Borderline Disorder dan Siklotimik - Jiwa Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Soeklola, Sp. KJ,Bagaimana caranya membedakan pasien borderline disorder dok? Lalu pada pasien siklotimik bagaimana penanganannya dok? Apakah...

Diskusi Dokter

28 April 2021, 12:28
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

Alo dr. Pika

Borderline Personality dissorder (Gangguan Kepribadian Ambang/ GKA) merupakan gangguan kepribadian. Artinya selama tidak terdapat gangguan yang membahayakan diri, orang lain, gangguan mood atau gangguan jiwa lain yang menyertai maka hanya dapat ditangani dengan psikoterapi saja. Namun beberapa penelitian menunjukkan GKA sering berkomorbid dengan  gangguan pengontrolan impuls dan gangguan mood sehingga kadang perlu mendapatkan medikamentosa.

Pembeda dari GKA dan Siklotimik adalah onset atau awitan gejalanya. Jika kondisi ini sudah dialami sejak kanak bahkan pasien tidak ingat sejak kapan pertama kali gejala ini muncul maka besar kemungkinan gangguan ini lebih ke gangguan kepribadian. Gangguan Kepribadian sendiri lebih menonjol (walaupun tidak selalu) dalam pola relasi sehari-hari, pola menyelesaikan masalah dan pola memandang masalah yang ada.

Sementara Siklotimik masuk ke salah satu gangguan mood, artinya memiliki awitan yang jelas. terdapat periode sebelum terjadi gangguan (prodormal) dan setelah terjadi gangguan. dan target terapi lebih ke recovery artinya pasien mampu berfungsi seperti pada masa prodormal (baik masih dalam pengobatan maupun tanpa pengobatan).

Sifat gangguan mood seperti Siklotimik sendiri memang ada kemiripan dengan terjadinya cetusan kejang di area emosi otak itu sebabnya medikamentosa seperti mood stabilizer menjadi penting diberikan selain modalitas dengan psikoterapi.

Pada beberapa kasus dengan risiko efek samping pemberian mood stabilizer yang besar misalnya :

- reaksi alergi

- hamil

-riwayat PCOS ataupun gangguan hormonal besar

maka pemberian antipsikotika atipikal menjadi pilihan terapi.

 

 

Semoga membantu

28 April 2021, 12:39
Terima kasih dok, penjelasanya lengkap sekali.
28 April 2021, 19:54
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa
28 April 2021, 12:39
Terima kasih dok, penjelasanya lengkap sekali.

Sama-sama dr. Pika