Pengaruh Konsumsi DHA Selama Kehamilan pada Aspek Kognitif Anak

Oleh :
dr. Gisheila Ruth Anggitha

Suplementasi DHA saat ini umum diberikan selama masa kehamilan, salah satunya karena dinilai mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Docosahexaenoic Acid (DHA) merupakan salah satu kandungan dalam makanan yang dibutuhkan dalam masa kehamilan. Banyak penelitian menyatakan bahwa DHA dapat memberikan hasil yang positif dalam masa kehamilan, seperti durasi gestasi, perkembangan janin selama masa kehamilan, bahkan perkembangan jangka panjang anak.

DHA banyak terdapat dalam makanan, terutama ikan salmon, ikan tuna, kepiting, kerang. Namun, nyatanya pemenuhan kebutuhan DHA pada maternal selama kehamilan dinilai belum cukup oleh FDA. Berdasarkan survey terakhir, didapatkan 21% wanita tidak mengonsumsi ikan selama kehamilan dan 75% wanita hanya mengonsumsi kurang dari 115 gram selama seminggu. Hal ini mengakibatkan nutrisi yang diperlukan baik untuk ibu dan janin berkurang, terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan otak janin.

pregnant supplement

Defisiensi DHA dalam kehamilan juga dihubungkan dengan adanya kejadian kelahiran prematur, intrauterine growth restriction, dan berat badan lahir bayi rendah. Suplementasi DHA saat ini mulai digunakan karena banyak penelitian yang menyatakan bahwa asupan DHA yang cukup selama masa kehamilan dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak, ketajaman visual, dan kemampuan problem solving. [1,2]

Farmakologi dan Kegunaan DHA

DHA merupakan salah satu asam lemak omega-3 yang biasanya ditemukan dalam minyak ikan. DHA bersifat antiinflamasi dengan menghambat agen-agen inflamasi seperti kemotaksis leukosit, ekspresi molekul adhesi, dan interaksi leukosit-endotelial. DHA merupakan metabolit aktif yang berperan dalam imunologi, nutrisi, dan perkembangan otak. Mekanisme kerja DHA belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian meyakini DHA dapat meningkatkan plastisitas neuron, aktivasi sinyal reseptor, merubah tingkat kecairan membran, dan meningkatkan produksi mediator anti-inflamasi. DHA berperan penting dalam perkembangan neurokognitif, terutama pada kemampuan visual dan motorik. Beberapa studi menyatakan bahwa kurangnya DHA dapat mengakibatkan penurunan fungsi motorik, kesulitan dalam belajar dan mengingat, dan meningkatkan respon stres.

Rasionalisasi Penggunaan Suplementasi DHA pada Kehamilan

DHA memiliki peran penting dalam perkembangan neurologis janin selama masa kehamilan. DHA mulai banyak dibutuhkan janin pada trimester akhir, yaitu pada saat tahap lanjutan perkembangan otak dan retina. Sekitar 67-75 mg/hari DHA berakumulasi in utero selama trimester akhir.

Kandungan DHA yang cukup dapat mempercepat diferensiasi neural, sinaptogenesis, dan produksi neurotransmiter selama kehamilan. DHA berperan penting dalam perkembangan sinyalisasi dopaminergik. Penelitian yang dilakukan pada monyet dan tikus juga memperlihatkan kandungan long chain polyunsaturated fatty acids (LCPUFAs) yang cukup dibutuhkan untuk perkembangan neurokognitif, terutama pada basal ganglia, hipokampus, thalamus, dan pre dan post sentral korteks, yang akan berpengaruh pada kemampuan sensorimotor dan memori. Selain untuk perkembangan neurologis, suplementasi DHA dinilai dapat menurunkan angka kejadian kelahiran prematur dan berat badan bayi lahir.

Belum ada penelitian dan rekomendasi mengenai kebutuhan DHA ideal yang sebaiknya dipenuhi selama masa kehamilan. Sebagian besar penelitian menggunakan suplementasi asam lemak omega-3 dengan variasi dosis 133 mg – 7 g per hari. FDA merekomendasikan wanita hamil untuk mengonsumsi ikan sebanyak 225 – 350 g ikan per minggu.[3,4]

Bukti Klinis Manfaat DHA terhadap Aspek Kognitif Anak

Randomized Control Trial (RCT) dilakukan pada 271 wanita hamil untuk melihat apakah defisiensi DHA selama masa kehamilan berpengaruh terhadap perkembangan sistem saraf pusat anak. Pada RCT ini didapatkan bayi pada grup plasebo memiliki gangguan pada perkembangan tajam penglihatan dengan risiko 2.5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan grup DHA. Selain itu, bayi pada grup plasebo ketika mencapai usia 14 bulan memiliki risiko untuk tidak mengerti kata-kata (OR 3.22) dan menghasilkan kata-kata (OR 2.61). Namun penelitian ini tidak menemukan perbedaan bermakna pada aspek kognitif anak yang ibunya mendapat suplementasi DHA antenatal dan yang tidak. Tetapi perlu dicatat bahwa pada penelitian ini juga ditemukan beberapa keterbatasan, yaitu adanya faktor perancu, seperti nutrisi selama kehamilan dan stimulasi tumbuh kembang yang belum diperhitungkan. [5]

RCT lain oleh Gould, et al pada 185 subjek untuk melihat efektivitas suplementasi DHA selama kehamilan terhadap kemampuan atensi dan Working Memory and Inhibitory Control (WMIC). Pada RCT ini tidak ditemukan efek yang bermakna antara suplementasi DHA terhadap peningkatan atensi maupun WMIC anak pada pemantauan selama 27 bulan. Perlu dicatat bahwa RCT ini memiliki berbagai keterbatasan, salah satunya adalah metode evaluasi yang diberikan pada anak mungkin terlalu mudah berdasarkan usia anak, sehingga bisa terdapat bias. [6]  

Meta analisis yang dilakukan pada 69 RCT dan semi RCT menilai efektivitas suplementasi DHA prenatal dan pada masa infant terhadap kesehatan dan perkembangan. Meta analisis ini juga melaporkan hasil serupa, dimana suplementasi DHA tidak memiliki efek terhadap tajam penglihatan, perkembangan bahasa, maupun fungsi kognitif. [7]

Kesimpulan

DHA merupakan salah satu asam lemak omega 3 yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak. DHA diduga dapat meningkatkan plastisitas neuron, transduksi sinyal, dan sinyalisasi dopaminergik.

Suplementasi DHA pada kehamilan diduga berhubungan dengan perkembangan kognitif anak. Namun, bukti klinis yang ada tidak mendukung. Berbagai studi menyatakan bahwa suplementasi DHA tidak memiliki efek yang bermakna dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak. Tetapi, adanya kekurangan DHA dalam tubuh dapat mengakibatkan keterlambatan pada perkembangan otak dan ketajaman visual. Oleh karena itu, suplementasi DHA mungkin dapat bermanfaat pada ibu dengan risiko gangguan nutrisi. Perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai dosis suplementasi DHA yang tepat diberikan selama kehamilan.

Referensi