Perbandingan keefektifan pengobatan tradisional dengan pengobatan tenaga medis - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter-dokter terkasih dimanapun berada yang tergantung setia di aplikasi ini, saya penasaran dan ingin mengetahui bagaimana pengobatan tradisional...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Perbandingan keefektifan pengobatan tradisional dengan pengobatan tenaga medis

    30 November 2019, 21:49

    Alo dokter-dokter terkasih dimanapun berada yang tergantung setia di aplikasi ini, saya penasaran dan ingin mengetahui bagaimana pengobatan tradisional ningsih tinampi ini?

    Yang diakui masyarakat kita, lebih dipilih daripada prosedural pengobatan tenaga medis yang melalui proses panjang untuk mendapat pengakuan registrasi nya.

    Hanya ingin tahu saja pandangan teman-teman sejawat, karena ada user yang menanyakan dan terus terang saya tidak tahu harus menjawab apa, mohon bantuan dalam menjawab πŸ™πŸΏ

    Salam.

30 November 2019, 21:58
Tergabung* (typo)
01 Desember 2019, 07:26
Alo Dok.

Saya juga belum tahu bagaimana prosedur penanganan alternatif tsb, Dok.
Mungkin dokter dapat mengedukasi bahwa pengobatan alternatif belum memiliki bukti empiris/rekomendasi terhadap pengobatan penyakit tertentu. Sehingga pasien dapat disarankan untuk mencari pengobatan yang sudah terbukti secara ilmiah.
Semoga membantu.
01 Desember 2019, 08:18
dr. Novandra Abdillah, SpPD
dr. Novandra Abdillah, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Metafisika dok..
Jin jin segala macem itu dok..
πŸ˜‚πŸ˜‚
Suka sedih tp bgaimana lagi..
01 Desember 2019, 09:42
Mungkin kita harus belajar metafisika juga ya dok 😁
01 Desember 2019, 09:46
dr. Novandra Abdillah, SpPD
dr. Novandra Abdillah, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Masukkan dalam kurikulum pendidikan kita ya dok πŸ˜…
02 Desember 2019, 22:14
Ikut nyimak dok
01 Desember 2019, 10:44
Pernah dengar dok, kalau NT itu ngobatin pasien pasien yang kena santet dok, bukan terkait medis karena rata2 pasien yg sakit itu udah pernah berobat ke dokter tapi dinyatakan sehat. πŸ˜πŸ™
01 Desember 2019, 12:46
Alo Dok. Izin urun pendapat.

Untuk pengobatan alternatif itu saya teringat dengan pasien saya yang ibu nya ngotot saat haid anaknya gak muncul-muncul. Ketika saya mau rujuk ke sejawat Sp.OG, ibunya nolak karena alasan penyakit anaknya karena santet. Sudah saya edukasi sebelumnya bahwa perlu pemeriksaan hormon dan usg ke dokter kandungan... tapi sang ibu tetap menolak.

Miris sih dok 😩 kembali lagi ke keputusan pihak pasien. Kita hanya bisa melakukan praktik sesuai EBM yang sudah terbukti secara optimal.
01 Desember 2019, 12:46
Alo Dok. Izin urun pendapat.

Untuk pengobatan alternatif itu saya teringat dengan pasien saya yang ibu nya ngotot saat haid anaknya gak muncul-muncul. Ketika saya mau rujuk ke sejawat Sp.OG, ibunya nolak karena alasan penyakit anaknya karena santet. Sudah saya edukasi sebelumnya bahwa perlu pemeriksaan hormon dan usg ke dokter kandungan... tapi sang ibu tetap menolak.

Miris sih dok 😩 kembali lagi ke keputusan pihak pasien. Kita hanya bisa melakukan praktik sesuai EBM yang sudah terbukti secara optimal.
01 Desember 2019, 12:58
Kemungkinan faktor tingkat literasi media elektronik di era digital terkait masalah kesehatan sesuai kaidah ilmiah masih rendah di masyarakat.
Bahkan bisa saja sekelas oknum akademisi sampai yg bergelar Prof terjebak sama fenomena "pengobatan alternatif berkedok santet dsb" tanpa kroscek mendalam yang memang masih belum cukup data prosidingnya banyak yang percaya begitu saja tanpa ada rasa skeptis sama sekali.

IMHO Dok.
02 Desember 2019, 16:26
dr. William
dr. William
Dokter Umum

Benar sekali Dok. Jangankan Prof, dokter saja ada yg prakteknya malah pengobatan alternatif, mulai dari naturopathy, functional medicine, homeopathy.. Apalagi di zaman sekarang, banyak jurnal predator tempat praktek" kedokteran alternatif seperti ini bisa mempublikasikan karyanya jadi terkesan ilmiah padahal masuk dalam kategori pseudoscience dan quackery..

