tatalaksana intoksikasi zat korosif - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodok, izin bertanya TS tatalaksana awal di igd untuk intoksikasi zat korosif (minyak tanah, bensin, dll) seperti apa ya? Mengingat zat zat tersebut...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • tatalaksana intoksikasi zat korosif

    11 Juli 2019, 08:34

    Alodok, izin bertanya TS tatalaksana awal di igd untuk intoksikasi zat korosif (minyak tanah, bensin, dll) seperti apa ya? Mengingat zat zat tersebut kontraindikasi untuk di lakukan bilas lambung, tatalaksana awal seperti apa yg dapat di berikan bila pasien dgn keluhan tsb datang ke igd?terima kasih

11 Juli 2019, 10:11
Selamat pagi dok, ijin menanggapi pertanyaan dokter, sebelum memberikan penatalaksanaan, ada baiknya perlu mengetahui cairan yang meracuni. 

Senyawa Korosif
Contoh: sodium hydroxide (NaOH), potassium hydroxide (KOH), larutan asam (misalnya: pemutih, desinfektan)

  • Jangan rangsang anak untuk muntah atau memberikan arang aktif ketika zat korosif telah masuk dalam tubuh karena bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada mulut, kerongkongan, jalan napas, esofagus dan lambung
  • Berikan air atau susu sesegera mungkin untuk mengencerkan bahan korosif
  • Jika keracunan dengan gejala klinis berat, jangan berikan apapun melalui mulut dan siapkan evaluasi bedah untuk memeriksa kerusakan esofagus (ruptur).

Senyawa Hidrokarbon
Contoh: minyak tanah, terpentin, premium

  • Jangan rangsang anak untuk muntah atau memberikan arang aktif. Tindakan perangsangan muntah dapat menyebabkan aspirasi pneumonia (edema paru dan pneumonia lipoid) yang dapat mengakibatkan sesak napas dan hipoksia. Gejala klinis lain adalah ensefalopati
  • Pengobatan spesifik terhadap sesak napas dan terapi oksigen 

Senyawa Organofosfat dan Karbamat
Contoh: Organofosfat: malathion, parathion, TEPP, mevinphos (Phosdrin); Karbamat: metiokarbamat, karbaril.

Bahan tersebut diserap melalui kulit, tertelan atau terhirup. Anak mungkin akan mengalami muntah, diare, penglihatan kabur, atau lemah. Gejala yang timbul akibat dari aktivasi parasimpatik: hipersalivasi, berkeringat, lakrimasi, bradikardi, miosis, kejang, lemah otot, twitching, hingga paralisis dan inkontinensia urin, edema paru, depresi napas.

Pengobatannya meliputi:

  • Singkirkan racun dengan irigasi mata atau mencuci kulit (jika ada pada mata atau kulit)
  • Berikan arang aktif jika tertelan sebelum 1 jam
  • Jangan rangsang muntah karena kebanyakan pestisida bahan pelarutnya berasal dari hidrokarbon
  • Pada keracunan berat yang arang aktif tidak dapat diberikan, pertimbangkan dengan seksama aspirasi lambung dengan menggunakan pipa nasogastrik (catatan: jalan napas anak harus dilindungi)
  • Jika anak menunjukkan gejala hiperaktivasi parasimpatik (lihat atas), berikan atropin 15–50 mikrogram/kg IM (i.e. 0.015 – 0.05mg/kgBB) atau melalui infus selama 15 menit. Tujuan pemberian atropin mengurangi sekresi bronkial dengan menghindari toksisitas atropin. Auskultasi dada untuk mendengarkan adanya tanda sekresi pada saluran napas dan pantau frekuensi napas, denyut jantung dan skala koma (jika diperlukan). Ulangi dosis atropin setiap 15 menit sampai tidak ada tanda sekresi pada saluran napas, denyut nadi dan frekuensi napas kembali normal
  • Periksa hipoksemia dengan pulse oximetry (jika tersedia), karena pemberian atropin dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia ventrikular), pada anak dengan hipoksemia. Berikan oksigen jika saturasi oksigen kurang dari 90%
  • Jika otot melemah, berikan pralidoksim (cholinesterase reactivator) 25 – 50 mg/kg dilarutkan dengan 15 ml air diberikan melalui infus selama lebih 30 menit, diulangi sekali atau dua kali, atau diikuti dengan infus 10 - 20 mg/kgBB/jam, sesuai kebutuhan.
12 Juli 2019, 20:33
Waw terimakasih Dokter ilmunya
 Apakah ini sama dengan trauma kausatif ya Dokter?
12 Juli 2019, 21:45
Terima kasih dok, lengkap sekali 🙏
12 Juli 2019, 15:39
11 Juli 2019, 10:11
Selamat pagi dok, ijin menanggapi pertanyaan dokter, sebelum memberikan penatalaksanaan, ada baiknya perlu mengetahui cairan yang meracuni. 

