sebelumnya? meski sudah lepas selama 2 bulan yang perlu diingat adalah pasien tsb blm melakukan terapi apapun dan juga seberapa lama konsumsi pornografi tsb Dan seberapa besar gangguan yang terjadi pada otak, kebiasaan, dll perlu digali juga. untuk yang terapi intensive Saja memerlukan 2-6 minggu, bagaimana dengan yang tidak?
beberapa terapi yang dapat diberikan selain rehab diantaranya obat yang bisa diberikan dengan Anti androgenslike Medroxy progesterone acetate yang bertujuan menghambat testosterone, untuk non obat bisa dengan Psychodynamic psychotherapy, Multi-level Counselling Program (MLC), Social competence training (SoCo), Solution-focused Brief Therapy (SFBT), Cognitive Therapy (CT) dan Reality Therapy (RT).

namun perlu diketahui gangguan untuk fokusnya sendiri apa mungkin juga disebabkan Hal lainnya...
19 Oktober 2018, 08:32

dr. Dian Ibnu Wahid
Oct 18, 2018 at 22:19 PM

Ada penelitian lain yang menyebutkan bahwa pornography pada beberapa orang hanya menimbulkan sedikit perubahan Dan hanya memerlukan sedikit terapi.
Tapi perlu diketahui penelitian ini dilakukan pada orang Barat yang tidak tabu membicarakan seks Dan kebanyakan seks bebas bisa terjadi dilingkungan hidup mereka sehari2. terapi yang dilakukan pada mereka pun perlu waktu bisa sampai berbulan2. sex rehab yg dilakukan dibarat, bisa berlangsung selama 2 minggu sampai 6 minggu itupun dengan terapi intens.
bagaimana dengan pasien yang konsul sebelumnya? meski sudah lepas selama 2 bulan yang perlu diingat adalah pasien tsb blm melakukan terapi apapun dan juga seberapa lama konsumsi pornografi tsb Dan seberapa besar gangguan yang terjadi pada otak, kebiasaan, dll perlu digali juga. untuk yang terapi intensive Saja memerlukan 2-6 minggu, bagaimana dengan yang tidak?
beberapa terapi yang dapat diberikan selain rehab diantaranya obat yang bisa diberikan dengan Anti androgenslike Medroxy progesterone acetate yang bertujuan menghambat testosterone, untuk non obat bisa dengan Psychodynamic psychotherapy, Multi-level Counselling Program (MLC), Social competence training (SoCo), Solution-focused Brief Therapy (SFBT), Cognitive Therapy (CT) dan Reality Therapy (RT).

namun perlu diketahui gangguan untuk fokusnya sendiri apa mungkin juga disebabkan Hal lainnya...

makasi banyak dok jelas sekali infonya