Pasien rawat jalan bipolar disorder dengan libido dan kebiasaan masturbasi - Jiwa Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Soeklola Sp.KJ, selamat siang. Izin konsul dan bertanya.Saya memiliki pasien 22 tahun sudah menikah, dia rawat jalan rujukan balik dari poli...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien rawat jalan bipolar disorder dengan libido dan kebiasaan masturbasi - Jiwa Ask the Expert

    28 April 2021, 11:53
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dr. Soeklola Sp.KJ, selamat siang. Izin konsul dan bertanya.

    Saya memiliki pasien 22 tahun sudah menikah, dia rawat jalan rujukan balik dari poli psikiatri, dan lagi menjalani terapi awal SSRI (fluoexetin)+Clobazam+ Sodium Valproat (depakote).


    Pasien bertanya ke saya terkait keluhan libido-nya menurun, ada riwayat ejakulasi dini, untuk efek terapinya pasien mengakui 2 hari mood nya sempat stabil lalu dia mencoba masturbasi/onani malam hari dan besoknya dia mengeluhkan perasaan-nya tidak nyaman. Yang ingin saya tanyakan, apakah penyebab rasa tidak nyaman karena masturbasi yang melibatkan dopamin tsb dok?, apakah kebiasaan masturbasi tidak dibolehkan pada pasien bipolar, apa edukasi untuk pasien ini agar pasien tidak cemas?

    BTK dok

28 April 2021, 12:38
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

Alo dok,

Maaf sebelumnya hendak menanyakan alasan pasien diberikan Fluoxetin? perlu diingat pemberian antidepresan sendiri merupakan kontraindikasi pada gangguan afektif bipolar. Namun, tentu hal ini perlu dikonfirmasi kembali ke psikiater yang menangani dan perlu ditanyakan apakah diagnosisnya perlu diubah.

Pemberian antidepresan pada kasus gangguan afektif bipolar sendiri berpotensi untuk meningkatkan risiko gejala mania yang dicetuskan oleh obat.

Secara umum baik mood stabilizer maupun antidepresan umumnya memiliki efek samping berupa sindrom disfungsi seksual (kecuali agomelatin dan vortioxetin yang dianggap memiliki efek samping disfungsi seksual terkecil). Maka bisa dikatakan keluhan libido yang menurun ini bisa jadi akibat efek samping tersebut.

Saran yang dapat diberikan:

1. Menimbang besaran manfaat dari pemberian obat dan pemberhentian obat.

2. Melakukan konseling ke pasien dan istrinya mengenai cara-cara maupun modifikasi seksual yang dapat dilakukan untuk memediasi kekurangan yang saat ini dirasakan oleh suaminya. Perlu diingat hubungan harmonis di dalam keluarga tidak semata-mata ditentukan dari hubungan intim saja.

3. Untuk rasa tidak nyaman ketika masturbasi maka perlu ditanyakan alasannya dan timbul perasaan seperti apa? bisa jadi ini masih bagian dari efek samping obat (jika yang membuat tidak nyaman karena rangsangan lama, waktu masturbasi memendek, pancuran sperma memendek, dan lainnya) ataupun masalah psikologis (misalnya rasa bersalah karena masturbasi dianggap hal tabu, merasa bisa terangsang dengan wanita lain tetapi tidak dengan istri, atau lainnya).

Semoga membantu

 

28 April 2021, 13:14
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum

Terimakasih banyak dokter atas ilmu nya. Fluoxetine nya diberikan oleh psikiaternya beserta keterangan diagnosis bipolar disorder tipe 2 dok.

28 April 2021, 19:50
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa
28 April 2021, 13:14

Terimakasih banyak dokter atas ilmu nya. Fluoxetine nya diberikan oleh psikiaternya beserta keterangan diagnosis bipolar disorder tipe 2 dok.

Alo dok,

Jika memungkinkan dokter dapat menanyakan ke psikiaternya alasan pemberian fluoxetine termasuk target pencapaian pemberian fluoxetin pada kasus gangguan bipolar tipe 2.

Secara off label (walaupun banyak panduan yang mengkontraindikasikan) pada kasus bipolar dengan gejala depresi yang berat diberikan antidepresan selama masa waktu terbatas saja. Beberapa kasus bisa juga sedang proses tappering off fluoxetin (misalnya awal diduga depresi kemudian setelah terinduksi mania maka fluoxetine rencana diturunkan hingga distop sambil sodium valproat diberikan).

jika tidak bisa menghubungi psikiater yang bersangkutan maka dokter perlu amati gejala pada pasien, terutama terinduksinya gejala mania pada pasien. Jika memang diamati tidak ada indikasi pemberian antidepresan maka rencanakan untuk menurunkan secara bertahap dosis antidepresan agar tidak terjadi sindrom serotonin. Selain untuk membantu agar gejala disfungsi seksual yang dirasakan dapat menurun. (sambil lakukan observasi bagaimana pengaruhnya penurunan atau penghentian antidepresan pada fungsi seksual pasien).

Cara penghentian antidepresan dapat disimak di artikel berikut: https://www.alomedika.com/waktu-dan-cara-yang-tepat-untuk-menghentikan-antidepresan

 

Semoga membantu