Ibu hamil dengan skrining preeklamsia (+) dan Purpura trombositopenik idiopatik (ITP) bagaimana tatalaksananya - Diskusi Dokter

general_alomedika

Izin bertanya dokter. Saya mendaptkan pasien hamil dengan skrinning PE (+) yaitu dari riwy preeklamsi pada keluarga dan Usia > 35th. Sehingga Oleh dsog...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Ibu hamil dengan skrining preeklamsia (+) dan Purpura trombositopenik idiopatik (ITP) bagaimana tatalaksananya

    23 Juli 2021, 04:44
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Izin bertanya dokter. Saya mendaptkan pasien hamil dengan skrinning PE (+) yaitu dari riwy preeklamsi pada keluarga dan Usia > 35th. Sehingga Oleh dsog diberikan miniaspi utk pencegahan preeklamsinya sejak usia 12 minggu. Kemudian pada saat usia 19 minggu pasien diranap karena DBD, akhirnya membuat pasien kontrol post ranap ke dokter penykit dalam. Tetapi akhirnya pasien tetap melanjutkan kontrol di SpPD sampai sekarang usia 31 minggu dan di diagnosis ITP (trombosit terakhir pada tgl 15/7/2021: 245.000 Hb 11,5) 

    pertanyaan saya, apakah pemberian aspirin masih tetap dilanjutkan? Atau sebaiknya dihentikan?🙏🏻 Terimakasih dokter

23 Juli 2021, 09:06

Alo Dok,

Pemberian Aspirin dosis rendah pada kehamilan 12 minggu karena mencegah PE – menurut artikel yang saya baca dan guideline American College of Obstetricians and Gynecologists dan Society for Maternal-Fetal Medicine mendukung kriteria pedoman USPSTF untuk pencegahan preeklamsia. Profilaksis aspirin dosis rendah (81 mg/hari) direkomendasikan pada wanita dengan risiko tinggi preeklamsia dan harus dimulai antara 12 minggu dan 28 minggu kehamilan (optimal sebelum 16 minggu) dan dilanjutkan setiap hari sampai melahirkan.

Bisa dibaca lebih lanjut untuk detail nya di https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2018/07/low-dose-aspirin-use-during-pregnancy

Meskipun frekuensi trombositopenia pada kehamilan, mendapatkan diagnosis definitif dan memulai efektif, tepat pengobatan tetap menantang. ITP adalah kodisi medis yang paling umum penyebab trombositopenia pada kehamilan, meskipun tetap diagnosis eksklusi. Pasien yang dirawat diberikan (ketiga trimester) paling sering dengan kortikosteroid dan/atau intravena imunoglobulin, untuk mencapai jumlah trombosit yang memadai untuk memfasilitasi persalinan yang aman.

Bisa dibaca lebih lanjut di https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/09537104.2019.1640870

Sekarang pada kehamilan 31 minggu - apakah pasien memiliki tanda / gejala pre-eklampsia - protein urin, sakit kepala, penambahan berat badan, kaki bengkak dll. Sebaiknnya  untuk tatalaksana lebih lanjut boleh disarankan untuk konsul ke kepada dokter spesialis Penyakit Dalam dan OBGYN yang bersangkutan.

 

Terima Kasih

23 Juli 2021, 09:13
dr. Herbert Sihite, MKed(OG), SpOG
dr. Herbert Sihite, MKed(OG), SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Boleh lanjut saja ya, selain itu tidak ada yg spesifik perlu diobatin termasuk trombositnya, krn ntar itu membaik sendiri.
Dan itu bukan ITP krn tidak ada purpura (tidak disebutkan di cerita) dan trombosit juga tidak rendah.
23 Juli 2021, 22:23
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Halo dok, jika Thrombosit sudah 245rb, maka hasil tersebut sudah termasuk kategori low risk bleeding untuk komplikasi kehamilan dan persalinan, sehingga aspirin sebagai profilaksis dapat diberikan. 

24 Juli 2021, 13:55
aspirin tetap dapat dilanjutkan, selama ITP tidak menunjukkan gejala klinis perdarahan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. yg harus diperhatikan adalah, apakah trombositopenia yg terjadi pada pasien ini merupakan gejala dari sindroma HELLP