Bagaimana perkembangan layanan BPJS di tempat sejawat? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Bagaimana perbaikan layanan bpjs kesehatan, apakah sejawat masih kesulitan dalam mendiagnosis dan mengobati pasien karena prosedurnya tidak sesuai dengan...

Diskusi Dokter

25 Juni 2019, 21:47
25 Juni 2019, 21:21

Bagaimana perbaikan layanan bpjs kesehatan, apakah sejawat masih kesulitan dalam mendiagnosis dan mengobati pasien karena prosedurnya tidak sesuai dengan keahlian yang TS miliki?

Alo dokter
Tema menarik.
Jawabannya : masih.
Tapi saran alangkah baiknya tidak membahas hal ini, semua membutuhkan perubahan yang bertahap, dengan prioritas yang paling mudah dan yang paling memberi manfaat terbesar untuk publik dapat dilakukan terlebih dahulu.
Masalah yang selama ini muncul berkaitan dengan uang, yang telah dan akan dibayar BPJS, kecukupan dana, dan besaran pembayaran kepada fasilitas kesehatan.
Kita doakan semuanya menjadi lebih baik.
Salam.
26 Juni 2019, 19:14
Terimakasih Dok
27 Juni 2019, 09:50
Aamiin, semoga lebih baik lagi 
25 Juni 2019, 21:51
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Alo dokter
Kendala bpjs klnada intolerasi penggunaan ace inhibitor di faskes primer dan sdh diganti Arb..syng d rs pemerintah masih harus diulang lg prosedur ace inhibitor peresepan minimal 1 bulan dan bulan depanny baru bisa dapat ARB
26 Juni 2019, 19:15
Terimakasih banyak atas jawabannya dok
26 Juni 2019, 20:33
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Alo dokter,
Adalagi seperti restriksi penggunaan golongan statin yg tergantung nilai labnya.padahal kaalu ada bukti kasus CVD bisa diberikan seterusnya tanpa melihat hasil lab profil lipid
27 Juni 2019, 10:16
Iya betul sekaali dokter. Hal tersebut juga saya alami
27 Juni 2019, 17:24
Semoga ke depannya diperbaiki ya karena sulit juga jika setiap pasien CVD diperiksa profil lipidnya
14 Juli 2019, 10:39
Idem dok 
26 Juni 2019, 23:18
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
Alo dokter!

Dari pengalaman saya pribadi, saya biasanya membiasakan diri dulu dengan diagnosis baku pada icd 10 yg digunakan dalam bpjs, bila memungkinkan dibuat rangkumannya sesuai bidang kita, jadi saat menuliskan diagnosis utk diklaim akan sesuai dengan yg bisa diklaim oleh bpjs
27 Juni 2019, 17:23
Terimakasih dok atas sarannya
27 Juni 2019, 21:54
Saya mendownlod icd 10 di playstore. Dan juga ada icd 9cm untuk kode tindakan. Bahkan saya sampai mengikuti pelatihan terkait pengcodingan
28 Juni 2019, 08:00
Terimakasih dok atas informasinya ya
28 Juni 2019, 09:33
Izin nyimak ya Dok. Kebetulan klinik saya non BPJS.
28 Juni 2019, 10:34
Alodok
Izin sharing Dok.

Mungkin kalau dari sisi saya, edukasi ke pasien bahwa tidak semua kasus bisa diklaim oleh BPJS hanya kasus gawat darurat saja ke IGD.

Banyak yg miskomunikasi peserta BPJS bahwa semua kasus baik non gawat darurat bisa ditanggung di IGD.
28 Juni 2019, 17:23
Iya benar sekali dok karena gawat darurat berdasarkan pemahaman pasien berbeda dengan penyakit gawat darurat yang ditanggung bpjs. Seharusnya Pihak BPJS Kesehatan yang lebih banyak memberikan edukasi ke masyarakat terkait yang ditanggung dan tidak ditanggung, supaya tidak terjadi miskomunikasi di lapangan.
02 Juli 2019, 15:43
Setuju sekali dokter, sehingga sering sekali datang pasien ke IGD dgn non emergency sehingga sulit bagi kita untuk menjelaskan bahwa tidak bs di klaim apabila non emergency sehingga menyebabkan kesalahpahaman antara kita dan pasien 
28 Juni 2019, 20:35
Alo dok
Iji  share ya,di rs saya yg tipe c,di poli dokter umum tdk boleh lagi melayani pasien bpjs,jk spesislis tdk ditempat poli hrs tutup,diruangan jg dr umum tdk boleh jadi DPJP pasien. Kemudian skrg kasus pasien jatuh/terpeleset selain kecelakaan hrs buat surat pernyataan kronologis kejadian ttd diatas materai😅. 
30 Juni 2019, 22:02
Wah repot juga ya dok, apalagi jika pasien sedang banyak.
01 Juli 2019, 17:39
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terimakasih buat infonya di RSUD ya dok?
02 Juli 2019, 14:53
Kasihan dokter umumnya ga dianggap ya dok 
05 Juli 2019, 00:03
Semangat, dok! 
02 Juli 2019, 20:26
Terimakasih buat infonya di RSUD ya dok?
Iya dok,di RSUD Jaraga Sasameh Buntok,KalTeng dok. Barusan terakreditasi paripurna dok,pelayanan BPJS makin byk dibatasi😅
02 Juli 2019, 20:30
02 Juli 2019, 14:53
Kasihan dokter umumnya ga dianggap ya dok 
Iya dok,kasian deh dokter umumnya g dianggap😅padahal dulu dipoli dibuka pelayanan poli umum,skrg g boleh lagi smua poli hrs spesialis. Yg jd korban pasien,klo mau kontrol luka post op g boleh ke igd klo poli bedah tutup kec pasien bersedia umum😅😂
02 Juli 2019, 22:29
30 Juni 2019, 22:02
Wah repot juga ya dok, apalagi jika pasien sedang banyak.
Iya dok,benar2 merepotkan,tp mau gmn lg😅
02 Juli 2019, 22:33
Iya dok semuanya mengalami hal yg sama saya rasa..
Buah simalakama memang..
05 Juli 2019, 23:20
Pelayanan xoxo, Klaim Pelayanan Non Kapitasi Nono  :') 

