Pengaruh Metformin Pada Kadar Trigliserida Post Prandia Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 – Telaah Jurnal Alomedika

Oleh :
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD

Efficacy of metformin on postprandial plasma triglycerides concentration by administration timing in patients with type 2 Diabetes mellitus: A Randomized Clinical Pilot Study.

Sato D, Morino K, Ogaku S, Tsuji A, Nishimura K, Sekine O, Ugi S, Maegawa H. J Diabetes Investig. 2019. https://dx.doi.org/10.1111%2Fjdi.13016

Abstrak

Latar Belakang: Pemberian metformin preprandia secara signifikan menurunkan kadar trigliserida post prandia pada hewan coba dengan menurunkan absorpsi usus melalui penundaan pengosongan lambung. Walaupun demikian, efek tersebut belum dapat dibuktikan dalam uji klinis. Oleh karena itu, peneliti bertujuan mengevaluasi efikasi pemberian metformin secara preprandia terhadap kadar trigliserida post prandia dan efek gastrointestinal yang terkait pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2.

Metode: Sebanyak 11 pasien mengonsumsi metformin dosis tunggal, dengan rentang 500-1.000 mg, dengan kadar plasma trigliserida 150-1.000 mg/dL direkrut pada Rumah Sakit Pendidikan di Jepang. Efek preprandia dan post prandia metformin terhadap kadar trigliserida diamati dengan meal test. Efek gastrointestinal metformin, termasuk ketidaknyamanan pada perut, heartburn, dan rasa kenyang juga dianalisis dengan menggunakan visual analog scale (VAS).

Hasil: Rerata berat badan pasien adalah 80,6 kg (indeks massa tubuh 27,9 kg/m2) dan rerata kadar trigliserida acak adalah 275,9 ± 57,0 mg/dL. Area under curve untuk kadar trigliserida dengan meal test secara signifikan lebih rendah pada pemberian metformin secara preprandia dibandingkan post prandia (p<0,05). Dibandingkan dengan pemberian post prandia, metformin preprandia meningkatkan rasa kenyang (p=0,036) tanpa adanya rasa ketidaknyamanan di area perut atau heartburn.

Kesimpulan: Metformin preprandia secara signifikan menurunkan kadar trigliserida meal testing tanpa adanya eksaserbasi efek samping gastrointestinal. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa perubahan waktu pemberian metformin dapat menjadi terobosan baru untuk optimalisasi efek penurun kolesterol trigliserida pada pasien dengan Diabetes mellitus tipe 2 yang disertai hipertrigliseridemia post prandia.

shutterstock_1676069980-min

Ulasan Alomedika

Diabetes mellitus seringkali disertai oleh kelainan profil lipid yang disebut Dislipidemia diabetes, utamanya peningkatan kadar trigliserida (TG) dan penurunan High Density Lipoprotein (HDL). Hal ini dilaporkan lebih banyak ditemukan pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) dan berkaitan dengan meningkatnya risiko aterosklerosis.[1]

Dalam algoritma tata laksana diabetes mellitus tipe 2, metformin masih menjadi medikamentosa pilihan bersama dengan terapi nonfarmakologi. Studi terdahulu melaporkan bahwa metformin memiliki efek lain selain menurunkan kadar glukosa darah, yaitu menurunkan kadar trigliserida.[2,3]

Ulasan Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan uji klinis open-label yang melibatkan 11 partisipan dengan diabetes mellitus tipe 2 yang berusia < 70 tahun dan memiliki kadar trigliserida 150-1000 mg/dl. Keseluruhan partisipan penelitian adalah pasien yang dirawat inap untuk kontrol glikemik di RS Universitas Shiga di Jepang dan mengonsumsi metformin dosis tunggal 500-1000 mg (diberikan sebelum atau setelah makan). Pasien dengan riwayat pankreatitis akut akibat hipertrigliseridemia dan pasien dengan riwayat pengosongan lambung yang lambat (misalnya akibat neuropati autonomik diabetes, ileus akibat adhesi, atau obat-obatan) dieksklusi dari penelitian.

Efek pemberian metformin preprandia dan post prandia terhadap kadar trigliserida diamati dengan meal test. Luaran klinis sekunder yang diamati adalah perubahan kadar glukosa darah dan konsentrasi glucagon-like peptide 1 (GLP-1). Efek samping gastrointestinal diamati dengan Visual Analog Scale (VAS).

Ulasan Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan jumlah sampel penelitian 11 orang, komposisi 9 laki-laki dan 2 perempuan, rerata usia 53,5±12,9 tahun. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa kadar trigliserida lebih rendah didapatkan pada pemberian metformin preprandia (30 menit sebelum makan).

Kadar glukosa darah pada protokol pemberian metformin preprandia lebih rendah pada menit 0-180 dan meningkat pada 240 menit pasca pemberian metformin preprandia (p=0,048). Gejala gastrointestinal tidak ditemukan berbeda antara kedua protokol pemberian, namun metformin yang diberikan sebelum makan nampaknya memberi rasa kenyang lebih baik.  Tidak ada perbedaan bermakna kadar GLP-1 antara kedua protokol pemberian metformin.

Kelebihan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian pertama pada manusia yang membuktikan bahwa pemberian metformin mempengaruhi kadar trigliserida. Meskipun studi ini memiliki sampel yang kecil, hasil studi tidak menunjukkan adanya risiko dari perubahan jadwal konsumsi metformin. Oleh karenanya, pada pasien diabetes yang sudah mendapat metformin, perubahan konsumsi ke preprandia dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki profil lipid mereka.

Kekurangan Penelitian

Jumlah sampel penelitian ini masih terlalu kecil, sehingga tentu kekuatan dan validitas bukti yang didapat masih kurang baik. Hasil dari studi ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut dengan uji klinis acak terkontrol dengan jumlah sampel lebih besar.

Aplikasi Penelitian Di Indonesia

Angka kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia masih tinggi. Banyak dari pasien diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia juga memiliki komorbiditas kardiovaskular ataupun dislipidemia. Oleh karenanya, hasil studi ini cukup relevan dengan kondisi klinis di Indonesia, terlebih mengingat mudahnya mendapat metformin untuk manajemen diabetes mellitus tipe 2. Meski demikian, karena jumlah sampel studi yang kecil, kualitas bukti ilmiah pada penelitian ini masih kurang baik dan perlu dikonfirmasi dengan studi lebih lanjut.

Referensi