Konstipasi Dewasa Panduan e-Prescription Alomedika

Oleh :
dr. Irene Cindy Sunur

Panduan e-Prescription untuk gangguan konstipasi dewasa (sembelit) ini dapat digunakan oleh Dokter Umum saat hendak memberikan terapi medikamentosa secara online.

Konstipasi adalah gangguan gastrointestinal yang ditandai dengan frekuensi defekasi yang jarang dan/atau konsistensi feses yang keras. Konstipasi primer dapat ditangani secara empirik bila tidak disertai tanda bahaya, tetapi konstipasi sekunder perlu dirujuk ke dokter spesialis sesuai etiologinya.[1-3]

Tanda dan Gejala

Pasien dinyatakan mengalami konstipasi bila memenuhi dua atau lebih gejala berikut:

  • Frekuensi defekasi 3x/minggu

  • Mengejan saat defekasi
  • Konsistensi feses keras
  • Sensasi blokade atau obstruksi anorektal
  • Rasa tidak puas setelah defekasi
  • Memerlukan manuver manual agar bisa buang air besar [2]

Peringatan

Segera rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan lebih lanjut bila terdapat tanda bahaya konstipasi berikut:

  • Perdarahan rektal makroskopis
  • Melena atau hasil tes darah samar positif atau ada anemia tanpa sebab jelas
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Ada tanda obstruksi seperti nyeri perut berat dan tidak bisa buang angin
  • Konstipasi onset baru pada pasien usia ≥ 50 tahun
  • Riwayat keluarga dengan kanker kolon, kanker rektal, atau inflammatory bowel disease [2-6]

Medikamentosa

Pilih salah satu opsi terapi medikamentosa berikut:

  • Laktulosa 15–30 mL (10–20 gram), peroral, 1x/hari. Obat dikonsumsi hingga konsistensi feses lunak dan defekasi mudah dilakukan. Hentikan obat bila feses rekuren cair atau bila terjadi kram abdomen akibat flatulence. Obat dapat dikonsumsi oleh ibu hamil (kategori FDA: B)

  • Bisacodyl 5–15 mg, peroral, 1x/hari. Obat dikonsumsi hingga maksimal 1 minggu. Hentikan obat bila terjadi diare atau kram abdomen. Obat tidak dianjurkan untuk ibu hamil (kategori FDA: C)

  • Bisacodyl suppositoria 10 mg/hari. Obat digunakan hingga maksimal 1 minggu. Hentikan obat bila terjadi diare atau kram abdomen. Obat tidak dianjurkan untuk ibu hamil (kategori FDA: C) [7,8]

 

Referensi