Contoh prolanis untuk 1 kegiatan saja,
Klaimnya butuh kurang lebih 10 lembar kertas. 

Ada 

6.432 puskesmas
3.499 puskesmas rinap
5.326 dokter praktek
4.548 klinik pratama
635 klinik TNI
558 klinik Polri


Total 20998

Persekali klaim 10x 20998 = 209.980 lembar kertas

209.980x12bulan= 2.519.760 lembar kertas

Jadi 5039 Rim
Rata rata harga kertas per rim 50.000 jadi total harga kertasnya lebih dari 250 Juta

Indonesia buang duit 250 juta biaya kertas per tahun untuk klaim 1 program (baru senam prolanis belum edukasi prolanis 😁 kali 2 deh)

Untuk jadi kertas 1 rim dibutuhkan 1 pohon dengan usia 5 tahun.Jadi butuh 5039 Batang Pohon yang sudah berumur 5 tahun

Tebal kertas HVS 70 gram per lembarnya 0.1mm jadi kalau ditumpuk ke atas kertasnya jadi

2.519.760x0.1 =251.976 mm jadi 251 Meter

Ini setara dengan gedung tertinggi di Indonesia 50 lantai keatas

Ini yang dihitung baru kertas, belum biaya cetak, biaya photocopy Dan juga materai. Dan biaya lelah. 😊

Beda sama Korea Selatan dengan sistem yang sudah 99% klaim online dan menerapkan AI, jd membuat semua pihak tidak lelah. Jadi bisa fokus ke pelayanan. 




06 Juli 2019, 21:54
Wow detail sekali dok kalkulasinya,untung dokter keluarga skrg g disuport lg dana utk senam dan edukasi prolanis,bekrg ribet sy😅blm lg aplikasi p care yg terbaru tulisannya kecil2,g bs di zoom spt aplikasi sblmnya,bisa2 bertambah minus mata ssya😂🤣
05 Juli 2019, 23:38
Sejak berlaku surat rujukan maksimal 3 bulan di FKTRL, fktp diminta meng-assessment ulang kondisi pasien yang masih dirawat di FKRL setiap masa surat rujukan habis. Pasien stabil tidak perlu rujuk, pasien belum stabil rujuk. Sementara di fktp kompetensi dan fasilitas penunjang kita terbatas, jadi jelas tidak selalu bisa menegakkan diagnosis dengan tepat.

Implikasinya bisa jadi : 

1. Fktp merujuk dengan over diagnosis (buatkan saja rujukan antisipasi under terapi di fktp, sekan2 hanya PNY fungsi administrasi. 

2. Fktp merujuk dengan catatan  contekan dari dpjp rumah sakit bahwa pasien belum stabil / by request bukan by assessment seperti yg diharapkan BPJS.

3. Fktp under diagnosis dan pasien under terapi di fktp.

4. Pasien under complient karena merasa direpotkan harus berputar mencari rujukan tiap 3 bulan padahal penyakitnya hanya bisa ditangani di RS. 


06 Juli 2019, 22:02
Iya benar dok,tiap 3 bln ada pertemuan monev diktr bpjs,rujukan diatas 15 % slalu dikomplain,sdkan pasien yg pindah faskes sy rata2 pasien PRB dan kronis,apotek PRB tdk myediakan obat lengkap spt rs,lalu g smua obat PRB bs diklaim apotek jejaring ke bpjs,cth jarum insulin,vitamin,obat maag,analgetik,antibiotik🤣
07 Juli 2019, 11:23
05 Juli 2019, 00:03
Semangat, dok! 
Iya mkasih dok🙏hrs semangat terus ngurus pasien bpjs🙂