Proses melahirkan dapat menjadi trigger gejala Psikosis? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat pagi, Dok, izin bertanya, apakah benar pada pasien yang sebelumnya tidak ada gejala psikosis, namun ada riwayat keluarganya, setelah melalui proses...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Proses melahirkan dapat menjadi trigger gejala Psikosis?

    07 Desember 2020, 08:31
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Selamat pagi, Dok, izin bertanya, apakah benar pada pasien yang sebelumnya tidak ada gejala psikosis, namun ada riwayat keluarganya, setelah melalui proses melahirkan dapat mencetuskan gejala psikosisnya? Dan bagaimana kita membedakannya dengan gejala baby blues ya, Dok? Terima kasih banyak. 

07 Desember 2020, 11:14
dr. Cipta Pramana SpOGK
dr. Cipta Pramana SpOGK
Dokter Spesialis Kandungan

Alo Dokter,

Psikosis bisa terjadi pada ibu post partum bila sebelumnya mempunyai riwayat gangguan bipolar sebelumnya. Namun bila hanya riwayat keluarga yang mengalami psikosis, tanpa ada riwayat gangguan bipolar atau psikosis sebelumnya maka ibu post partum tidak akan mengalami psikosis.

Baby blues syndrome adalah perasaan yang sangat sedih di hari-hari setelah bayi lahir dan keluhan ini adalah sangat normal. Mungkin karena si ibu kaget dengan peristiwa yang sedang dialami. Bisa juga memikirkan bagaimana akan mengasuh bayi tersebut di asa datang.

Jika ibu baru saja melahirkan dan merasa mudah menangis, mudah tersinggung, dan sedikit stress atau cemas, kemungkinan ibu mengalami sindrom “baby blues”.

Demikian, terimakasih.

07 Desember 2020, 12:09
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Alo dok,  izin menambahkan,  perlu diamati beberapa hal:
1. Kapan gejala psikosis terjadi?  Onsetnya akut kah?
2. Bagaimana kondisi fisik si Ibu? Perlu diwaspadai gejala psikosis akut pasca melahirkan disertai adanya gangguan fisik tertentu (nyeri pasca melahirkan, infeksi pasca melahirkan,  gangguan keseimbangan metabolik,  gangguan ginjal,  gangguan hati,  termasuk riwayat diabetes,  eklamsi, dehidrasi dan lainnya)  jangan-jangan merupakan gejala dari delirium (kesadaran berkabut) pasca melahirkan.  Untuk hal ini perlu pemeriksaan yang matang. Hal lain yg perlu dipertimbangkan adalah riwayat depresi selama kehamilan atau yg dikenal sebagai depresi peripartum.  Jika terdapat riwayat ini maka psikosis bisa jadi bagian dari gejala depresi peripartum. Baby blues sendiri sebenarnya masih merupakan bagian depresi peripartum dan perlu dilihat bagaimana tanggapan si Ibu terkait penerimaannya akan kehadiran anak. (biasa hal ini ditandai dengan penurunan mood setelah melahirkan). Jika kondisi di atas dapat disingkirkan,  tanyakan juga riwayat sakit kepala hebat terutama jika berpindah posisi dari bangun ke duduk atau tidur ke bangun.  Maka waspadai jangan-jangan terdapat kerusakan ataupun tumor otak yang juga bisa bergejala psikotik. Jangan lupa cek kondisi imunitas pasien,  beberapa pasien bisa jadi mengalami psikosis pasca melahirkan akibat adanya gangguan imunitas. (termasuk salah satunya yang umum HIV dan gangguan autoimun lainnya) Semoga membantu🙏
07 Desember 2020, 12:12
dr. Cipta Pramana SpOGK
dr. Cipta Pramana SpOGK
Dokter Spesialis Kandungan
Terimakasih atas tambahan diskusinya dr. Soeklola, SpKJ
08 Desember 2020, 10:46
Alo, Dokter. Saya izin menjawab dan menambahkan dr sudut pandang Psikologi. Sementara ini diyakini bahwa utk mengetahui perjalanan Psikosis diperlukan adanya tracking, apakah sebelum melahirkan sudah memiliki indikasi, minimal labilitas emosi, depresi atau permasalahan psikologis lainnya? Karena proses terjadinya Psikosis tidak serta merta, biasanya prosesnya lama dan persisten dan spt yg dokter sampaikan bahwa ada riwayat keluarga yg pernah mengalaminya. Artinya, pasien sendiri adlh individu yg rentan sebenarnya. Lalu, apa bedanya psikosis post partum, baby blues dan depression post partum? Dokter bisa cek waktunya. Jika berjalan singkat dan biasanya emosi berupa "mendung" spt kesedihan terus menerus, kuatir yg berlebihan, biasanya ciri khas dr baby blues. Tetapi jika disertai agresifitas, marah dan emosi yg meledak2, artinya ada lost control disitu dan diagnosa bisa mengarah kpd depression post partum. Karena ciri utama depresi adlh agresivitas baik berupa ide atau perilaku. Biasanya, baby blues hanya bertahan sebentar, sekitar 0-1 bulan dan ketika dilakukan support emosi dr suami dan keluarga, biasanya gejala membaik. Tetapi pd depression post partum, situasi lebih rumit. Oleh karena itu, depression post partum inilah yg potensial utk dibandingkan dengan psikosis berdasarkan karakteristiknya, waktu dan gejalanya.
Semoga membantu dan turut melengkapi.
08 Desember 2020, 12:44
dr. Cipta Pramana SpOGK
dr. Cipta Pramana SpOGK
Dokter Spesialis Kandungan
Terimakasih pak Rangga masukannya.
08 Desember 2020, 15:34
dr. M. Iskandar. SpKJ
dr. M. Iskandar. SpKJ
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Sharing menambahkan baby blues dalam ppdgj3 masuk dalam depressi baik ringan, sedang, berat tanpa atau dg psikotik. Bisa juga masuk kedalam gangguan bipolar episode depresi. Sedangkan psikotik adalah kondisi mental yg ditandai dengan halusinasi dan waham. Kalau baby blues secara umum kondisi nya jarang sekali sekali disertai halusinasi dan waham. Utk psikotik sendiri dalam ppdgj disebut sebagai psikotik akut sementara bila kurang dari 1 bulan bila lebih bisa mengarah ke skizofrenia. Sekedar masukan .....
09 Desember 2020, 05:57
Diskusi yang menarik.. terimakasih atas  informasi  lengkapnya