ALO Dokter, Izin bertanya dok, untuk pasein dgn TIA, awal keluhan lemah bagian tubuh kiri dan pelo rpd stroke, kemarin 1x membaik, hari ini berulang tp skrg...
TIA anti hipertensi - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
TIA anti hipertensi
ALO Dokter, Izin bertanya dok, untuk pasein dgn TIA, awal keluhan lemah bagian tubuh kiri dan pelo rpd stroke, kemarin 1x membaik, hari ini berulang tp skrg sdh tidak ada keluhan, saat ini tensi 156/86 defisit neurologis saat ini tidak ada, apakah boleh diberikan obat anti hipertensi ?
Dan apa kriteria TIA kita rujuk igd atau poli ?
Terima kasih dokter
ALO Dokter.
Pertama - cari tahu apakah pasien telah dinilai penyebab TIA-nya: tromboembolik (Atrial Fibrilasi - termasuk paroksismal yang mungkin tanpa gejala, katup jantung) atau non-tromboembolik. Pencegahan sekunder (mencegah stroke atau TIA lain) termasuk mengontrol tekanan darah didasarkan pada hal ini.
Berdasarkan pedoman medis standar (standar AHA/ASA dan Asosiasi Neurologi Indonesia), berikut adalah ringkasan terstruktur untuk Pencegahan Sekunder Stroke Iskemik, yang diformat untuk Asisten Dokter AI.
Catatan: Pedoman ini berlaku khusus untuk Stroke Iskemik dan Serangan Iskemik Sementara (TIA). Ini bukan untuk Stroke Hemoragik.
Pedoman Klinis: Pencegahan Sekunder Stroke Iskemik
1. Etiologi & Stratifikasi
- Penilaian: Tentukan penyebab stroke (klasifikasi TOAST) untuk memilih pengobatan yang tepat.
- Non-Kardioembolik: (Aterosklerosis arteri besar, penyakit pembuluh darah kecil), di terapi dengan Antiplatelet.
- Kardioembolik: (Atrial Fibrilasi, katup mekanik). terapi dengan Antikoagulan.
- Waktu pelaksanaan: Terapi harus dimulai segera setelah menyingkirkan kemungkinan perdarahan melalui CT/MRI (biasanya dalam 24-48 jam).
2. Pedoman Farmakologis (3 Pilar)
A. Antithrombotik (Asal Non-Kardioembolik)
Pilih salah satu berdasarkan profil risiko.
- Aspirin (Asam Asetilsalisilat)
Dosis: 80 mg – 100 mg (oral) setiap hari. (Dosis awal 160-325 mg dapat digunakan pada fase akut).
Peran: Perawatan standar lini pertama.
- Klopidogrel
Dosis: 75 mg (oral) setiap hari.
Peran: diberikan untuk pasien yang tidak toleran terhadap Aspirin atau mereka yang mengalami stroke saat menggunakan Aspirin.
- Terapi Antiplatelet Ganda (DAPT)
Kombinasi: Aspirin + Klopidogrel.
Indikasi: Stroke Ringan (NIHSS ≤3) atau TIA Risiko Tinggi.
Durasi: jangka pendek (21 hari hingga 90 hari) diikuti dengan monoterapi, untuk mengurangi risiko perdarahan.
B. Antikoagulan (Asal Kardioembolik / Fibrilasi Atrial)
Jangan dikombinasikan dengan antiplatelet kecuali ditentukan oleh spesialis (misalnya, stent baru-baru ini).
- Warfarin (Antagonis Vitamin K)
Target: INR 2,0 – 3,0.
Peran: Diperlukan untuk katup jantung mekanis dan fibrilasi atrial valvular.
- DOAC (Antikoagulan Oral Direct)
- Rivaroxaban: 20 mg PO setiap hari (Minum bersama makanan).
- Apixaban: 5 mg PO dua kali sehari.
- Dabigatran: 150 mg PO dua kali sehari.
Peran: Lebih disukai daripada Warfarin untuk fibrilasi atrial non-valvular karena risiko perdarahan yang lebih rendah dan tidak perlu pemantauan INR.
C. Manajemen Lipid (Statin)
Diindikasikan untuk semua pasien stroke iskemik tanpa memandang kadar kolesterol awal.
- Atorvastatin (Intensitas Tinggi)
Dosis: 40 mg – 80 mg PO setiap hari.
- Rosuvastatin (Intensitas Tinggi)
Dosis: 20 mg – 40 mg PO setiap hari.
Target: LDL < 70 mg/dL (Pedoman terbaru menyarankan < 55 mg/dL).
3. Pengendalian Faktor Risiko (Target)
- Hipertensi
Target: < 130/80 mmHg.
Lini Pertama: Inhibitor ACE (misalnya, Ramipril, Lisinopril), ARB (misalnya, Candesartan), atau diuretik Tiazida.
- Diabetes Melitus
Target: HbA1c < 7,0%.
Manajemen: Metformin, Inhibitor SGLT2, atau Agonis GLP-1.
- Gaya Hidup
Merokok: Berhenti total.
Diet: Rendah garam (<2g/hari), diet Mediterania.
Aktivitas: Aktivitas aerobik sedang 3-4 kali/minggu (jika kondisi fisik memungkinkan).
4. Keamanan & Kontraindikasi
- Risiko Perdarahan: Pantau perdarahan saluran cerna, memar, atau hematuria. Gunakan Inhibitor Pompa Proton (PPI) dengan hati-hati jika pasien memiliki riwayat tukak lambung dan sedang menjalani Dual Antiplatelet Therapy (DAPT).
- Gangguan Ginjal: DOAC (Rivaroxaban/Dabigatran) memerlukan penyesuaian dosis berdasarkan Klirens Kreatinin.
- Kehamilan: Warfarin bersifat teratogenik; beralihlah ke Low Molecular Weight Heparin (LMWH). Statin umumnya dikontraindikasikan.
Pada fase akut, tekanan darah pada penderita stroke iskemik (termasuk TIA) tidak boleh diturunkan ya, kecuali pada kondisi khusus seperti TD > 220/120 mmHg, sindrom koroner akut, gagal jantung akut, diseksi.
Untuk kasus TIA fase akut juga sebaiknya dirujuk ke IGD RS terdekat ya karena berisiko tinggi untuk berkembang menjadi stroke.
Terima kasih