Urtikaria Dewasa - Panduan E-Prescription Alomedika

Oleh :
dr.Hudiyati Agustini

Panduan e-prescription pada urtikaria dewasa ini dapat digunakan oleh Dokter Umum saat hendak memberikan terapi medikamentosa secara online.

Urtikaria adalah kelainan kulit berupa papul atau plakat eritematosa, dengan edema dan gatal. Urtikaria dapat disebabkan oleh alergi atau nonalergik. Urtikaria akut (<6 minggu) dengan tanpa tanda bahaya dapat diobati sementara. Sedangkan urtikaria kronik (> 6 minggu) harus dirujuk ke dokter spesialis kulit, kesehatan anak, atau penyakit dalam. [1,2]

Tanda dan Gejala

  • Gatal pada kulit, kadang rasa terbakar
  • Terdapat lesi urtika (papul/plak eritematosa, sedikit meninggi, batas jelas, ukuran beragam, dan disertai edema)
  • Terdapat pajanan pencetus, seperti obat, makanan, paparan panas atau dingin
  • Gali etiologi atau faktor pencetus urtikaria[1,2]

Peringatan

Segera rujuk ke pelayanan kesehatan bila terdapat gejala anafilaksis, yaitu:

  • Sesak napas
  • Nyeri abdomen hebat
  • Bengkak di bibir atau di tubuh
  • Penurunan kesadaran [1,2]

Perhatian pada pemberian medikamentosa adalah:

  • Efek sedasi dan gangguan psikomotor antihistamin generasi kedua lebih rendah dibandingkan generasi pertama.[3-5]
  • Tidak disarankan pemberian kortikosteroid pada pasien urtikaria akut tanpa komplikasi, seperti angioedema atau anafilaksis.[6,7]

Medikamentosa

Pilih salah satu obat antihistamin H1 reseptor antagonis generasi kedua di bawah ini:

Lama pemberian obat selama 5 hari, atau sampai gejala terkontrol. 

Apabila pemberian antihistamin H1 generasi kedua tidak memberikan perbaikan gejala, dosis dapat ditingkatkan hingga 4x dosis normal.[6,7]

Pilihan Terapi pada Kehamilan

  • Loratadine dan cetirizine (kategori FDA: B), aman dikonsumsi oleh ibu hamil
  • Fexofenadine dan desloratadine (kategori FDA: C), hanya boleh digunakan jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risiko pada janin[8]

 

Referensi