Senyawa Korosif
Contoh: sodium hydroxide (NaOH), potassium hydroxide (KOH), larutan asam (misalnya: pemutih, desinfektan)

  • Jangan rangsang anak untuk muntah atau memberikan arang aktif ketika zat korosif telah masuk dalam tubuh karena bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada mulut, kerongkongan, jalan napas, esofagus dan lambung
  • Berikan air atau susu sesegera mungkin untuk mengencerkan bahan korosif
  • Jika keracunan dengan gejala klinis berat, jangan berikan apapun melalui mulut dan siapkan evaluasi bedah untuk memeriksa kerusakan esofagus (ruptur).

Senyawa Hidrokarbon
Contoh: minyak tanah, terpentin, premium

  • Jangan rangsang anak untuk muntah atau memberikan arang aktif. Tindakan perangsangan muntah dapat menyebabkan aspirasi pneumonia (edema paru dan pneumonia lipoid) yang dapat mengakibatkan sesak napas dan hipoksia. Gejala klinis lain adalah ensefalopati
  • Pengobatan spesifik terhadap sesak napas dan terapi oksigen 

Senyawa Organofosfat dan Karbamat
Contoh: Organofosfat: malathion, parathion, TEPP, mevinphos (Phosdrin); Karbamat: metiokarbamat, karbaril.

Bahan tersebut diserap melalui kulit, tertelan atau terhirup. Anak mungkin akan mengalami muntah, diare, penglihatan kabur, atau lemah. Gejala yang timbul akibat dari aktivasi parasimpatik: hipersalivasi, berkeringat, lakrimasi, bradikardi, miosis, kejang, lemah otot, twitching, hingga paralisis dan inkontinensia urin, edema paru, depresi napas.

Pengobatannya meliputi:

  • Singkirkan racun dengan irigasi mata atau mencuci kulit (jika ada pada mata atau kulit)
  • Berikan arang aktif jika tertelan sebelum 1 jam
  • Jangan rangsang muntah karena kebanyakan pestisida bahan pelarutnya berasal dari hidrokarbon
  • Pada keracunan berat yang arang aktif tidak dapat diberikan, pertimbangkan dengan seksama aspirasi lambung dengan menggunakan pipa nasogastrik (catatan: jalan napas anak harus dilindungi)
  • Jika anak menunjukkan gejala hiperaktivasi parasimpatik (lihat atas), berikan atropin 15–50 mikrogram/kg IM (i.e. 0.015 – 0.05mg/kgBB) atau melalui infus selama 15 menit. Tujuan pemberian atropin mengurangi sekresi bronkial dengan menghindari toksisitas atropin. Auskultasi dada untuk mendengarkan adanya tanda sekresi pada saluran napas dan pantau frekuensi napas, denyut jantung dan skala koma (jika diperlukan). Ulangi dosis atropin setiap 15 menit sampai tidak ada tanda sekresi pada saluran napas, denyut nadi dan frekuensi napas kembali normal
  • Periksa hipoksemia dengan pulse oximetry (jika tersedia), karena pemberian atropin dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia ventrikular), pada anak dengan hipoksemia. Berikan oksigen jika saturasi oksigen kurang dari 90%
  • Jika otot melemah, berikan pralidoksim (cholinesterase reactivator) 25 – 50 mg/kg dilarutkan dengan 15 ml air diberikan melalui infus selama lebih 30 menit, diulangi sekali atau dua kali, atau diikuti dengan infus 10 - 20 mg/kgBB/jam, sesuai kebutuhan.
Terima kasih dokter, sangat jelas penanganan nya