Kasus Hematothorax pasca trauma, apakah pasien ini perlu dirujuk ke bedah thoraks? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat siang TS, mau sharing pengalaman yang saya temukan.16/11/18 Px Laki laki/ 30th dtg post KLL kondisi pasien GCS 456, TTV stabil, hanya terdapat v...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Kasus Hematothorax pasca trauma, apakah pasien ini perlu dirujuk ke bedah thoraks?

    30 November 2018, 10:38

    Selamat siang TS, mau sharing pengalaman yang saya temukan.

    16/11/18 Px Laki laki/ 30th dtg post KLL kondisi pasien GCS 456, TTV stabil, hanya terdapat v excoriatum pada tangan kanan kirinya, px mengatakan jatuh terkena stang motor, nyeri terdapat pada dada kanan, pada peemriksaan tidak terdapat hematome maupun krepitasi. Pada foto rontgen tidak ditemukan fraktur. Px diperbolehkan pulang dengan diberi obat antinyeri dan antibiotik.

    26/11/18 Px datang kembali ke IGD rujukan dengan keluhan nyeri perut kanan atas hingga ke dada, di Dx dengan cholesistisis. Saat diruangan dan sudah di terapi sebagai cholesistitis keluhan px tidak membaik. Dilakukan foto thorax dan di interpretasikan efusi pleura susp tumor dd tb paru. Saat di lakukan proof pungsi ternyata di dapatkan darah gross. Dilakukan evakuasi sebanyak 900ml. Dan mengingat ada riwayat trauma sebelumnya maka di Dx dengan hematothorax D

    28/11/18 Dilakukan evakuasi kembali sebanyak 500ml. Dan setelah itu sudah tidak ada progresivitas kembali dan keluhan membaik maka rencana dilakukan evaluasi dengan  CT Scan thorax lewat poli. Mungkin kemungkinqn suatu perdarahan vena dan sudah clotting

    Px dirawat oleh dokter Sp.P dan Sp.B

    Bagaiman pendapat TS? Apakah sebaiknya langsung dirujuk ke Faskes yang memilki Sp.BTKV?

    Terimakasih.








30 November 2018, 11:22

Alo dokter faiz,

Menurut saya, jika dari hasil pemeriksaan tidak ada perdarahan aktif, klinis pasien juga tidak ada perburukan, sebaiknya dapat tetap diterapi oleh dokter Sp.B dan Sp.P dok.

Namun, jika setelah dilakukan CT Scan diperlukan adanya intervensi, maka dapat dirujuk ke dokter Sp.BTKV dok. Tapi dikembalikan lagi ke dokter penanggung jawabnya dok, dalam hal ini dokter Sp.B dan Sp.P dok.

Semoga membantu dok, terima kasih.

30 November 2018, 12:37
Baik, Terimakasih dr Frisca atas masukannya
30 November 2018, 11:27
Willy
Willy
Dokter Umum

ALO dr Faiz,

Dengan ada history trauma dan analisis cairan pleura terdapat darah gross, mungkin saya setuju ada hematothorax post trauma. 
Kalau pendapat saya dok bila tidak ada progresivitas dan tidak ada gangguan hemodinamik, mungkin penanganan dari SpB dan SpP saja sudah cukup dok, sambil terus dipantau jumlah efusinya.

 

CMIIW, atau ada pendapat dari sejawat lain.

Terima kasih.

30 November 2018, 11:32
Alo dok,
Lalu bila kondisinya seperti pasien di atas dimana pada awal pemeriksaan tidak ada gejala adanya hematotoraks, maka apa perlu pasien dirawat inap dulu untuk mengevaluasi perburukan gejalanya?
30 November 2018, 12:40
Baik, Terimakasih dr willy atas masukannya
30 November 2018, 12:44
30 November 2018, 11:32
Alo dok,
Lalu bila kondisinya seperti pasien di atas dimana pada awal pemeriksaan tidak ada gejala adanya hematotoraks, maka apa perlu pasien dirawat inap dulu untuk mengevaluasi perburukan gejalanya?
Terimakasih dr made, pasien sudah dirawat 3 hari dok dan untuk progresitivitasnya tidak ada dan kondisi sudah stabil, mungkin pertimbangan untuk bisa kontrol poli dan sementara diberikan obat simtomatis dan anjuran untuk CTscan thorax di poli bisa lakukan.
30 November 2018, 13:18

