Pemberian Antihistamin pada kasus alergi dalam Chat Bersama Dokter - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO, Dokter!Seorang pengguna wanita, 24 tahun mengeluhkan gatal dan muncul bentol-bentol pada paha, betis, serta lengan nya. Keluhan baru dialami sejak pagi...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pemberian Antihistamin pada kasus alergi dalam Chat Bersama Dokter

    Dibalas 09 September 2020, 19:25

    ALO, Dokter!

    Seorang pengguna wanita, 24 tahun mengeluhkan gatal dan muncul bentol-bentol pada paha, betis, serta lengan nya. Keluhan baru dialami sejak pagi hari. Pasien mengatakan sebelumnya tidak ada alergi makanan atau obat, tetapi diketahui pasien baru saja membersihkan rumah nya yang sudah lama tidak ditinggali. Saat ini, tidak ada keluhan mata bengkak ataupun sesak napas. Hanya sangat dirasa gatal dan mengganggu aktivitas. Pengguna sudah mengoleskan bedak dingin namun keluhan belum membaik. 

     Pada kasus ini apakah antihistamin oral aman untuk diresepkan secara online? Menurut sejawat, terapi apa yang sejawat pilih dalam peresepan online?

09 September 2020, 12:37
09 September 2020, 07:25

Alo dr. Chrysman, terima kasih atas masukannya. Pasien tidak hamil dan tidak menyusui dok, bisa diberikan CTM ya dok.. kira-kira adakah edukasi tambahan yang bisa diberikan sampai kapan pengobatannya dok?

Baik dok olvy

Untuk CTM 4mg, dewasa bisa 3 x 1 tab perhari selama 3-5 hari

Perlu edukasi meminum CTM saat tidak beraktivitas seperti mengendarai mobil atau motor karena efek kantuk

Mungkin untuk loratadine, apakah bisa diresepkan
09 September 2020, 19:18
Setuju dok, penting juga untuk dijelaskan efek samping obat ya. Kalau Loratadine karena termasuk antihistamin H1 generasi kedua, bisa dipertimbangkan juga untuk pemberiannya ya dok. 
08 September 2020, 16:47
alo dok

selamat sore

dari kasus sepertinya urtikaria

apakah pasien sedang hamil atau menyusui dok?

untuk peresepan oral bisa menggunakan obat CTM dok
edukasi juga efek samping kantuk

topikal calad*ne cair

terima kasih
08 September 2020, 16:52

Alo dr. Olvy, terima kasih atas sharingnya

Dari anamnesis yang di dapatkan dan gambaran foto klinis kemungkinan penyebab penyakit yang dialami user adalah urtikaria akut yang disebabkan kemungkinan bisa debu di rumahnya dan bisa dijadikan diagnosis bandingnya adalah dermatitis kontak iritan. Home management non medikamentosa yang dapat diberikan adalah kompres dingin untuk meredakan rasa gatal, jangan digaruk garuk karena bisa menyebabkan luka sehingga dapat terjadi infeksi dan terpenting jauhi faktor pemicunya. Untuk obat antihistamin oral yang dapat diberikan secara online ctm/cetirizine. Dan tidak lupa diakhir menyertakan warning sign kepada user, kapan user harus memeriksakan dirinya ke dokter secara langsung.

Dari saya itu dok, mungkin ada sejawat yang ingin berkomentar juga CMIIW

09 September 2020, 07:25
08 September 2020, 16:47
alo dok

selamat sore

dari kasus sepertinya urtikaria

apakah pasien sedang hamil atau menyusui dok?

untuk peresepan oral bisa menggunakan obat CTM dok
edukasi juga efek samping kantuk

topikal calad*ne cair

terima kasih

Alo dr. Chrysman, terima kasih atas masukannya. Pasien tidak hamil dan tidak menyusui dok, bisa diberikan CTM ya dok.. kira-kira adakah edukasi tambahan yang bisa diberikan sampai kapan pengobatannya dok?

09 September 2020, 07:33
08 September 2020, 16:52

Alo dr. Olvy, terima kasih atas sharingnya

Dari anamnesis yang di dapatkan dan gambaran foto klinis kemungkinan penyebab penyakit yang dialami user adalah urtikaria akut yang disebabkan kemungkinan bisa debu di rumahnya dan bisa dijadikan diagnosis bandingnya adalah dermatitis kontak iritan. Home management non medikamentosa yang dapat diberikan adalah kompres dingin untuk meredakan rasa gatal, jangan digaruk garuk karena bisa menyebabkan luka sehingga dapat terjadi infeksi dan terpenting jauhi faktor pemicunya. Untuk obat antihistamin oral yang dapat diberikan secara online ctm/cetirizine. Dan tidak lupa diakhir menyertakan warning sign kepada user, kapan user harus memeriksakan dirinya ke dokter secara langsung.

Dari saya itu dok, mungkin ada sejawat yang ingin berkomentar juga CMIIW

Alo dr. Retma, terima kasih atas pendapatnya. Pilihan kedua obat tersebut memang umumnya bisa diberikan ya. Betul dok, penting juga untuk edukasi mengurangi faktor pemicunya ya untuk mengurangi risiko kekambuhan.

09 September 2020, 13:06

Alo Dok,

Setuju dengan TS sebelumnya tampaknya dari anamnesa dan foto ruam merupakan kasus urtikaria akut ya dok, kalau dari saya boleh diberikan antihistamin sedatif (jika pasien mengeluhkan sampai sulit tidur) atau non sedatif. Tidak lupa diberikan saran agar tidak mandi dengan air hangat krn akan mempeparah keluhan dan diedukasi agar konsumsi obat dapat dihentikan jika keluhan sudah hilang. 

09 September 2020, 18:51
dr. Willy
dr. Willy
Dokter Umum

ALO dr. Olvy,

 

Setuju dengan dr. Pika untuk diberikan antihistamin oral baik generasi pertama maupun generasi kedua. Namun bila user aktif bekerja, bisa dipilih antihistamin generasi 2 dengan efek samping mengantuk lebih minimal, misalnya cetirizin atau loratadin.

 

Terima kasih.

09 September 2020, 19:22
09 September 2020, 13:06

Alo Dok,

Setuju dengan TS sebelumnya tampaknya dari anamnesa dan foto ruam merupakan kasus urtikaria akut ya dok, kalau dari saya boleh diberikan antihistamin sedatif (jika pasien mengeluhkan sampai sulit tidur) atau non sedatif. Tidak lupa diberikan saran agar tidak mandi dengan air hangat krn akan mempeparah keluhan dan diedukasi agar konsumsi obat dapat dihentikan jika keluhan sudah hilang. 

Alo dr. Pika terima kasih atas masukan pilihan obatnya. Betul juga ya dok, penting untuk memberikan edukasi home management agar tidak memperparah keluhan. 
09 September 2020, 19:25
09 September 2020, 18:51

ALO dr. Olvy,

 

Setuju dengan dr. Pika untuk diberikan antihistamin oral baik generasi pertama maupun generasi kedua. Namun bila user aktif bekerja, bisa dipilih antihistamin generasi 2 dengan efek samping mengantuk lebih minimal, misalnya cetirizin atau loratadin.

 

Terima kasih.

Alo dr. Willy, terima kasih atas inputnya dok. Setuju dok, perlu disesuaikan kembali ya pemilihan obat dengan kondisi pasien agar tidak memperberat kondisinya serta tujuan terapi juga dapat tercapai.