Intepretasi foto rontgen skull pasien post kecelakaan lalu lintas - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin konsul, pasien post kll, pasien jatuh kesisi sebelah kiri, kepala terbentur, lalu bagian mata bengkak serta tulang pipi tidak simetris. Di...

Diskusi Dokter

05 Juli 2020, 07:13
dr.Hastika Saraswati, SpBP-RE
dr.Hastika Saraswati, SpBP-RE
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Alo dokter, dari Rontgen Skull AP/Lateral nampak ada beberapa discontinuitas tulang, yakni di os nasal, rima orbita superior sinistra, buttress lateral maxilla sinistra, ramus mandibula sinistra, dan angulus mandibula dextra. Namun sinus maxilla aman tidak ada air fluid level. Harus dicross check dengan klinisnya. 
Bisa dievaluasi bagaimana penglihatannya dari visus, gerak bola mata, diplopia, ada hidung buntu atau tidak, kemudian buka mulut seberapa lebar (berikan analgesik dulu), gigitan terasa sama seperti sebelum kecelakaan atau tidak. Ada luka di kulit atau intraoralkah, adakah gigi goyang atau terlepas? ada perdarahan aktif atau tidak. Untuk perabaan memang kadang sulit karena tertutup oedema. 
Jika tidak ada gangguan berarti dapat dirawat konservatif. Bila ragu, berikan analgesik, boleh dilakukan Barthon's sling, diet lunak, jaga oral hygiene. Kontrol 5 hari kemudian untuk re-evaluasi.
Semoga membantu
05 Juli 2020, 10:10
Dok, untuk kasus seperti ini, adakah tanda-tanda kegawatan yang perlu diketahui oleh dokter umum? 
05 Juli 2020, 10:59
dr.Hastika Saraswati, SpBP-RE
dr.Hastika Saraswati, SpBP-RE
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Untuk kegawatan mengikuti prinsip ATLS. Untuk trauma maxillofacial sangat bisa ada gangguan airway, baik karena darah, corpus alienum, patahan gigi, patahan tulang, atau pangkal lidah yang jatuh. Dan jangan dilupakan C-spine evaluation.
05 Juli 2020, 16:11
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Terima kasih informasinya dokter.
05 Juli 2020, 07:16
Untuk CT scan 3D apakah diperlukan dok?
05 Juli 2020, 07:22
dr.Hastika Saraswati, SpBP-RE
dr.Hastika Saraswati, SpBP-RE
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Alo dokter, CT Scan 3D kepala tergantung klinis. Bila dari klinis curiga fraktur maka dapat ditambahkan pemeriksaan penunjang tersebut. Golden standard fraktur wajah sebenarnya memang dengan CT Scan.
05 Juli 2020, 11:18
Hi dok, mohon izin, ada gigitan terbuka sebelah kiri fraktur pd regio angulus mandibula sebelah kiri, fraktur sekitar temporo mandibular joint condylus, proc condylus, pemberian angetik dan antibiotik, maaf gambar rotgen, kurang jelas, diet lunak tktp, mohon izin baiknya, rujuk drg spbm
05 Juli 2020, 13:11
dr. Rano Aditomo, Sp.THT-KL
dr. Rano Aditomo, Sp.THT-KL
Dokter Spesialis THT
05 Juli 2020, 07:22
Alo dokter, CT Scan 3D kepala tergantung klinis. Bila dari klinis curiga fraktur maka dapat ditambahkan pemeriksaan penunjang tersebut. Golden standard fraktur wajah sebenarnya memang dengan CT Scan.
Terima kasih dokter atas penjelasannya, namun dari pemaparan dokter sebelumnya, sudah nampak fraktur. Apakah boleh dan etis pasien dirawat konservatif dan dipulangkan , lalu kontrol 5 hari dok? Terima kasih
05 Juli 2020, 13:30
dr.Hastika Saraswati, SpBP-RE
dr.Hastika Saraswati, SpBP-RE
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Tidak semua fraktur dilakukan tindakan. Kalau ada gangguan anatomi dan fungsi baru dilakukan tindakan misalnya ORIF. Gangguan anatomi yang dimaksud berarti instability pada pilar2 (buttress) wajah. Gangguan fungsi meliputi fungsi mastikasi atau fungsi bicara. Bila fraktur tidak mengganggu stability pilar ataupun fungsinya maka bisa konservatif saja. Dan katakan misalnya butuh tindakan ORIF pun masih ada waktu sampai 7 hari post kejadian untuk operasi. Dan perlu diingat masa pandemic, tindakan ORIF di regio wajah-intraoral sangat besar resiko penularan COVID. Harus ditimbang benar2 indikasi operasinya. Dan pada pelaksanaan ORIF nanti harus benar2 menggunakan APD dengan level yg sesuai untuk tindakan high risk, ruang OK juga disesuaikan. Selama kita do no harm kepada pasien saya rasa masih ada tempat untuk reevaluasi 5 hari
05 Juli 2020, 13:31
dr. Rano Aditomo, Sp.THT-KL
dr. Rano Aditomo, Sp.THT-KL
Dokter Spesialis THT
05 Juli 2020, 13:30
Tidak semua fraktur dilakukan tindakan. Kalau ada gangguan anatomi dan fungsi baru dilakukan tindakan misalnya ORIF. Gangguan anatomi yang dimaksud berarti instability pada pilar2 (buttress) wajah. Gangguan fungsi meliputi fungsi mastikasi atau fungsi bicara. Bila fraktur tidak mengganggu stability pilar ataupun fungsinya maka bisa konservatif saja. Dan katakan misalnya butuh tindakan ORIF pun masih ada waktu sampai 7 hari post kejadian untuk operasi. Dan perlu diingat masa pandemic, tindakan ORIF di regio wajah-intraoral sangat besar resiko penularan COVID. Harus ditimbang benar2 indikasi operasinya. Dan pada pelaksanaan ORIF nanti harus benar2 menggunakan APD dengan level yg sesuai untuk tindakan high risk, ruang OK juga disesuaikan. Selama kita do no harm kepada pasien saya rasa masih ada tempat untuk reevaluasi 5 hari
Siap dokter... Trima ksih infornasinya
05 Juli 2020, 13:48
dr. Alki Andana, Sp.BP-RE
dr. Alki Andana, Sp.BP-RE
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Alo dokter,

Setuju dengan dr Hastika diatas.  

Hanya menambahkan sedikit utk foto Rontgen polos alangkah lebih baik apabila ditambahkan foto Waters utk kasus trauma maxillofacial, karena dapat menilai lebih baik untuk daerah maxilla khususnya periorbita.

Utk poto Rontgen Waters pastikan tidak terdapat fraktur cervical , maka itu jangan lupa untuk tetap dilakukan penilaian kegawatdaruratan ABC karena ini merupakan kasus trauma

Dan juga butuh info yg lengkap mengenai identitas pasien, khususnya umur, karena terlihat di rontgen terdapat mixed dentition atau gigi susu yg belum tumbuh. Akan sangat membantu utk therapi operatif atau konvensional lebih lanjut.

05 Juli 2020, 16:14
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Terima kasih banyak untuk informasinya dokter.
05 Juli 2020, 17:45
dr.Muhadir
dr.Muhadir
Dokter Umum
Terima kasih infonya dok