dr. Frisca Febe Lumban Gaol
Nov 30, 2018 at 11:22 AM

Alo dokter faiz,


Menurut saya, jika dari hasil pemeriksaan tidak ada perdarahan aktif, klinis pasien juga tidak ada perburukan, sebaiknya dapat tetap diterapi oleh dokter Sp.B dan Sp.P dok.


Namun, jika setelah dilakukan CT Scan diperlukan adanya intervensi, maka dapat dirujuk ke dokter Sp.BTKV dok. Tapi dikembalikan lagi ke dokter penanggung jawabnya dok, dalam hal ini dokter Sp.B dan Sp.P dok.


Semoga membantu dok, terima kasih.

saya setuju dengan dr Frisca, jadi masih bisa ditangani oleh Sp.B dan Sp.P ya. Kecuali jika hemothorax masif ya, sesuai standar ATLS yaitu 1500 cc darah yang keluar atau keluar 200cc/jam dalam 2-4 jam dan klinis pasien yang memburuk sehingga perlu thorakotomi, saya rasa perlu dipertimbangkan rujuk ke sejawat BTKV

sepaham saya, kasus hemothorax terkadang tidak langsung terjadi ya. Bisa terjadi beberapa saat setelah cedera. Karena tidak langsung terjadi akumulasi darah di rongga pleura. Karena itu menjadi pentingnya observasi dan re assesment untuk memastikan tidak ada perburukan gejala.
Tapi saya kurang paham berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai dinyatakan boleh pulang. Di tempat saya bekerja observasi dilakukan sampai 6 jam, baru setelah yakin tidak ada perburukan barulah dapat diijinkan pulang. Mungkin TS spesialis bedah dapat memberikan tambahan penjelasan.

30 November 2018, 14:15
30 November 2018, 13:18

dr. Frisca Febe Lumban Gaol
Nov 30, 2018 at 11:22 AM

Alo dokter faiz,


Menurut saya, jika dari hasil pemeriksaan tidak ada perdarahan aktif, klinis pasien juga tidak ada perburukan, sebaiknya dapat tetap diterapi oleh dokter Sp.B dan Sp.P dok.


Namun, jika setelah dilakukan CT Scan diperlukan adanya intervensi, maka dapat dirujuk ke dokter Sp.BTKV dok. Tapi dikembalikan lagi ke dokter penanggung jawabnya dok, dalam hal ini dokter Sp.B dan Sp.P dok.


Semoga membantu dok, terima kasih.

saya setuju dengan dr Frisca, jadi masih bisa ditangani oleh Sp.B dan Sp.P ya. Kecuali jika hemothorax masif ya, sesuai standar ATLS yaitu 1500 cc darah yang keluar atau keluar 200cc/jam dalam 2-4 jam dan klinis pasien yang memburuk sehingga perlu thorakotomi, saya rasa perlu dipertimbangkan rujuk ke sejawat BTKV

sepaham saya, kasus hemothorax terkadang tidak langsung terjadi ya. Bisa terjadi beberapa saat setelah cedera. Karena tidak langsung terjadi akumulasi darah di rongga pleura. Karena itu menjadi pentingnya observasi dan re assesment untuk memastikan tidak ada perburukan gejala.
Tapi saya kurang paham berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai dinyatakan boleh pulang. Di tempat saya bekerja observasi dilakukan sampai 6 jam, baru setelah yakin tidak ada perburukan barulah dapat diijinkan pulang. Mungkin TS spesialis bedah dapat memberikan tambahan penjelasan.

