Cara alternatif untuk menangani gigitan ular selain pemberian serum anti bisa ular - Diskusi Dokter

general_alomedika

Teror ular kobra sdh membuat masyarakat gelisah, ada pertanyaan dok, klo di faskes kebetulan kehabisan/tidak ada serum anti bisa ular (ABU), apa ada...

Diskusi Dokter

26 Desember 2019, 08:46

Alo dokter..

Menurut saya tetap pertimbangkan untuk merujuk pasien ke faskes yang memiliki ABU. Untuk penanganan sementara kita dapat melakukan hal berikut:

- Pertahankan tanda vital (prioritas utama). Pantau tekanan darah, pulsasi, laju pernapasan dan kelemahan otot setiap jam.

-Identifikasi lokasi dan onset kejadian, serta onset nyeri. Nyeri yang terjadi sangat cepat dan intens merupakan tanda masuknya bisa ular. 

- Edema lokal dan nekrosis dicatat tiap jam.

- Periksa sulcus gingiva apakah terdapat perdarahan. Luka gigian dicuci bersih menggunakan sabun dan pasien diberi imunisasi tetanus. Kultur luka dan pemberian antibiotik diperlukan jika terdapat tanda-tanda infeksi.

- Pemeriksaan profil koagulasi diulang tiap 6 jam. Pemeriksaan paling akurat adalah masa pembekuan (clotting time) untuk memastikan ada tidaknya defibrinogenisasi. Pemeriksaan lain yang sensitif adalah prothrombin time (PT) dan estimasi produk degradasi fibrinogen (D-dimer). Hitung trombosit diulang tiap 12 jam.

- Pantau EKG, serum transaminase, ureum dan kreatinin darah per hari.

- Pemeriksaan elektrolit darah terutama kalium diulang tiap 6 jam pada kasus gigitan ular laut.

- Profilaksis tetanus

- Antibiotik pada kasus gigitan basah berat dengan reaksi lokal signifikan

- Debridement jaringan nekrosis

- Fasiotomi jika terdapat sindrom kompartemen

- Penatalaksanaan paralisis respiratorik: pastikan patensi jalan napas, ventilator jika diperlukan. Dapat diberikan atropin sulfat intravena (0,6 mg untuk dewasa dan 0,02-0,05 mg/kgBB pada anak) atau neostigmin metilsulfat intravena (50-100 mcg/kgBB).

- Gangguan hemostasis biasanya berespons baik dengan pemberian ABU. Pada kasus dengan perdarahan hebat transfusi fresh frozen plasma (FFP), cryoprecipitate, atau trombosit mungkin dibutuhkan.

Hal ini sudah dibahas tuntas di artikel alomedika dok. 

https://www.alomedika.com/penyakit/kegawatdaruratan-medis/gigitan-ular/penatalaksanaan

26 Desember 2019, 11:45
Terimakasih dok, 🙏
08 Januari 2020, 14:10
dr.Monalisa Manik, MKed, SpKK
dr.Monalisa Manik, MKed, SpKK
Dokter Spesialis Kulit
👍👍👍
08 Januari 2020, 21:52
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Specialis Psikiater
Terima kasih atas diskusi yang bermanfaat
11 Januari 2020, 19:56
dr. Bob Irsan
dr. Bob Irsan
Dokter Umum
Apakah di indonesia sudah ada ABU yang spesifik utk beberapa jenis bisa ular?
11 Januari 2020, 21:02
SABU/ABU adalah pilihan terapi terbaik utk kasus snake-bite. Bila tidak tersedia, segera rujuk dgn golden periode 12-24 jam.

Pengalaman menarik di daerah: tindakan debridement dan nekrotomi pada luka, maupun multiple/ quadraterian incision, sebaiknya tidak dilakukan.

Bisa yg terlokalisir, ketika dilakukan sayatan, akan menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya. Seorang wanita, 40 thn, dgn snake-bite ular berbisa, dgn luka menghitam pada dorsum pedis dekstra 12 jam pasca gigitan, sy lakukan debridement dan nekrotomi. Terapi lainnya sesuai pedoman. 7 hari pasca tindakan, luka malah tampak semakin meluas hingga hampir separuh luas dorsum pedis. Dilakukan eksisi krn jaringan tampak nekrotik. Dengan perawatan luka yg baik dan penuh kesabaran, 2 bulan pasca tindakan tampak granulasi yg luas, dasar luka bersih, selanjutnya ditutup dgn skingraft. Lukapun menutup baik.

Pesan: jgn melakukan insisi apapun pada luka snake-bite yg berbisa. Cukup cuci dengan saflon, NaCl 0.9%, dan terapi lainnya sesuai pedoman. Bila jarak ke faskes rujukan cukup jauh, bebat pada proksimal, lalu longgarkan tiap 15 menit agar vaskularisasi ke distal baik.
11 Januari 2020, 21:02
SABU/ABU adalah pilihan terapi terbaik utk kasus snake-bite. Bila tidak tersedia, segera rujuk dgn golden periode 12-24 jam.

Pengalaman menarik di daerah: tindakan debridement dan nekrotomi pada luka, maupun multiple/ quadraterian incision, sebaiknya tidak dilakukan.

Bisa yg terlokalisir, ketika dilakukan sayatan, akan menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya. Seorang wanita, 40 thn, dgn snake-bite ular berbisa, dgn luka menghitam pada dorsum pedis dekstra 12 jam pasca gigitan, sy lakukan debridement dan nekrotomi. Terapi lainnya sesuai pedoman. 7 hari pasca tindakan, luka malah tampak semakin meluas hingga hampir separuh luas dorsum pedis. Dilakukan eksisi krn jaringan tampak nekrotik. Dengan perawatan luka yg baik dan penuh kesabaran, 2 bulan pasca tindakan tampak granulasi yg luas, dasar luka bersih, selanjutnya ditutup dgn skingraft. Lukapun menutup baik.

Pesan: jgn melakukan insisi apapun pada luka snake-bite yg berbisa. Cukup cuci dengan saflon, NaCl 0.9%, dan terapi lainnya sesuai pedoman. Bila jarak ke faskes rujukan cukup jauh, bebat pada proksimal, lalu longgarkan tiap 15 menit agar vaskularisasi ke distal baik.
12 Januari 2020, 11:38
Terimakasih banyak dok, sangat bermanfaat sekali bagi kami 🙏🙏
12 Januari 2020, 11:38
Terimakasih banyak dok, sangat bermanfaat sekali bagi kami 🙏🙏