Apakah penggunaan KB hormonal menyebabkan efek samping tumor otak? - Diskusi Dokter

general_alomedika

alo dokter , saya mau bertanya adakah sejawat yang mempunyai referensi atau pengalaman untuk penggunaan KB hormonal jangka panjang dapat menyebabkan tumor...

Diskusi Dokter

18 Januari 2019, 08:47
Coba lihat artikel ini Dok,  salah satu resiko yang mungkin muncul dari penggunaan KB jangka panjang. 

Judulnya: 

Hormonal contraceptive use and risk of glioma among younger women: a nationwide case–control study


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4386952/
18 Januari 2019, 09:01

Alo dok,

sebenarnya saya juga baru dengar dok. Namun ada satu penelitian, dengan penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang yakni ≥ 5 tahun dapat meningkatkan risiko tumor otak (glioma). Untuk link nya mungkin sama dengan yang di share oleh dr. Nurul Falah dok. Terima kasih dok.

CMIIW.

18 Januari 2019, 09:52
Waktu koas dulu juga seingat saya pernah disebutkan juga dok, dan resikonya akan lebih besar pada penggunakan progesteron only contraception, oleh karena itu suntik kb 3 bulan sebaiknya tidak digunakan dalam jangka, cmiiw
18 Januari 2019, 10:01
Terimakasih atas masukannya Dok. 
18 Januari 2019, 15:45
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
sebaiknya tidak mengambil kesimpulan berdasarkan penelitian Case Control saja meskipun dikatakan multisenter atau nation wide, karena nilai validitas dan kausal efeknya masih dipertanyakan. Masih dibawah uji klinis atau kohort. dalam penyusunan rekomendasi biasanya akan sangat lemah bila berdasarkan penelitian case control saja.

Untuk issue yg belum ada penelitian systrmatic review, uji klinis maupun kohortnya, kita tinggal mengatakan bahwa penelitian yg ada belum cukup valid utk menghubungkan antara risiko penggunaan kontrasepsi hormonal dengan tumor otak, jadi belum dapat disimpulkan dengan pasti. 😊
18 Januari 2019, 16:23
Oh begitu ya Dok,  jadi ilmu baru,  terimakasih atas masukannya ya Dok.  🙏
18 Januari 2019, 17:08
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Benar sekali dr. Utomo! Kita harus mengkritisi metode penelitian yang digunakan, baik jenis penelitiannya, besar sampelnya, endpoint penelitiannya, sebelum membaca dan menginterpretasi hasilnya. Terima kasih atas informasinya ya Dok!

Sedikit tambahan, bahkan jika ada tinjauan pustaka / meta analisisnya sekalipun, kita tetap harus melihat kualitas masing-masing penelitian yang dijadikan bahan meta analisis / tinjauan pustaka tersebut, karena tinpus/metaanalisis dari penelitian-penelitian 'sampah' ya hasilnya juga 'sampah'. Misalnya penelitian yang dijadikan subyek meta analisis ternyata semuanya cuma Case control atau ada masalah dalam metode penelitiannya Tentunya belum bisa dianggap cukup valid untuk dijadikan acuan.

Jadi meta analisis sekalipun juga harus dikritisi sebelum kita menerapkan hasilnya ya.

22 Januari 2019, 21:19
Terimakasih share pengetahuan tentang journal yang diberikan dr. Utomo.
22 Januari 2019, 21:39
Terima kasih dokter sharingnya
22 Januari 2019, 21:22
Terimakasih share pengetahuannya dr.Andre, dr.Utomo. Telaah kritis jurnal memang point penting yang harus dikuasai seluruh dokter. Semoga kedepan kami dapat jauh lebih baik lagi dalam mengkritisi journal 
23 Januari 2019, 00:23
dr. Nico Poundra Mulia, SpOG
dr. Nico Poundra Mulia, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Saya sangat sependapat dengan Dr. Utomo,SpOG. Penelitian case control yang dilakukan oleh L. Andersen tersebut dipublish tahun 2015 dan sampai sekarang belum ada lagi penelitian yang menghubungkan pil kb dengan resiko tumor otak. Selama ini saya juga belum pernah mendengar hubungan kb hormonal dengan glioma (tumor otak). Dan perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
23 Januari 2019, 08:07
Terimakasih atas infonya Dok.