Memang perjuangan sih untuk bisa melawan praktek" alternatif seperti ini.. Dan akhirnya ya yg kita bisa lakukan hanya mengedukasi tapi keputusan ya dikembalikan ke tangan pasien.. Kan kita tidak bisa memaksa pasien seperti kata dr. Adi..

02 Desember 2019, 21:02

Setuju Dok, konsep placebo effect dan pseudoscience sangat kental dalam praktik pengobatan alternatif di Indonesia tapi juga jarang mengakui.. kalau pasien nya gak skeptis.

Kalau kasus di luar negeri juga ada sih Dok, tapi bedanya yang buka terapi alternatif tetap menyatakan/mengakui bahwa itu pseudosains tanpa menggunakan "perangkat embel-embel medis"

CMIIW Dok.

03 Desember 2019, 06:25
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
Alo sejawat sekalian, agak miris memang memandang fenomena ini karena kondisi kepercayaan masyarakat pada pengobatan tradisional yang tanpa evidence base seperti ini lebih tinggi daripada kepercayaan mereka terhadap pengobatan medis. Namun sebagai tenaga kesehatan kita harus mengedukasikan bahwa pengobatan tadi belum diteliti secara medis sehingga keabsahannya belum dapat dipertanggungjawabkan, untuk itu sebaiknya dihindari dan beralih ke pengobatan yang sudah jelas penelitiannya yakni pengobatan medis. Semoga masyarakat kita bisa lebih realistis kedepannya πŸ™πŸ™
03 Desember 2019, 10:15
Hehe bingung juga ya; yang kuliah 5 tahun lebih di bidangnya tidak dipercaya sementara seorang manusia yang mendapat wangsit dikatakan dapat menyembuhkan; tiba-tiba puluhan ribu orang percaya bahkan berani keluar duit banyak.

NT ini mendapat wangsit katanya dia diberi mukjizat, cukup dengan menyentuh memegang mengelus bahkan memukul pasien sekalipun segala penyakit sembuh! Aduh bacanya aja bikin tepuk jidat ya dok...

Kalau yg literasi pasiennya cukup biasanya saya bantu jelaskan kemungkinan efek placebo, bahkan tidak menutup kemungkinan kecurigaan fraud dengan melebih-lebihkan hasil pengobatan. Kalau masih percaya, meneruskan debat sama pasien seperti itu sih aDmalam wkwk
03 Desember 2019, 11:08
Ya pasiennya pasien ODGJ dan ODMK dok
03 Desember 2019, 11:01
Baik,

1. Dalam UU Praktik Kedokteran sudah jelas definisi dokter beda dengan pengobatan tradisional.

2. Stigma negatif terhadap dokter di media dan rumitnya sistem bpjs membuat masyarakat tak percaya dokter. Padahal pengobat tradisional ada yang menarik tarif besar dibanding dokter tapi selalu dokter dicap matre, gratifikasi, overutilisasi. Jelas yang diobati dukun yang dishare di youtube adalah pasien orang-orang dengan gangguan jiwa (odgj) yang memang sukar sembuh. Pendapat saya jika pengobat tradisional tulus mengobati pasien mereka tidaΔ· dapat disalahkan, kecuali maksudnya mencelakakan pasien, sudah menarik tarif besar, pasien cacat dan meninggal krn ahkirnya tidak konsumsi obat medis dan mendapat terapi medis.

3. Dengan startup kesehatan seperti alodokter juga sebenarnya membantu komunikasi dan dekat dengan masyarakat terbukti review yang diberikan masyarakat sebagian besar puas, jadi ada perbedaan antara dokter medis dengan pengobat tradisional.
03 Desember 2019, 11:07
Kalau rekan sejawat nonton di Youtube, sudah jelas:

1. Pasien NT adalah pasien- pasien Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK)

2. Sebenarnya Pemerintah sudah mengatur baik di Undang Undang Kejiwaan dan BPJS Kesehatan juga sudah menanggung dengan lebih baik untuk ODGJ dan ODMK ini. 

3. Sebenarnya TS dokter SpKJ sudah baik banyak lakukan edukasi di youtube dan instagram, namun mungkin ada gap komunikasi terutama untuk masyarakat desa, apalagi yang ekonomi menengah ke bawah jadi percaya pengobatan NT.
08 Desember 2019, 22:39
dr. Novandra Abdillah, SpPD
dr. Novandra Abdillah, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Bahasan yang menarik πŸ‘