Bolehkah transfusi darah tanpa crossmatch pada pasien gawat darurat? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat siang TS Ijin tanyaKemarin saat saya jaga, ditemukan anak usia 10 tahun dengan berat 23 kg kecelakaan. MOI nya anak naik sepeda motor dibonceng. Lalu...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bolehkah transfusi darah tanpa crossmatch pada pasien gawat darurat?

    Dibalas 04 April 2019, 20:57

    Selamat siang TS 

    Ijin tanya

    Kemarin saat saya jaga, ditemukan anak usia 10 tahun dengan berat 23 kg kecelakaan. 

    MOI nya anak naik sepeda motor dibonceng. Lalu tabrakan dengan mobil. Anak tersebut terlempar sekitar 3 meter dan masuk ke dalam sungai. Sebelum masuk ke sungai, sempat terhantam batu batu di pinggiran sungai. 

    Px fisik nya semua baik kecuali abdomen

    Ditemukan jejas di regio kiri atas perut

    Pekak hepar masih positif, 

    Tp anak mengeluh nyeri tekan di seluruh lapang perut

    Anak juga terlihat anemis

    Dilakukan pemeriksaan oleh dokter bedah, dilakukan hb serial ternyata ditemukan penurunan Hb dari 12 menjadi 8 hanya dlaam waktu 90 menit. Akhirnya diputuskan laparotomi dan menyiapkan 2 kantong darah WB golongan O tanpa crossmatch

    Setelah dilaparotomi, ditemukan limpa pasien pecah. Dan setelah dilakukan tindakan anak sekarang kondisinya membaik dan dimasukan kedua kantonng darah trsbut. 

    Apakah ada batasan brapa maksimal penggunaan darah tanpa crossmatch?

    Lalu pada keadaan tidak ada USG FAST karena terkendala fasilitas, apa ada modalitas lain yang bisa kita gunakan selain hb serial? Selain memang tetap menajamkan pemeriksaan fisik

    Terima kasih

03 April 2019, 20:29

Alodokter.

Dari protap/guideline WHO mengenai tranfusi darah pediatrik maka disarankan untuk memulai inisiasi di ambang 5 ml/kg  (jenis RBC) atau 10ml/kg untuk darah segar (whole blood/WB).

Di dalam panduan tsb tidak spesifik menjelaskan volume tranfusi golongan darah O, tapi dibolehkan menggunakan darah O untuk kasus gawat darurat dengan CATATAN tidak membawa sel-sel antibodi tertentu atau antigen A atau B (meski jarang) dan prosedur crossmatch tdk memungkinkan.



Sehingga kesimpulan darah O bisa didonorkan ke resipien dgn ABO tdk jelas, hanya jika O dengan Rh (-) negatif sedangkan darah O dgn Rh positif sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan membawa antibodi dan/atau antigen yg belum diketahui apabila tidak ada crossmatching. (Bisa diklik guideline WHO dibawah)

Protap WHO tranfusi darah

CMIIW Dok, BTK

04 April 2019, 09:45
Trimakasih banyak ya dok
04 April 2019, 08:52
Alo dok,

Jika memang memungkinkan, crossmatch sebaiknya dikerjakan sebelum melakukan transfusi darah. Namun jika ada kendala biaya (saya kurang tahu apakah sistem BPJS skrg  bisa men-cover pemeriksaan ini atau tdk) ataupun fasilitas, maka saya rasa tdk wajib dilakukan. Yang paling penting tentunya adalah keselamatan pasien dulu CMIIW. 

Mengenai perdarahan intraabdomen jika memang fasilitas pemeriksaan penunjang yg tersedia hanya lab darah sederhana, maka pemeriksaan hb serial akan membantu mengonfirmasi diagnosa. Berikut link artikel yg bisa dibaca dok https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4771276/
04 April 2019, 09:46
Trimakasih ya dok
04 April 2019, 10:15
dr.bambang eko wiyono
dr.bambang eko wiyono
Dokter Spesialis Kandungan
Untuk life daging saya kira  diperbolehkan pemberian darah tanpa cross match dengan persetujuan keluarga sampai hemodinamik stabil,minimal USG fast kalau memang klinis curiga perdarahan dan tanda syok,dan yang bisa menilai klinis adalah dokter bedah yang akan melakukan tindakan..kalau tdk yakin dengan penilaian klinis dan alat bantu tdk tersedia,bisa dirujuk pada tempat yang punya alat diagnostik...
04 April 2019, 17:08
dr. Ferdi
dr. Ferdi
Dokter Umum
Dalam kondisi yang amat sangat emergency, dimana fasilitas/situasi tidak memungkinkan crossmatch, untuk lifesaving saya rasa pemberian darah tranfusi dengan golongan darah donor universal (O-) cukup rasional untuk dilakukan
04 April 2019, 20:40
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Alodoc!

Sebetulnya tidak ada batasan berapa banyak darah yang bisa diberikan TANPA crossmatch, karena 1 kantong saja pun yg tanpa crossmatch sudah berisiko menularkan bloodborne diseases. Oleh sebab itu prinsipnya adalah gunakan sesedikit mungkin untuk optimalisasi hemodinamik, lalu dilanjutkan dgn transfusi komponen darah yg sesuai.
04 April 2019, 20:57
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
04 April 2019, 20:40
Alodoc!

Sebetulnya tidak ada batasan berapa banyak darah yang bisa diberikan TANPA crossmatch, karena 1 kantong saja pun yg tanpa crossmatch sudah berisiko menularkan bloodborne diseases. Oleh sebab itu prinsipnya adalah gunakan sesedikit mungkin untuk optimalisasi hemodinamik, lalu dilanjutkan dgn transfusi komponen darah yg sesuai.
*bloodborne diseases dan risiko inkompatibility dan alergi