Indikasi pemberian Serum Anti Bisa Ular (SABU) di Faskes Primer - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, saya izin bertanya, apa indikasi pemberian SABU di puskesmas pada pasien yang tergigit ular tanpa mengetahui apakah ular tersebut berbisa atau...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Indikasi pemberian Serum Anti Bisa Ular (SABU) di Faskes Primer

    05 Oktober 2021, 18:40
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter, saya izin bertanya, apa indikasi pemberian SABU di puskesmas pada pasien yang tergigit ular tanpa mengetahui apakah ular tersebut berbisa atau tidak dan pasien belum menunjukkan gejala sistemik, hanya gejala lokal berupa 2 buah bintik kecil sejajar? mengingat pemeriksaan lanjutan seperti INR, fungsi koagulopati dll tidak ada di puskesmas.

    Mohon advicenya, terima kasih.

05 Oktober 2021, 23:29

Selamat malam Dokter, jika merujuk pada beberapa sumber berikut, indikasi pemberian SABU jika ditemukan ada tanda dan gejala gigitan ular, seperti luka gigitan, nyeri, perdarahan, memar, bengkak, pembesaran kelenjar getah bening, infeksi, atau nekrosis, dan gejala sistemik, termasuk hipotensi dan diikuti dengan adanya gangguan haemostatic atau trombositopenia, ptosis, dan tanda gagal ginjal akut.

Antibisa sebaiknya diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin terjadi, terlebih jika sudah terlihat gangguan hemostatik. 

Berikut source yang bisa menjadi bahan bacaan kita bersama:

https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/204464/B4508.pdf?sequence=1&isAllowed=y

https://www.cdc.gov/niosh/topics/snakes/symptoms.html

Mungkin ada TS lain yang ingin menambahkan CMIIW. 

 

06 Oktober 2021, 08:59
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Terima kasih dok
06 Oktober 2021, 20:36
Salah satu alternatif apabila belum dpt dilakukan pemeriksaan fungsi koagulopati dapat dilakukan tes wbct 20 menit dokter, selain untuk memastikan apakah hemotoksin, jg sbg alternatif apabila pemeriksaan fungsi koagulopati blm dpt dilakukan. Dpt dilakukan dg mengambil darah pasien sebanyak 2 mL kemudian dipindahkan ke dalam botol KACA, dilanjutkan dengan menanti selama 20 menit. Pemeriksaan tsb dpt diulang 2x untuk mendapatkan hasil yg lebih akurat.Setelah 20 menit dpt dilihat hasilnya, apakah terjadi koagulasi atau tdk
Bila kolagulasi (+) --> non hemotoksin
Bila koagulasi (-) --> hemotoksinSelain itu dpt dipertimbangkan juga dengan memerhatikan perkembangan dari oedema yang terjadi dengan melakukan RPP Test (Rate Proximal Progression Test) dokter yg dievaluasi setiap 2 jam, dengan hasil akhir berupa cm/hour.Kedua hal di atas bersumber dari diskusi dengan
Dr. dr. Tri Maharani MSc Sp EM yg merupakan salah satu kontributor dari guideline Snake Bite WHO
06 Oktober 2021, 23:30
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Terima kasih dok
06 Oktober 2021, 23:29
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Terima kasih dokter