Bagaimana Protokol Vaksinasi Mumps setelah Tidak Ada MMR? - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO dok! Sekarang kan di Indonesia sudah tidak ada vaksin MMR, bagaimana kalo pasien mau vaksin untuk Mumps ya dok? Terus dok kalau seseorang sudah pernah...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bagaimana Protokol Vaksinasi Mumps setelah Tidak Ada MMR?

    27 September 2018, 08:20
    Willy
    Willy
    Dokter Umum

    ALO dok!

    Sekarang kan di Indonesia sudah tidak ada vaksin MMR, bagaimana kalo pasien mau vaksin untuk Mumps ya dok?

    Terus dok kalau seseorang sudah pernah kena mumps apakah masih perlu dilakukan vaksin ? 

    Terima kasih dok.

27 September 2018, 08:34

Alo dokter Willy!

Kalo dari yang saya baca di http://www.who.int/wer/2007/wer8207.pdf?ua=1 , vaksin mumps memang ada yang monovalent, bivalent measles-mumps, dan trivalent MMR. Namun, sejauh ini yang saya tahu di Indonesia memang hanya ada MR saja dan belum ada pengganti untuk vaksin mumps-nya.

Pada pasien yang sudah terkena mumps, biasanya mereka mendapatkan kekebalan seumur hidup,dok. Namun, serangan kedua dapat terjadi walau kasusnya jarang. Sehingga, apabila sudah pernah terkena mumps, sepertinya tidak perlu lagi mendapatkan vaksinasi.

Cmiiw,

27 September 2018, 08:40
Willy
Willy
Dokter Umum

Hai dr Bedry,

Terima kasih dok atas jawabannya, sebenarnya kenapa ya dok dihapuskan MMR diganti menjadi MR. Apakah mumps dianggap tidak berbahaya atau kasusnya sedikit?

Karena saya baru bertemu pasien yang kena mumps dan seluruh anggota keluarga yang 1 rumah kena. Dan pada hari yang sama ada keluarga lain yang tidak saling mengenal dengan pasien sebelumnya, juga mengalami hal yang sama. Dan kedua keluarga tersebut cukup trauma kena mumps, karena penularannya mereka anggap mudah sekali.

Terima kasih dok.

27 September 2018, 08:49

Saya sebenernya kurang tahu dok kenapa vaksinasi mumps-nya dihilangkan. Mungkin karena kebanyakan kasus mumps self-limited. Atau ada pertimbangan dari segi public health-nya, misalnya pertimbangan pembiayaan.

Mungkin, ada TS Anak atau KesMas yang nanti bisa menambahkan.

27 September 2018, 08:57
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Coba membantu menjawab dok. Mengapa diganti menjadi MR ada 2 pertimbangan:

1. Mumps merupakan penyakit yang pada sebagian besar kasus sembuh dengan sendirinya. Komplikasi tersering orchitis terjadi pada sekitar 20% pasien menurut WHO dan CDC dengan komplikasi yang lebih jarang terjadi di antaranya adalah ensefalitis dan tuli sensorineural.

2. Harga: vaksin MMR lebih mahal dibandingkan dengan vaksin MR, mencapai 5x lipat.

Jadi perbandingan manfaat, risiko, dan harga dari vaksin ini yang mengakibatkan pemerintah memutuskan untuk mengganti vaksin MMR menjadi MR supaya mampu untuk diadakan secara gratis di seluruh Indonesia seperti yang ada saat ini.

Nah, kalau memang merasa perlu vaksinasi mumps, mau tidak mau selama masih tidak tersedia vaksin MMR di Indonesia, pasien harus vaksinasi di luar negeri.

27 September 2018, 09:03

Alo dr. Willy,

Ada beberapa alasan mengapa saat ini digalakkan vaksin MR dok dan bukan MR. Di antaranya adalah

  1. angka kejadian Campak dan Rubella sangat memprihatinkan di Indonesia dibandingkan gondongan. Bisa dilihat update data terbaru dari WHO . Jadi kemenkes memutuskan untuk sesegera mungkin melaksanakan program vaksinasi MR
  2. yang kedua cost nya. Vaksin MMR membutuhkan pembiayaan yang cukup besar. Karena melihat point pertama tadi, jadi yang lebih urgent adalah campak dan rubella nya

Seperti infeksi virus pada umumnya biasanya setelah terkena tubuh sudah langsung membuat antibodinya.

Kabar terbaru kemungkinan akan masuk ke Indonesia vaksin MMRV, tapi masih dalam tahap perijinan kalau ga salah. Semoga segera masuk ke Indonesia sehingga pasien yang ingin vaksin MMR tidak perlu mencarinya sampai ke luar negeri lagi.

 

27 September 2018, 09:30
Willy
Willy
Dokter Umum

Alo dok,

Terima kasih atas jawaban-jawaban dokter. Cukup masuk akal si ya dokter Tri kalau seperti itu pertimbangan pemerintah.

Cuma terlintas di pikiran saya, bagaimana kalau ada anak-anak yang tidak dapat vaksin mumps tersebut itu terkena mumps dengan komplikasinya yang cukup berbahaya seperti ensefalitis atau tuli sensorineural seperti yang dokter Andre katakan, saat periode vaksin mumps tidak ada di Indonesia.