Interpretasi milestone pada perkembangan remaja multitasking - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter,Saya pernah berbincang sekilas dengan teman psikolog di Poli mengenai memiliki kebiasaan "multitasking" pada pekerjaan akan berisiko pada long...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Interpretasi milestone pada perkembangan remaja multitasking

    06 April 2019, 23:16

    Alodokter,

    Saya pernah berbincang sekilas dengan teman psikolog di Poli mengenai memiliki kebiasaan "multitasking" pada pekerjaan akan berisiko pada long term-memory loss, termasuk kecenderungan penurunan daya kognisi atau keseluruhan IQ. Entah ini expert opinion atau popular science atau ada penelitian EBM.

    Dan sekarang ada fenomena di lapangan, saat ketemu ortu dan kita milestone, ortu cenderung bangga apabila anak- pra remaja "yang mampu mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu" atau multitasking dengan anggapan anak ybs memiliki potensi jenius di masa datang, dan harapan nya kebiasaan tsb berlanjut.

    Bagaimana tanggapan sejawat mengenai ini, khususnya TS Pediatrics dan Psikiater, apakah edukasi yang tepat jika anak dengan kecenderungan kebiasaan multitasking anak ini bisa di interpretasikan pada kewaspadaan sama dengan kasus perkembangan kognitif anak lain? Bagaimana prognosis anak tsb pada remaja-dewasa tertuju ke ADHD, dan edukasi nya bagaimana kepada orang tua?

    Terimakasih banyak dok.

06 April 2019, 23:34

Apakah interpretasi anak dengan kecenderungan multitasking termasuk normal Dok? Adakah sejawat TS yg punya literatur terkait kasus multitasking-behaviour dengan resiko pada semua kalangan umur khususnya anak-anak? BTK

08 April 2019, 06:34

Alodokter!

Mohon maaf saya klarifikasi dulu sedikit, untuk bagian "Dan sekarang ada fenomena di lapangan, saat ketemu ortu dan kita milestone, ortu cenderung bangga " Apakah yang dokter maksud di kalimat itu kita lakukan assessment tumbuh-kembang?

Mencoba menjawab pertanyaan dokter, sebuah studi menyatakan (saya kutip) :

"These literatures indicate that multitasking is almost always less efficient (time, accuracy) and can result in a more superficial learning than single-task performance. Alternatively, when the cognitive, perceptual, and response requirements of the tasks are controlled by the individual, when learning platforms are developmentally appropriate, and when practice is permitted, multitasking strategies can not only be successful but can result in enhanced visual and perceptual skills and knowledge acquisition. "

Jadi semacam ada terms and condition-nya. Tidak selalu buruk untuk perkembangan kognitif. cmiiw.

Jurnal lengkapnya bisa dibaca di : https://doi.org/10.1016/j.dr.2014.12.002

09 April 2019, 09:03

Terima kasih dok sebelumnya, untuk case nya memang pada anak sampai fase pra-remaja. Sy sendiri pernah menemui ortu dan saat milestone perkembangan motorik sering menceritakan kegiatan anaknya yang beraneka ragam dalam satu waktu, saat ditanya perkembangan motorik dia di sekolah. Akhirnya, sy interpretasikan sbg anak multitasking dok lalu sy rujuk ke Sp.A..

Untuk assesment tumbang (milestone)nya dgn anak yang gemar multitasking tidak ditemukan interpretasi menjurus ke kelainan bermakna ya Dok?
Berarti hanya popular science di kalangan awam seputar bahaya multitasking dan masih diperdebatkan.

BTK..

09 April 2019, 09:06

Benar dok, milestone atau assessment tumbang nya

08 April 2019, 21:19
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
Dokter Specialis Psikiater

Alo dokter!

Awalnya saya bingung dengan judul diskusi ini namun barangkali ada yang menarik perhatian untuk saya tanggapi. Mengenai multitasking dengan long term memory loss ini masih menjadi perdebatan & terus dilakukan kajian penelitian. Karena ini juga bersifat case by case, belum bisa digeneralkan. Hanya memang ada beberapa kasus yang demikian. Saya lampirkan jurnalnya y dr. Adi, barangkali bisa sedikit menjawab pertanyaan dokter. Yang menarik dalam jurnal itu adalah dipaparkan perbedaan working memory & long term memory pada orang yang memiliki media multitasking. Memang benar ada gangguan pada long term memory namun ke arah yang bersangkutan tidak cukup mampu menceritakan pengalaman masa lalunya, namun tidak berarti loss keseluruhan, karena kalau sudah seperti itu harus dipikirkan gangguan mental organik.

 

kalau untuk ADHD kok gak y dok, karena konsep dasarnya kan attention deficit - hiperaktif pula, secara klinis susah untuk difokuskan atensinya, kalau memusatkan saja susah bagaimana mau multitasking. Nantinya berbeda ketika sudah diberikan terapi. Namun untuk jurnal pendukung perlu saya cari lagi.

 

semoga membantu y dok, sukses terus, salam.

Media multitasking and memory.pdf
09 April 2019, 08:51

Terimakasih banyak dokatas sharing jurnalnya.

09 April 2019, 10:14
dr. Afinia Permanasari, Sp.KJ
dr. Afinia Permanasari, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
nice answer dr.  uul terimakasih sharing ilmunya...  
09 April 2019, 13:21
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
dr. Zuhrotun Ulya, Sp.KJ, M.H
Dokter Specialis Psikiater
Sama-sama dr. Adi & dr. Afi, sukses selalu y