Terimakasih dr alfonsus, setelah KLL pasien di observasi di IGD dilakukan debridement sm diberikan anti nyeri saja, setelah 2jam keluhan pasien membaik, pasienya diperbolehkan pulang dengan saran kontrol ke poli Bedah besoknya.
30 November 2018, 15:45
Selamat sore.
Apakah pasien ini ada trauma tumpul abdomen, misalnya ruptur hepar atau hematom perirenal dekstra, yg memiliki efek inbibisi ke spasium pleura dekstra? Mengingat trauma sudah 10 hari. Karena sy pernah menjumpai kasus demikian, dan diketahui lewat MSCT abdomen dgn kontras.

Trima kasih
30 November 2018, 16:24
30 November 2018, 15:45
Selamat sore.
Apakah pasien ini ada trauma tumpul abdomen, misalnya ruptur hepar atau hematom perirenal dekstra, yg memiliki efek inbibisi ke spasium pleura dekstra? Mengingat trauma sudah 10 hari. Karena sy pernah menjumpai kasus demikian, dan diketahui lewat MSCT abdomen dgn kontras.

Trima kasih
Terimakasih dokter rudi, pasien ini tidak ada trauma tumpuo abdomen dok, hanya di dada saja dan di curigai terkena vena dok. Terimakasih masukannya 🙏
30 November 2018, 19:06
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
30 November 2018, 10:38

Selamat siang TS, mau sharing pengalaman yang saya temukan.

16/11/18 Px Laki laki/ 30th dtg post KLL kondisi pasien GCS 456, TTV stabil, hanya terdapat v excoriatum pada tangan kanan kirinya, px mengatakan jatuh terkena stang motor, nyeri terdapat pada dada kanan, pada peemriksaan tidak terdapat hematome maupun krepitasi. Pada foto rontgen tidak ditemukan fraktur. Px diperbolehkan pulang dengan diberi obat antinyeri dan antibiotik.

26/11/18 Px datang kembali ke IGD rujukan dengan keluhan nyeri perut kanan atas hingga ke dada, di Dx dengan cholesistisis. Saat diruangan dan sudah di terapi sebagai cholesistitis keluhan px tidak membaik. Dilakukan foto thorax dan di interpretasikan efusi pleura susp tumor dd tb paru. Saat di lakukan proof pungsi ternyata di dapatkan darah gross. Dilakukan evakuasi sebanyak 900ml. Dan mengingat ada riwayat trauma sebelumnya maka di Dx dengan hematothorax D

28/11/18 Dilakukan evakuasi kembali sebanyak 500ml. Dan setelah itu sudah tidak ada progresivitas kembali dan keluhan membaik maka rencana dilakukan evaluasi dengan  CT Scan thorax lewat poli. Mungkin kemungkinqn suatu perdarahan vena dan sudah clotting

Px dirawat oleh dokter Sp.P dan Sp.B

Bagaiman pendapat TS? Apakah sebaiknya langsung dirujuk ke Faskes yang memilki Sp.BTKV?

Terimakasih.








Halo teman2.. very nice & actual case.. 
30 November 2018, 19:10
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
30 November 2018, 11:22

Alo dokter faiz,

Menurut saya, jika dari hasil pemeriksaan tidak ada perdarahan aktif, klinis pasien juga tidak ada perburukan, sebaiknya dapat tetap diterapi oleh dokter Sp.B dan Sp.P dok.

Namun, jika setelah dilakukan CT Scan diperlukan adanya intervensi, maka dapat dirujuk ke dokter Sp.BTKV dok. Tapi dikembalikan lagi ke dokter penanggung jawabnya dok, dalam hal ini dokter Sp.B dan Sp.P dok.

Semoga membantu dok, terima kasih.

