Pasien laki-laki usia 43 tahun sudah menikah datang dengan keluhan kehilangan gairah seksual - Diskusi Dokter

general_alomedika

Assalamualaikum dokter, izin berbagi kasus. Beberapa hari yang lalu seorang laki2 umur 43 tahun sudah menikah datang ke pkm dengan keluhan kehilangan gairah...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien laki-laki usia 43 tahun sudah menikah datang dengan keluhan kehilangan gairah seksual

    Dibalas 15 Januari 2021, 19:28

    Assalamualaikum dokter, izin berbagi kasus. Beberapa hari yang lalu seorang laki2 umur 43 tahun sudah menikah datang ke pkm dengan keluhan kehilangan gairah sexual jika ingin berhubungan dengan istrinya, namun hasrat untuk melakukan hubungan sexual/ gairah pasien itu ada, menurut pasien penis ereksi namun PD saat ingin berhubungan dgn istri penis tdk ereksi kembali. Pasien juga ada riwayat pernah berhubungan sexual waktu masih muda dan tdk mengalami gangguan sexual sprti sekarang ini. Riwayat pernikahan pasien di jodohkan oleh org tua masing-masing. 

    Menurut TS, apakah ini sebaiknya di konsulkan ke Dokter jiwa atau pakar sexolog atau di konsul ke bagian lain? Terimakasih

15 Januari 2021, 10:05
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Alo dr.  Andi, Izin menambahkan,  pada kasus tersebut perlu ditanyakan apakah tidak mampu ereksi ini hanya bersifat jika dengan istri,  dan bagaimana riwayat kehidupan seksual jika bersama orang lain atau saat melakukan sendiri? Apakah ada riwayat penggunaan obat atau zat tertentu sebelumnya?  Riwayat ini pun bisa saja mempengaruhi kondisi saat ini. Jika tidak terdapat gangguan jika di luar dengan istri ada kemungkinan gejala yang dialami bagian dari kondisi psikis. Namun,  jika fungsi keseluruhan terganggu biasanya selain dengan psikiater,  maka pasien akan dikonsulkan ke bagian urologi ataupun andrologi. Adapun beberapa kondisi fisik bisa juga menyebabkan ereksi tidak dapat bertahan lama,  sehingga biasanya hal ini pun perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. Di Indonesia sendiri hingga saat ini pakar seksologi merupakan bagian dari subspesialis psikiater dan umumnya karena terbatasnya psikiater sub spesialis seksologi maka psikiater umum pun telah menangani kasus tersebut. Semoga dapat membantu.
15 Januari 2021, 19:14
Sebelumnya Trmksh dr. Soeklola, 
Untuk Riwayat penggunaan obat dan zat tertentu disangkal dok, riwayat berhubungan diluar istri ada dok, dan tidak ada keluhan gangguan gairah sexual , keluhan gangguan gairah sexual hanya pada istrinya saja dok. 
Pasien punya riwayat pernikahan di jodohkan oleh orang tuanya dok, apakah ini masuk salah satu gangguan psikis dokter ? Trmskh
14 Januari 2021, 18:28

Alo Dokter,

Izin ikut berdiskusi ya dok untuk kasus disfungsi ereksi sendiri dari sumber yang saya baca bila tidak ada komorbid dan kondisi medis tertentu paling banyak karena faktor psikologis nya dok. Mungkin bila tidak ada kelainan dan komorbid pada pasien, dokter bisa berikan tips kepada pasien untuk di rumah, atau bila memang diperlukan mungkin bisa disarankan menemui psikolog dahulu dok.Berikut mungkin sumber yang dapat membantu ya dok

https://www.alomedika.com/penyakit/urologi/disfungsi-ereksi Semoga membantu dok

15 Januari 2021, 19:28
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Alo dr.  Andi, Jika demikian riwayatnya ada kemungkinan sangat besar faktor psikisnya.  Saran ada baiknya dokter mencari tahu juga mengenai pola komunikasi, pola relasi dengan istri,  serta pemahaman pasien mengenai makna pernikahan khususnya istrinya bagi pasien.
Dari beberapa kasus yang pernah terjadi,  biasanya ada salah satu kendala dari faktor yang disebutkan. 
Sebagai dokter,  tentu perlu memberikan empati yang mendalam dan tetap bersifat non judmental pada pasien. Jika memungkinkan pasien dapat dirujuk ke psikiater.  Namun jika pasien menolak maka dapat diberikan penanganan berupa support dan membantu memahami gejolak emosi yang timbul pada pasien. 
Jika memungkinkan dan mempertimbangkan mempertahankan pernikahan,  maka dokter juga dapat berdiskusi bersama pasien mengenai hal-hal positif yg terdapat dalam pernikahan khususnya pada istrinya.  Hal ini dapat mengurangi emosi negatif yang mungkin timbul dari pernikahan tersebut.
Semoga membantu.