Apakah DMARDs boleh dihentikan pada Rheumatoid Arthritis? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo sejawat semua! Seperti yang kita tahu, rheumatoid arthritis membutuhkan tatalaksana jangka panjang,  karena berdasarkan pengalaman klinis risiko...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Apakah DMARDs boleh dihentikan pada Rheumatoid Arthritis?

    11 Januari 2019, 10:30

    Alo sejawat semua! Seperti yang kita tahu, rheumatoid arthritis membutuhkan tatalaksana jangka panjang,  karena berdasarkan pengalaman klinis risiko terjadinya kekambuhan RA cukup besar sehingga terapi DMARDs seringkali tetap dilanjutkan walaupun pasien sudah dalam keadaan remisi. Namun, terdapat beberapa studi yang menunjukkan bahwa sustained drug-free remission, atau kondisi remisi tanpa konsumsi medikamentosa, bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Baca ulasannya di artikel berikut :

    https://www.alomedika.com/penghentian-dmards-pada-rheumatoid-arthritis

    Penghentian terapi DMARDs dapat dipertimbangkan pada pasien yang memenuhi kriteria remisi dengan nilai DAS-28 2,6 atau DAS-44 < 1,6, bebas gejala atau menunjukkan aktivitas penyakit yang rendah, simplified disease activity index (SDAI) < 3,3, dan kondisi remisi yang menetap setidaknya 6 bulan.

    Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko relaps, yaitu anticitrullinated protein antibodies (ACPA) positif, durasi penyakit yang lebih panjang, adanya proses peradangan subklinis seperti synovitis, terapi sulfasalazine, skor Health Assessment Questionnaire yang rendah, dan Disease Activity Score yang tinggi.

    Bagaimana menurut sejawat semua? Apakah sejawat berani menghentikan penatalaksanaan DMARDs pada pasien RA? Apakah praktik penghentian DMARDs ini sudah sering sejawat temui di praktik? Yuk diskusikan sama-sama!

11 Januari 2019, 13:48

selamat siang dokter Bedry, kebetulan saya sendiri belum pernah menggunakan DMARDs ini sendiri, Dok karena umumnya jika menemukan pasien dengan kecurigaan kearah RA saya berikan terapi pendahuluan dulu untuk mengurangi nyeri dan inflamasi sementara Dok umumnya dengan NSAID, Dok dan kemudian dilakukan rujukan ke dokter penyakit dalam Dokter

(kebetulan kompetensi dokter umum untuk arthritis reumatoid adalah 3A dok) 

12 Januari 2019, 04:57
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Rheumatoid arthritis merupakan penyakit yang sering ditemukan terlambat pada masyarakat, berbeda dengan di luar yang ditemukan pada awal penyakit, di Indonesia di mana mereka baru akan datang ke spesialis ketika sudah ada deformitas dan erosi sendi, di mana nyeri akan sangat menonjol sehingga walaupun sudah tidak bengkak maka akan timbul nyeri yang hebat sehingga susah menghentikan terapi, akan tetapi dri konsensus rheumatoid arthritis dari ira Indonesia dosis dmard boleh diturunkan perlahan lahan jika sudah remisi sempurna.
Semua dmard konvensional masuk program bpjs terutama di ppk 3, di ppk 2 hanya tersedia methotrexate sehingga dalam program jkn ini maka semua pasien rheumatoid arthritis akan lebih tertangani 
12 Januari 2019, 10:59
Terimakasih atas infonya Dok,  sangat bermanfaat. 
12 Januari 2019, 06:04
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Rheumatoid arthritis merupakan penyakit yang sering ditemukan terlambat pada masyarakat, berbeda dengan di luar yang ditemukan pada awal penyakit, di Indonesia di mana mereka baru akan datang ke spesialis ketika sudah ada deformitas dan erosi sendi, di mana nyeri akan sangat menonjol sehingga walaupun sudah tidak bengkak maka akan timbul nyeri yang hebat sehingga susah menghentikan terapi, akan tetapi dri konsensus rheumatoid arthritis dari ira Indonesia dosis dmard boleh diturunkan perlahan lahan jika sudah remisi sempurna.
Semua dmard konvensional masuk program bpjs terutama di ppk 3, di ppk 2 hanya tersedia methotrexate sehingga dalam program jkn ini maka semua pasien rheumatoid arthritis akan lebih tertangani 
Setuju sekali dok,
Namu  memang tidak semua PPK 2 menyediakan Metotrexate, sehingga harus dirujuk ke PPK 3 yang jaraknya mungkin agak jauh.
Tapi memang menghadapi pasien dengan terapi DMARD,perluasan cakupan terapi sangat diperlukan.
12 Januari 2019, 07:17
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
dr. Agung Prabowo , Sp.PD, M.Kes, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju pak, setelah sempat menghilang karena ijin edar habis, sekarang ada methotrexat tab lagi dari kalbe dan Novartis sehingga mudah mudahan pasien ra mendapat terapi yang maksimal karena first line nya tetap methotrexat 
12 Januari 2019, 11:00
Sangat menarik artikelnya Dok.