Bagus opininya.. Hematotoraks yang tetap persisten setelah dilakukan multiple aspirasi potensi menimbulkan EMPYEMA TORAKS dikemudian hari, juga dapat terjadi SCHWARTE. 
Adalah lebih mudah melakukan penanganan Fluidotoraks (Blood) ketimbang sdh mjd Pus maupun Fibrosis.. 
Apalagi dapat kita lakukan Video Assisted Thoracoscopic Surgery yg minimal invasive.. 
Salam..
30 November 2018, 19:13
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
30 November 2018, 11:27

ALO dr Faiz,

Dengan ada history trauma dan analisis cairan pleura terdapat darah gross, mungkin saya setuju ada hematothorax post trauma. 
Kalau pendapat saya dok bila tidak ada progresivitas dan tidak ada gangguan hemodinamik, mungkin penanganan dari SpB dan SpP saja sudah cukup dok, sambil terus dipantau jumlah efusinya.

 

CMIIW, atau ada pendapat dari sejawat lain.

Terima kasih.

Halo Willy.. good opinion. Bagaimana memantau jumlah efusinya ya.. bila tanpa dilakukan insersi chest tube..
Saat ini tidak Progresif memang... namun umumnya, darah yg tinggal di cavum thorax bila tdk terserap scr alami maka akan menjadi Empyema atau Schwarte.
30 November 2018, 19:16
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
30 November 2018, 11:32
Alo dok,
Lalu bila kondisinya seperti pasien di atas dimana pada awal pemeriksaan tidak ada gejala adanya hematotoraks, maka apa perlu pasien dirawat inap dulu untuk mengevaluasi perburukan gejalanya?
Setiap Trauma Toraks perlu diingat bhw ada bbrp organ vital toraks yg memiliki potensi cedera lanjut dan progresif (jantung, paru, pembuluh darah besar bronkus trakea..). Umumnya observasi diperlukan untuk memastikan tdk ada perburukan dlm 2x24jam pertama paska trauma.
30 November 2018, 19:18
Terimakasih dr. Niko, sangat membantu sekali
30 November 2018, 19:54
dr. David, Sp.B, FINACS
dr. David, Sp.B, FINACS
Dokter Spesialis Bedah
Alo dok!
Kasus ini merupakan kasus trauma dan bila dari cerita singkat yg Anda jelaskan, kmgknan merupakan suatu trauma tumpul torakoabdominal, dimana terjadi hematotoraks kanan yg bisa saja diakibatkan terdapat laserasi hepar dgn imbibisi ke rongga pleura ataupun ada laserasi diafragma kanan. Dalam kasus ini sudah tepat dikonsulkan ke dokter bedah sebagai dpjp utama mengingat ini merupakan kasus trauma, dan memang diperlukan suatu prosedur pemasangan chest tube dan wsd sbg tindakan diagnostik sekaligus terapi. Setelah dilakukan evakuasi, nanti dilanjutkan dengan pemeriksaan ct scan toraks abdomen kontras utk menilai lebih jelas letak cedera organ nya. Dan kemudian apabila diperlukan repair diafragma maupun repair hepar sekalipun, dokter bedah memiliki kompetensi mandiri utk mengerjakannya. 
Semoga bermanfaat! 
30 November 2018, 20:09
Halo dr. Faiz..saya mau menambahkan saja. Jika dilihat dr ro toraks..sudah termasuk fluidotoraks yg masif dan ada indikasi utk pemasangan chest tube. 
Pada kasus ini yang ternyata adalah hematotoraks..lebih baik evakuasi dengan chest tube karena darah gampang membentuk clot sehingga evakuasi dengan punksi serial tidak maksimal..dengan chest tube kita jg lebih mudah memantau jml perdarahannya dan pada akhirnya akan lebih meminimalisir terjadinya schwarte atau risiko terjadinya empyema krn evakuasi yg tidak maksimal dan risiko infeksi akibat tindakan.
Utk siapa yg melakukan..pemasangan chest tube bisa dilakukan oleh Sp.P..Sp.B..maupun Sp.BTKV. Jika tidak ada penyulit lain misalnya trauma dinding dada atau abdomen..Sp.P dapat melakukannya..namun apabila ada trauma2 yg lain biasanya lgsg dilakukan sejawat bedah baik Sp.B atau Sp.BTKV.
Terima kasih