Benda Asing yang Aman jika Tertelan - LEGO - Telaah Jurnal Alomedika

Oleh :
dr. Nathania S. Sutisna

Everything is Awesome: Don’t Forget the Lego

Andrew Tagg, Damian Roland, Grace SY Leo, Katie Knight, Henry Goldstein, Tessa Davis. Journal of Paediatrics and Child Health. 2018. doi:10.1111/jpc.14309

Abstrak

Latar Belakang: Anak-anak pada umumnya sering menelan koin (efek samping pada umumnya dilaporkan minimal). Benda asing lain yang tertelan jarang dijadikan subjek penelitian. Kekhawatiran orang tua mengenai benda-benda yang tertelan ini timbul dari berbagai material benda asing tersebut. Pada studi ini, penulis bertujuan untuk melihat waktu transit secara umum sebuah benda yang juga sering tertelan: kepala mainan Lego.

Metode: Enam pelayan kesehatan pediatrik menjadi subjek untuk menelan kepala Lego. Kriteria eksklusi yang diberikan antara lain adanya riwayat operasi saluran cerna, ketidakmampuan untuk menelan benda asing dan ketidakmauan untuk mencari benda pada feses. Standarisasi untuk kebiasaan buang air besar sebelum benda asing ditelan diukur menggunakan skor Stool Hardness and Transit (SHAT). Partisipan diminta untuk menelan kepala Lego dan durasi kepala Lego tersebut ditemukan pada feses dihitung. Hasil utama yang didapatkan adalah skor Found and Retrieved Time (FART).

Hasil: Skor FART memiliki rata-rata 1.71 hari. Terdapat bukti bahwa wanita kemungkinan memiliki pencapaian yang lebih baik pada pencarian feses dibandingkan dengan pria, tetapi hal ini tidak signifikan secara statistik.

Kesimpulan: Mainan dapat dengan cepat melewati saluran cerna orang dewasa tanpa adanya komplikasi. Hal ini akan meyakinkan orang tua. Penulis juga menyarankan agar orang tua tidak perlu mencari benda yang tertelan pada feses anaknya untuk membuktikan bahwa benda asing tersebut telah keluar.

Depositphotos_156075840_m-2015

Ulasan Alomedika

Mainan, atau bagian dari mainan yang tertelan oleh anak-anak merupakan masalah yang cukup sering dikunjungi pada praktik sehari-hari dan di Instalasi Gawat Darurat. Benda asing yang tertelan oleh anak-anak ini sering membuat orang tua menjadi khawatir. Penulis pada jurnal ini bertujuan untuk mengurangi kekhawatiran orang tua dengan menjawab pertanyaan bahwa benda asing yang tumpul dan relatif kecil yang tertelan dapat dikeluarkan melalui feses tanpa ada komplikasi.

Penelitian ini menguji orang dewasa untuk menelan benda asing, dalam hal ini adalah kepala mainan Lego, untuk diteliti apakah ada perubahan pada konsistensi, waktu transit feses dan waktu yang diperlukan untuk benda asing tersebut keluar dari tubuh dan ditemukan di feses yang diukur dengan skor SHAT dan skor FART. Skor SHAT memiliki 2 komponen yaitu konsistensi feses yang diukur melalui British Stool Chart selama periode tertentu dibagi dengan jumlah hari pada periode tersebut. Skor SHAT pada penelitian ini diteliti mulai 3 hari sebelum lego ditelan oleh partisipan dan setelah lego ditelan sampai dikeluarkan melalui feses. Skor FART merupakan hasil utama (primary outcome) yang mengukur waktu yang dibutuhkan dari sejak benda asing ditelan hingga ditemukan pada feses.

Hasilnya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara SHAT sebelum dan setelah benda asing ditelan serta tidak ditemukan perbedaan skor FART yang signifikan pada kelima subjek, di mana subjek keenam memiliki data outlier. Lebih jauh lagi, tidak ada korelasi yang signifikan antara skor SHAT dan skor FART.

Benda asing yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepala mainan Lego, yang dalam dimensi terbesarnya adalah 12.95 mm. Ukuran ini relatif kecil untuk manusia dewasa dan dapat melewati sfingter esofagus serta sfingter ani. Tidak ada ukuran standar yang dikatakan aman untuk ditelan oleh anak-anak. Gurevich, et al, menyebutkan bahwa benda tumpul dengan lebar lebih dari 2.5 cm dan panjang lebih dari 6 cm memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tertahan di esofagus.[1] Ukuran yang aman dari benda yang tertelan berbeda-beda pada usia dan besar anak.

Limitasi penelitian ini adalah jumlah sampel yang relatif sedikit dan tidak dapat mewakili populasi pediatrik. Hal berikutnya adalah penggunaan skor SHAT pada perubahan konsistensi feses yang diukur melalui Bristol Stool Chart bersifat subjektif karena dinilai oleh subjek itu sendiri dan tidak ada penyamaran (blinding). Skor SHAT digunakan karena dinilai murah dan mudah diaplikasikan. Ketiga, benda yang digunakan adalah kepala mainan Lego yang berbentuk bulat dan permukaannya licin sehingga menimbulkan pertanyaan apakah benda mainan dengan bentuk ireguler (contoh: tangan mainan lego) yang tertelan dapat keluar tanpa komplikasi atau tidak.

Penelitian ini membantu meyakinkan orang tua bahwa benda asing tumpul dan kecil yang tertelan dapat dikeluarkan dalam 1 – 3 hari tanpa komplikasi. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa penelitian ini hanya menggunakan benda kecil, tumpul, dan permukaannya rata serta partisipan penelitian ini adalah dewasa sehat. Benda asing berbahaya seperti benda yang relatif besar, benda tajam, baterai (terutama baterai berbentuk kancing), benda dengan bahan kimia dan magnet serta riwayat medis terkait sistem pencernaan sebelumnya perlu mendapat perhatian dan intervensi medis dengan segera.[1]

Referensi